Kandas

Kandas
Teman(2)


__ADS_3

Tidak ada penjelasan bahkan tidak ada pertemuan untuk semua yang sudah terjadi. Aku tidak bisa melupakan bagaimana kekompakan bahkan kemesraan mereka bersama diayunan yang sama. Bahkan pemandangan yang berada di taman membuatku sadar, bahwa mereka telah melewati hari-hari bersama tanpa memberitahuku. Dika telah berbohong padaku, dan dengan mudahnya aku mempercayai Dika begitu saja tanpa ada kecurigaan yang ku alami.


*****


Aku benar-benar hancur dan selalu menangis dengan kelakuan Dika, aku masih tidak percaya akan apa yang aku lihat. Hingga kembali aku menanyakan permasalahan itu,


“Siapa dia Dika ?” kataku


“Apanya sih yang siapa ?” kata Dika


“Apa kalian pacaran ?” kataku


“Astaga, aku udah jelaskan kalau dia gak siapa-siapa” kata Dika

__ADS_1


“Kalau memang tidak siapa-siapa, kenapa kamu sama dia begitu mesra” kataku


“Aku sudah jelaskan kalau kami sengaja melakukan itu” kata Dika


“Sengaja ? Apa kamu pikir aku akan percaya ?” kataku


“Perlu aku hubungi dia?” kata Dika


“Untuk apa aku menghubungi dia, aku hanya minta kejujuranmu” kata ku


“Percaya ? Percaya kalau kalian gak ada hubungan dengan kemesraan kalian seperti itu” kataku


“Kamu maunya apa sih “ kata Dika

__ADS_1


“Selama kita pacaran, pernahkah kamu pamerkan hubunga kita kepada teman-teman mu ?” kataku


“Jadi kamu mau seperti ini biar aku buat, gampangkan ?” kata Dika


“Apa kamu pikir aku gak lelah dengan sikapmu seperti ini” kataku


“Cukup ya Vit, aku udah stress ngurus kerjaan. Dan kamu malah nambahi semuanya, kalau kamu gak suka ya udah” kata Dika


“Apa yang harus aku lakukan untukmu Dika?” kataku


Setelah aku mengirim pesan ku terakhir, Dika tidak memperdulikan pesanku lagi. Aku tidak berpikir apa-apa lagi saat itu, dan hanya bisa menangis untuk apa yang kini ku alami. Yah pada akhirnya hubungan yang kupikir akan baik-baik saja, ternyata hancur karena pihak yang selama ini tidak pernah terpikirkan olehku.


Hubungan yang selama ini ku pertahankan bahkan aku sampai melawan kedua orangtua ku hanya untuknya, hanya selalu mendapat luka yang benar-benar membekas. Hubungan yang bertahan dalam sepihak, membuatku tidak berdaya untuk bertahan. Seharusnya aku yang marah dan tidak memberi kabar padanya, tapi ternyata malah sebaliknya, Dika tidak memberiku kabar, bahkan menganggap aku tidak ada selama beberapa minggu. Aku yang terluka disini tapi kenapa aku yang harus membujuk dia untuk kembali padaku. Aku yang selalu menghubunginya berharap dia akan membalas ternyata hanya omong kosong baginya. Hancur sudah pasti, bahkan kecewa dan tidak percaya lagi akan dirinya untuk seterusnya. Dika yang seperti menghindariku, membuat aku berusaha untk menerima kepergiaanya. Aku tidak ingin lagi berada dalam lingkup hidupnya mulai detik ini, aku berusaha untuk melepaskan semua yang bersangkutan dengannya.

__ADS_1


Jujur saja, aku benar-benar tidak bisa, karena sayang ku untuknya adalah tulus, bahkan aku sudah melakukan yang terbaik selama kami menjalani hubungan yang kini mau menjalani 5 tahun. Tapi dengan mudahnya Dika menghancurkan semua yang ku impikan saat ini hanya karena seorang perempuan yang kini menjadi temannya. Dika yang sudah tahu bagaimana perasaan ku untukku, ketulusanku untuknya, ternyata hanya dianggap sebagai mainan yang dengan mudah dipermainkan sesuka hatinya, datang disaat butuh lalu ditinggalkan saat tidak butuh


__ADS_2