Kandas

Kandas
Awal segalanya


__ADS_3

Setelah kegiatan telah berlangsung dan saat aku menghabiskan waktu yang bahagia, aku pun mengembalikan handphone Dika malam itu juga. Yah semua kembali seperti dulu, tidak ada kegiatan yang menghabiskan waktu sampai malam dan akhirnya bisa istirahat. Dika yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan bekerja, hanya bisa datang padaku disaat dia sudah pulang dari kerjanya. Jam dua belas malam adalah jam dimana aku selalu standby menunggu kedatangannya dan jelas saja aku sudah tahu kapan dia akan datang dan kapan dia akan pulang. Karena hal itu, aku sudah terbiasa bangun jam dua belas dan akan tidur jam tengah satu.


Saat Dika pulang, dia akan selalu menunjukkan wajahnya yang lelah dan tentu saja aku selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan memberinya pijatan di keningnya, atau membiarkan dia bersandar di pundakku untuk beberapa saat. Tanpa ada kata yang terucap, tapi malam seperti itu sudah menjadi rutinitas kami berdua.

__ADS_1


Walau pada nyatanya, komunikasi semakin lama semakin tidak berjalan dengan baik. Tapi itu tidak mengubah keadaan kalau hubungan ini berjalan dengan seiring waktu. Dika bahkan tidak pernah menceritakan lagi apa-apa padaku, baik masalah keluarganya maupun pekerjaannya. Bahkan semua seperti tertutup padaku saat ini. Dan begitu juga dengan aku yang bahkan tidak pernah menceritakan apa-apa pada Dika selama kami pacaran. Aku hanya berpikir mungkin Dika hanya kelelahan sampai pada akhirnya Dika tidak ingin menceritakan apa-apa padaku. Semua seperti itu, hingga akhirnya semua hanya omongan belaka.


Hubungan yang sudah lama aku jalani, hubungan yang aku pertahankan bahkan aku selalu berusaha memberikan yang terbaik sampai akhir. Aku yang juga melawan orangtua hanya karena dirinya, ternyata semua sia-sia. Hubungan yang ku pikir akan bertahan, kini berantakan dengan sendirinya. Aku benar-benar hancur dan tidak habis pikir dengan apa yang terjadi. Aku tidak bisa menunjukkan rasa kekecewaan ku yang begitu dalam. Aku tidak bisa menahan air mata hanya untuk semalam saja. Aku terus menangis dan menangis untuk waktu yang lama bahkan dengan bodohnya aku menyiksa diriku dengan tidak memikirkan apa aku lapar atau tidak. Aku telah terlarut sampai tenggelam pada perasaan yang membuat ku sesak. Tidak ada kata-kata yang bisa mewakili hatiku saat ini, hanya menangis dan mengurung diri akan semuanya yang terjadi adalah temanku saat ini.

__ADS_1


Hubungan yang kami jalani, ternyata hanya sandiwara selama ini padanya. Hubungan yang membuat aku selalu merasa bersalah ketika kami bertengkar, ternyata semua hanya sandiwara. Semuanya, semuanya membuat aku terus berpikir, apa yang salah dengan ku, kenapa dia melakukan hal ini. Hubungan ini benar-benar hanya permainan baginya yang bahkan tidak memiliki arti untuknya. Aku yang melihat semua hanya menahan sakit. Sakit yang begitu dalam, sampai aku benar-benar muak dengan kesungguhan ku selama ini bersamanya.


Aku yang semakin hanyut dalam hubungan ini selalu berpikir bahwa hubungan ini akan terus berlanjut bahkan tidak akan pernah berakhir. Itulah yang aku pikirkan, karena nyatanya kami bisa bertahan hingga menjalani beberapa tahun dengan kekecewaan, tangis dan kebahagiaan. Semua tidak mengakhiri segalanya, bahkan rasa bosan tidak membuat ku ingin berpaling darinya. Bagaimana dia memperlakukan aku, bagaimana dengan tega dia menyaikiti aku, bagaimana dia yang selalu membuat aku kecewa, semakin membuat aku semakin terjatuh. Semua pertanyaan mengahmpiri setiap langkah yang aku tempuh.

__ADS_1


__ADS_2