Kandas

Kandas
Sandiwara


__ADS_3

Pagi ini aku hanya ingin tenng sejenak dan melupakan apa yang terjadi, tapi semua membuatku tidak bisa tenang. Dengan cepat aku berangkat bersama Ina ke tempat perempuan itu, namun sebelum itu aku ke tempat Dika terlebih dahulu. Saat itu sedang bekerja jadi memudahkan ku untuk bertemu dengan perempuan itu


“Kak, dimana perempuan itu?” kataku


“Vita, kamu mau bertemu dengan dia untuk apa?” kata kakak itu


“Aku hanya ingin bicara baik-baik” kata ku


“Tapi jangan berantam ya” kata kakakn


“Ayolah kak, untuk apa kami berantam” kataku


Aku dengan cepat langsung ke tempat kerja perempuan itu dan bertemu dengan bosnya


“Dia dimana ya kak ?” kataku kepada bosnya


“Dia belum datang” kata bos nya yang langsung mengambil handphonenya untuk memberitahu bahwa aku datang


Dengan santainya perempuan itu datang, aku dengan cepat langsung menghampiri perempuan itu


“Kakak ya perempuan yang kemarin sama si Dika” kataku

__ADS_1


“Kak, aku gak suka ya cara kakak kayak gini, aku udah malu ya kak karena kakak” kata perempuan itu


“Wah, jadi mau kakak bagaimana ?” kata ku dengan sedikit kesal


“Kan bisa bicara baik-baik kak” kata perempuan


“Trus kakak mau bicara dimana ?” tanya ku kembali


“Kita ke kost ku” kata perempuan itu


Jujur saja, aku ingin sekali menamparnya saat itu juga, bahkan aku ingin mempermalukannya. Tapi aku mencoba mengendalikan segalanya saat itu. Kami langkahkan kaki kami ke tempat kostnya dan saat dia membuka pintu kostnya dan aku melihat sekeliling. Aku langsung membayangkan bagaimana mereka berduaan di tempat itu.


Rasa makian sudah masuk dalam pikiranku, bahkan aku ingin mengatakan segalanya. Tapi aku tidak bisa, aku tidak bisa mengungkapkan marahku kepada mereka termasuk Dika, semuanya membuatku akhirnya menjadi muak.


“Duduk dulu kak” kata perempuan itu


“Apa hubungan mu dengan Dika?” kataku


“Kami hanya teman” kata perempuan itu


“Lalu kenapa kalian bisa bersama kemarin malam ?” kataku

__ADS_1


“Itu karena dia minta tolong sama ku, dan saat itu kakak malah datang. Kami jadinya gak tahu harus bagaimana makanya kami sembunyi di kamar” kata perempuan itu


“Oh gitu ya” kata ku sambil tersenyum


“Jujur saja kak, aku gak ada perasaan apa-apa sama dia” kata perempuan itu


“Kenapa ?” kata ku


“Karena dengan sikap bajingannya yang seperti itu, aku juga gak mau kak. Aku selalu dengar dia menceritakan perempuan yang dekat dengan dia. Bahkan bisa dikatakan kak, ini foto abang aku yang sudah meninggal dan di depan semua orang yang ada disini, aku bersumpah kak, aku gak akan mau pacaran sama laki-laki kayak si Dika” kata perempuan itu dengan manisnya


“Kakak sendiri yang mengatakan hal ini” kataku


“Kalau kakak gak percaya, nanti malam kakak bisa datang ke sini dan minta penjelasan sama Dika” kata perempuan itu


“Baiklah” kataku mengakhiri segalanya dan langsung pergi


Aku yang mendengar perkataannya, jujur saja aku benar-benar muak. Karena wanita itu sudah terkenal dengan sikapnya yang tidak baik di sekitar itu. Perempuan yang sudah melayani beberapa laki-laki itu mengatakan hal yang semakin membuat aku merasa muak bahkan kata-katanya hanya aku anggap sebagai angin berlalu.


Karena kata dari seorang perusak hubungan seseorang adalah wanita murahan dan jelas saja dia sudah menunjukkan dengan sikapnya yang terkenal disekitar tempatnya dan bahkan dengan dia mengatakan hal itu, menambah rasa muak ku semakin dalam untukknya. Aku merasa mereka adalah pasangan yang pandai bersandiwara di depan banyak orang termasuk aku yang kini menjadi korban diantara mereka. Semua yang ku lakukan membuat ku sesak dan tidak berdaya, bahkan membuatku tidak bisa melakukan apa-apa.


...“Sakit dan sesak membuatku lelah”...

__ADS_1


__ADS_2