
Kami habiskan waktu yang bisa dikatakan begitu cepat. Dika dan aku yang duduk bersampingan akhirnya hanya bisa terdiam dan menikmati makan rujak. Hingga tiba-tiba Dika langsung menidurkan dirinya di pangkuan ku.
"Ahh...." kataku tiba-tiba
"Kenapa ?" kata Dika yang masih tidur di pangkuan ku
"Gak apa-apa kok" kataku sambil melihatnya
"Mana tangan mu" kata Dika
Aku pun memberikan tangan ku saat itu, dan Dika langsung meletakkan tanganku di rambutnya
"Ini baru benar" kata Dika yang sambil melihatku
"Iihhh apaan sih" kata ku yang tersenyum
"Udah kamu pasti suka juga kan kayak gini" kata Dika
"Hmm... Ada apa dengan mu hari ini ?" kataku bertanya
"Mang aku kenapa ?" kata Dika yang langsung menatap aku
"Hari ini rasanya kamu agak berbeda dengan sebelumnya" kataku
"Mang aku dari dulu gimana ?" kata Dika
__ADS_1
"Gak pernah seperti ini, bahkan perhatian mu hari ini membuat aku merasa nyaman" kataku
"Bukankah itu bagus untuk hubungan kita" kata Dika
"Hahahaa iya sih, aku malah berharap ini akan terus berlanjut untuk kita" kataku
"Yakin saja, kita akan terus seperti ini" kata Dika
"Apa kamu mencintai ku ?" kata ku tiba-tiba
"Yah aku mencintaimu dan itu sudah pasti" kata Dika yang sambil mencium telapak tangan ku
Melihat hal itu, aku hanya tersenyum bahagia. Dengan cepat ku tundukkan kepala ku dan mencium kening Dika. Melihat hal itu, Dika pun kaget dengan tingkah ku.
"Ada apa ?" kataku
"Ha, apaan sih?" kata ku
"Kamu tahu vit, kamu jarang mencium aku dan bisa ku katakan aku bisa menghitung ciuman yang kamu berikan pada ku" kata Dika
"Wah, kamu menghitungnya ?" kataku yang terkejut dengan pernyataan Dika
"Yah jelas lah, terkadang aku berfikir apa kamu benar-benar mencintai ku apa tidak" kata Dika
"Kenapa kamu mengatakan hal itu ?" kata ku
__ADS_1
"Habisnya dari caramu memperlakukan aku berbeda" kata Dika
"Berbeda dimana sih ?" kataku
"Kamu tahu gak, saat kita berada diluar dan di tempat ramai. kamu pasti jarang banget memeluk aku saat aku bawa motor. Tapi kalau sudah sepi, kamu pasti memeluk aku" kata Dika
"Itukan karena aku malu" kata ku
"Tapi kan mereka tidak mengenal mereka, terus kenapa harus malu ? Mereka juga gak peduli kan ?" kata Dika
"Lalu apa aku harus melakukan hal itu di tempat ramai ?" tanya ku
"Yahh gak juga sih" kata Dika
"Nah kan jadi aku gak salah dong" kata ku sambil tersenyum
"Iya deh, terus juga karena kamu jarang cium aku makanya pikiran aku terfokus ke hal itu" kata Dika
"Dika, aku mencintai mu dan yakin lah bahwa perasaan ku untuk mu tidak akan berubah. Yah aku tahu, aku bukan sosok perempuan yang kamu inginkan. Tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik. Kamu tahu gak kalau aku benar-benar menyukaimu. Aku tidak ingin kamu menjauh dariku walau itu sedikit saja" kataku menjelaskan kepada Dika
"Kenapa kamu sangat mencintaiku?" kata Dika
"Entahlah, yang pasti saat ini dan bahkan untuk seterusnya aku akan semakin menyukaimu walau terkadang kamu menyebalkan" kataku sambil menarik hidung Dika
"Aauu... Aku menyebalkan ?? Wahh aku baru tahu hal itu" kata Dika
__ADS_1
Kami pun tertawa bahagia saat itu, hingga waktu menunjukkan bhawa aku harus pulang ke kost. Dan seperti biasa Dika mengantar aku sampai pada tujuan.