Kandas

Kandas
Terhanyut


__ADS_3

Aku yang merasa nyaman akan pelukannya membuatku membalas pelukan Dika. Pelukan yang hampir aku lupakan dalam hubungan yang kami jalani. Setelah beberap menit, Dika melepas pelukan itu dan langsung berdiri dan menarik ku dari tempat tidur. Aku pun berada diposisi duduk, Dika langsung mengeluarkan sebungkus nasi dan menyediakan segalanya baik piring, air putih. Sedangkan aku hanya melihatnya melakukan hal itu. Dika langsung menarikku untuk duduk di bawah dan tentu saja aku mengikuti apa yang dia lakukan.


Yah suasana yang sudah hampir aku lupakan, akhirnya kembali aku rasakan. Perhatian dan suapan yang kini ingin ku lepas pada akhirnya aku harapkan lagi dalam hubungan ini. Apakah aku salah mempertahankan hubungan ini setelah apa yang dilakukan Dika padaku ?. Apakah aku bisa bertahan dengan sikap Dika yang masih saja mempertahankan keegoisannya dibandingkan dengan perasaan ku ?. Aku tidak bisa mencerna sesuatu saat ini, yang aku inginkan hanya ingin selalu bersamanya bahkan aku tidak ingin mengakhiri segalanya dengan begitu saja. Aku akan bertahan, yah bertahan agar hubungan ini bertahan. Itulah yang saat ini aku pikirkan ketika aku bersama Dika. Walau sesakit apa yang Dika berikan padaku, aku akan bertahan.


“Kenapa diam, ahhh buka mulutnya” kata Dika yang tiba-tiba mengalihkan pemikiranku


Aku pun tersenyum dan menuruti apa yang Dika katakan, setelah Dika memberiku satu suapan, dia pun memberikan suapan yang lain ke dirinya. Begitulah sampai makanan yang ada di depan kami habis tanpa sisa. Setelah itu, Dika langsung memberiku minum sampai aku dipaksa harus menghabiskan satu gelas itu. Aku yang awalnya tidak mau, terpaksa menghabiskan minuman itu. Dika langsung turun ke bawah mengambil minuman untuknya. Tidak lama kemudian Dika datang kembali dan duduk disampingku.


Aku yang saat itu sedang asik memainkan handphone, membuat Dika langsung menyandarkan kepalanya ke pundak ku. Aku membiarkan Dika bersandar padaku, hingga kemudian Dika mengatakan sesuatu


“Apa kamu masih tetap mau bersamaku ?” kata Dika


Aku yang sedang asik menggunakan handphone, langsng terdiam mendengar perkataan Dika


“Kenapa ?” tanya ku


“Aku ingin tahu jawabanmu” kata Dika

__ADS_1


“Apa yang kamu pikirkan?” kata ku


“Aku bukan lah orang berada, keluarga ku juga sudah kamu tahu bagaimana. Lalu sikapku padamu, tapi kenapa kamu bertahan?” tanya Dika yang masih saja bersandar di pundakku


“Entahlah, aku juga tidak tahu kenapa bisa seperti itu” kataku


“Lalu bagaimana ?” kata Dika


“Bagaimana apa ?” tanyaku yang langsung melihat Dika dan membuat Dika tidak bersandar lagi padaku


(Aaahhh tatapan itu lagi) kataku dalam batin


“Aku harus katakan padamu berapa kali lagi Dika, aku menyayangimu melebihi segalanya. Jika aku melihat dari apa yang kamu katakan, mungkin aku sudah lama meninggalkanmu. Tapi nyatanya bukan itu yang aku lihat darimu” kataku yang langsung mengusap wajahnya sambil melihatnya


“Lalu bagaimana akhir dari hubungan ini ?” kata Dika


“Hubungan ini akan berakhir di tempat yang seharusnya” kataku

__ADS_1


“Dimana ?” kata Dika


“Di pernikahan, bukankah kamu mengatakan akan menikahiku ?” kataku


“Apa keluarga mu akan setuju akan hal ini” kata Dika


“Maka buktikan kalau kamu memang pantas untukku kepada keluargaku dan aku akan mendukungmu bahkan membantumu” kataku


“Kenapa kamu begitu mencintaiku ?” kata Dika


“Aku juga tidak tahu kenapa bisa aku tergila-gila padamu” kataku yang melepaskan belaian itu dari tangannya


Hingga tiba-tiba tangan Dika menahan tanganku dan memegang tanganku. Tangan Dika yang dengan lembut mengusap telapak tanganku, lalu beberapa saat Dika mencium telapak tanganku dengan lembut


“Terima kasih” kata Dika yang langsung melihatku setelah mencium telapak tangan ku.


Aku hanya terdiam melihat Dika yang belum pernah seperti ini

__ADS_1


__ADS_2