
Hari yang begitu menyenangkan membuat aku merasakan kenyamanan yang semakin ingin ku pegang erat dalam hidupku. Yah, hari dimana Dika memberi perhatiannya padaku dengan tulus dan tanpa ada perdebatan diantara kami. Inilah kenapa aku semakin menyukainya dan berharap Dika akan selalu seperti itu padaku.
***
Sesampainya di depan gerbang kost, aku dan Dika masih menghabiskan waktu dengan cerita-cerita. Duduk bersama dan saling tertawa bahagia menjadikan semua seperti berhenti dalam sekejap. Hingga waktu audah menunjukkan pukul sembilan malam. Dika pun pamit pulang saat itu, dan tentu saja aku tidak ingin dia pergi. Maka dengan cepat aku menahan tangan Dika
"Ada apa ?" kata Dika melihatku
__ADS_1
"Kenapa harus pulang sih ?" kataku dengan manja
"Astaga, kita kan sudah dari tadi bersama" kata Dika tersenyum
"Tapi aku rindu" kataku sambil menyandarkan kepalaku ke pundaknya
Aku pun hanya terdiam saat itu.
__ADS_1
"Besok kita sama lagi oke" kata Dika membujuk ku
Mendengar hal itu. aku langsung menganggukkan kepala ku. Dika pun langsung balik saat itu juga. Hari yang trrasa begitu cepat membuat aku ingin terus bersamanya. Tidak ada yang bisa menghalangi perasaan ku untuknya. Dengan sikap Dika yang seperti ini padaku, membuatku terkadang melupakan apa yang sebenarnya terjadi. Dika memang memiliki sifat yang egois dan suka melupakan masalah tanpa ada penyelesaian. Terkadang sikapnya yang seperti itu membuatku tidak betah dengannya. Tapi lambat laun, aku semakin terbiasa dengan hal itu.
***
Besoknya lah tiba, aku masuk kuliah seperti biasa dan Dika yang bekerja seperti biasa juga membuat kami saling tidak memberi kabar. Waktu ku yang habis di dunia perkuliahan, membuat aku semakin sering tidak bersama Dika. Begitu juga dengan Dika yang semakin lama semakin sibuk. Walau begitu, aku masih ingin bersama Dika. Tiap malam, aku selalu meminta kabar Dika dengan mengirim pesan bahkan menghubunginya. Memang Dika membalas pesan ku atau malah menerima telpon ku. Tapi setelah lewat jam sepuluh malam, Dika pasti langsung mengakhiri perbincangan kami dengan alasan bahwa dia sudah mengantuk. Aku yang mendengar hal itu, membuat aku harus mengalah. Jujur saja, aku juga lelah dengan perkuliahan yang semakin lama semakin padat. Tapi aku selalu berusaha memberikan waktu ku untuknya, tapi berbeda dengan Dika. Saat dia sudah lelah, maka dengan cepat, Dika langsung mengakhiri segalanya. Mau tidak mau, aku hanya mengiyakan apa yang dikatakan padaku. Walau sebenarnya, aku mengharapkan kehadirannya padaku. Hanya ditemanin saja melalui telponan, itu sudah membuat aku bahagia. Tapi yang ku harapkan berbeda dari yang ku inginkan. Semua berjalan dengan waktu yang terus berputar dan semua hanya bisa di nikmati dengan senyuman dan canda tawa.
__ADS_1
Sosok Dika yang membuat aku selalu ingin bersamanya sebenarnya adalah orang yang paling menyebalkan. Sikap yang tidak mau mengalah, bahkan saat Dika sudah marah, maka itu adalah hal yang benar-benar membuatku ingin menyerah. Dika adalah orang yang memberiku kenyamanan tapi juga yang memberiku kekecewaan yang bahkan tidak bisa terobati dengan sendirinya. Aku berusaha menjadi yang terbaik untuk berada di sampingnya. Dengan memberikan perhatian dan kasih sayang yang dalam, membuat aku berpikir Dika akan selalu bersama ku atau bahkan memahami ku saat kami menjalani hubungan yang lama. Tapi nyatanya semua berbeda dari yang aku alami....