Kandas

Kandas
Sakit (4)


__ADS_3

Keadaan ku semakin lama semakin terpuruk, padahal sudah minum obat untuk demam, namun tidak memiliki efek untuk terlihat baik-baik saja. Aku semakin lemas, tapi untung nya saat itu aku tidak ada mata kuliah. Akhirnya aku istirahat total. Hingga sampai sore, keadaan ku semakin lemas. Dengan kesadaran yang masih cukup untuk berjalan, akhirnya aku pergi ke klinik saat itu. Bisa dikatakan dengan keadaan lemas dan berjalan sendiri membuatku takut karena bisa saja aku pingsan. Tapi syukurnya aku sampai juga di klinik


"Kenapa dek ?" kata ibu yang ada disana


"Saya lagi demam bu, bisa minta obatnya untuk demam gak bu?" tanya ku sambil mencari tempat duduk


"Oh ya sudah kami berdiri dulu, soalnya wajah ku sudah pucat saya lihat" kata ibu


Aku pun berbaring saat itu, dan kemudian ibu tersebut memeriksa ku dan mengukur suhu tubuhku. Hingga beberapa menit kemudian, ibu tersebut terkejut dengan suhu badan ku


"Astaga dek, demam kamu kok tinggi banget ?" kata ibu


"Saya sudah minum obat mu beberapa hari yang lalu, biasanya sekali saya minum obat akan membaik. Tapi nyatanya tidak hingga saat ini" kataku menjelaskan


"Wah suhu kamu sampai 43 kayak gini, kamu sendiri datang ke sini ?" kata ibu


"Iya bu" kataku


"Wah, biasanya kalau orang seperti ini pasti sudah lemas" kata ibu

__ADS_1


"Saya merasa lemas kok bu" kataku


"Iya sih kalau gitu kamu di infus aja ya, soalnya badan kamu udah lemas banget ini" kata ibu


"Aahh jangan bu, saya besok mau kuliah" kataku


"Tapi suhu kamu sudah terlalu tinggi dek, jadi kamu lebih baik di infus" kata ibu


"Saya hanya minta obat aja bu, supaya cepat sembuh" kata ku


"Jangan, suhu kamu harus di turunin dulu, ya sudah kalau memang gak mau di infus, disuntik saja ya" kata ibu


"Harus ya bu, soalnya saya takut di suntik" kataku


Mendengar hal itu, mau tidak mau aku mengikuti kata ibu tersebut. Akhirnya aku disuntik saat itu, lalu ibu mmeberiku obat. Setelah semua sudah di beri, aku pun langsung pulang. Sesampainya di kost, aku pun kembali istirahat dan meminum obat. Hingga akhirnya aku pun mengirim pesan kepada Dika. Karena sehari ini Dika tidak ada kabarnya sama sekali


"Pesan singkat"


"Dik, lagi dimana?" kataku

__ADS_1


"Lagi kerja" jawab Dika dengan singkat


"Ohh, pantasan gak ada kabar" kataku


"Iya" kata Dika


Melihat jawaban Dika membuat aku kesal, tapi mau bagaimana lagi. Aku merindukannya, makanya aku mengirim pesan padanya.


"Oh iya aku tadi sudah ke klinik" kataku


"Trus gimana ?" kata Dika


"Aku tadi harus di suntik, trus tadi juga udah minum obat" kataku menjelaskan


"Baguslah kalau begitu, ya sudah istirahat aja kalau gitu ya." kata Dika


"Tapi kan aku ingin chat-chatan sama kamu" kataku


"Udah deh, istirahat aja dulu biar cepat sembuh oke" kata Dika mengakhiri pesannya

__ADS_1


"Tapi kan aku ingin kabar kamu" kataku membalas


Pesan yang terakhir pun tak ada balasan sama sekali. Jujur aku benar-benar kecewa padanya. Walau begitu, aku berusaha memaklumi Dika yang sibuk dengan pekerjaannya. Karena nyatanya marah pun tidak ada gunanya. Sebab saat aku menaruh keegoisan ku pada nya, maka dia akan melakukan hal yang sama padaku. Maka dengan cara terbaik bagiku untuk bisa terus bersamanya hanyalah terdiam, walau bibir ingin mengatakannya.


__ADS_2