Kandas

Kandas
Pernikahan


__ADS_3

Sesampainya di kost, aku melihat tempat yang selalu kami dudukin jika dia berkunjung. Semua kembali terulang hingga aku selalu menghela nafas yang panjang. Membuka gerbang, pintu, dan segalanya membuat aku selalu teringat akan dirinya. Sosok yang selalu hadir dalam setiap hari ku ternyata kini hanya tinggal bayangan yang tidak akan pernah aku temui lagi.


Bahkan air mata tidak mau menetes lagi karena rasa sakit yang terlalu dalam untuk aku yang selalu terluka. Jika memang aku yang salah bukankah seharusnya dia mengatakannya bukan malah berpihak kepada orang lain. Jika aku memang tidak sesuai hatinya kenapa aku yang ditinggalkannya? Kenapa aku serasa semua mengarahkan kesalahan pada ku pada hubungan ini?


Aku telah berusaha, bahkan aku tidak pernah mengeluh akan semua yang sudah terjadi, tapi aku selalu ditetapkan sebagai orang yang telah merusak segalanya. Sakit yang bahkan tidak bisa hilang hingga saat ini membuat aku selalu akhirnya menyalahkan segalanya padaku. Aku tidak paham hubungan seperti apa lagi yang diinginkan dirinya dariku. Semua telah terjadi dan semua harus terjadi.


****


Beberapa minggu telah berlalu, aku kembali melanjutkan rutinitasku yang harus menyelesaiakan kuliah yang sebentar lagi akan selesai.yah ku habiskan waktu ku dengan fokus ke kuliah dan membawa komik yang membuatku lupa akan kehadirannya. Hingga suatu saat dihari dimana aku tidak melakukan apapun selama seminggu. Seminggu yang membuatku bosan akan segalanya. Teman yang bahkan tinggal bersama ku sedang pergi dan bermain dengan teman yang lain.


Aku melihat sekeliling dan mencoba menjalani segalanya, hingga aku yang bermain HP untuk membuang suntuk tiba-tiba terhenti dan melihat hari dan tanggal. Dan seketika itu, aku kembali teringat akan segalanya. Ya segala yang akan mengakhiri segalanya tentang dia dalam hidup ku.


Tanggal 24 Juni 2020 dimana mereka akan mengikat janji pernikahan, tanggal yang sampai sekarang masih ku ingat dalam setiap kali aku merasa hancur. Tanggal yang benar-benar membekas dalam pikiranku. Aku seperti orang bodoh melihat tanggal sambil menahan sakit dan bahkan air mata tidak menyelesaikan segalanya.


Aku seorang diri dalam kehancuran yang sangat tidak dapat ku ungkapkan, bahkan suara tangisan tidak terdengar dalam tangisku. Aku menahan segalanya, hingga membuatku Lelah hingga ketiduran. Hingga sore telah tiba, aku yang dengan mata bengkak melakukan rutinitas ku terkurung pada suasana hati yang sakit.

__ADS_1


***


Pagi pun tiba, aku berusaha bangkit dengan melupakan kejadian tadi malam dan berharap waktu segera berlalu dan tidak ada yang terjadi dalam hidup ku. Semuanya ku harap segera berakhir dan tidak akan mengungkit tentangnya dalam hidupku. Hingga suara motor ku dengar berhenti tepat di depan kost. Suara motor yang begitu familiar yang sering ku dengar. Dan dengan cepat aku menutup pintu kost dan menutup segalanya. Aku bersembunyi di sudut jendela.


Suara itu memanggil namaku dengan lembut dari luar gerbang, walau begitu aku tidak menghampirinya dan membiarkan terus memanggil ku. Aku tetap menutup mulut sambil gemetaran. Aku mengenal suara itu, suara yang ku harap tidak akan pernah ku dengar lagi, tapi kenapa dia memanggil namaku kembali. Kenapa dia tepat di depan kost setelah sehari pernikahan terlaksana dalam hidupnya. Apa lagi yang diincar dariku?


Aku bahkan tidak mengganggu dia lagi, tapi kenapa setelah sehari pernikahannya dia datang kembali padaku seolah tidak terjadi apa-apa. Aku hanya tertawa kecil seolah dia begitu menikmati permainan kecil yang dia lakukan. Aku sampai tertawa dengan tingkahnya yang seolah-olah dapat dilakukan dengan sesuka hatinya dengan datang kepadaku, lalu dia berpikir aku akan menerima kehadirannya. Apakah aku sebodoh itu dihadapannya sehingga dia mudah menghampiriku? Apakah istrinya tahu kalau dia datang ke tempatku? Apakah yang dipikirkan hingga dia senekat itu datang kepada ku.


Aku yang masih melihatnya di depan kost langsung pindah ke kamar dan mengambil HP dan langsung chat Ibu.


“Ibu, Dika datang ke kost ku” kata ku


Menunggu chat ibu, aku terus mendengar Dika masih memanggil namaku dari luar. Hingga suara motor menyala dan pergi dari depan kost. Dan tiba-tiba notifikasi HP ku bergetar.


“Kenapa dia datang lagi?” tanya ibu

__ADS_1


“Aku tidak tahu bu, dia memanggil namaku dari luar. Tapi aku tidak keluar menemui dia.” kata ku


“Apa dia sedang bertengkar dengan istrinya,” kata ibu


Seketika itu aku terdiam, saat ibu mengatakan istri. Ah istri namanya kini sudah berganti ya ternyata. Dari seorang teman, berubah wanita perebut pacar, dan sekarang telah menjadi istri.


“Entahlah bu, aku juga tidak tahu bu.” balasku


“Sudah biarkan saja, nanti kalau dia datang lagi tidak perlu temui lagi.” kata Ibu.


“Baik bu” jawabku dengan singkat dan mengakhiri pesan dengan Ibu.


Sambil menyandarkan kepala ku pada dinding, kembali aku merenung seperti orang bodoh. Ah andai saja aku bisa pergi ke tempat dimana tidak ada tempat yang bisa di temui oleh siapa saja, aku akan pergi dan tak akan kembali.


Dengan begitu aku akan menjalani kehidupan yang baru dengan suasana baru bahkan tanpa ada mereka yang ku kenal dalam kehidupan ku, karena bagiku sekarang tidak ada tempat yang membuat ku nyaman, teman, keluarga, bahkan semuanya kini membuatku terasa asing di temoat yang sepi ini.

__ADS_1


__ADS_2