Kandas

Kandas
Permulaan


__ADS_3

Waktu yang singkat membuat semua berjalan dengan baik, begitu juga dengan hubungan ku bersamanya. Hubungan yang selama ini semakin lama semakin menjauh akhirnya kembali pada tujuan yang sama. Semua memang butuh proses, seperti yang saat ini yang teradi dalam hubungan kami. Bila dikatakan hubungan yang kami jalani bisa dikatakan sudah cukup lama, dan pasti tidak sedikit masalah yang sudah kami hadapi. Walau pun begitu, aku selalu sabar dan menerima segalanya dari tingkah laku Dika maupun yang lainnya. Bahkan dengan kata lain, perempuan yang selalu berada di dekat Dika, semua sudah ku kenal. Tidak mudah untuk hubungan ini bisa bertahan, tapi aku yakin kami bisa menjalani segalanya.


Rasa kecewa, rasa sakit, rasa bahagia, sudah aku rasakan bersama Dika dan jelas saja tidak banyak rasa bahagia itu ada bersamanya. Tapi aku selalu berusaha menjadi yang terbaik dengan menerima segalanya. Walau jujur saja, aku lelah harus menahan segalanya bahkan aku tidak leluasa mengungkapkan apa yang aku inginkan kepada Dika, tapi aku tetap bertahan pada cinta yang membuatku lupa untuk membahagiakan diriku sendiri. Aku selalu menfokuskan kebahagiaan Dika dibandingkan kebahagiaan ku, sampai aku lupa bagaimana rasa bahagia itu sebenarnya.


Hubungan yang sudah lama kami jalani, tidak membuat aku memiliki rasa untuk mengakhiri atau rasa bosan yang sering dialami pasangan pada umumnya. Rasa bosan yang biasanya menjadi perusak hubungan akan selalu membuat perbedaan yang sering menonjol yang mengakibatkan hubungan itu akan semakin renggang. Sebenarnya aku tidak terlalu paham, rasa bosan seperti apa yang terjadi dalam hubungan yang sering dialami setiap pasangan. Karena bagiku, rasa bosan itu tidak pernah datang padaku. Aku memang hanya selalu merasa muak dengan tingkah Dika yang semakin lama semakin sulit ku pahami. Tapi rasa bosan dan bahkan untuk mengakhiri hubungan ini tidak pernah terlintas dalam pikiranku.


Aku tidak tahu apa Dika juga merasakan rasa bosan itu padaku atau tidak, tapi bagiku rasa bosan itu tidak pernah aku rasakan dalam hubungan ini. Saat aku sudah bersamanya, bahkan saat aku melihatnya tersenyum, yang aku rasakan adalah saat pertama kali aku jatuh cinta padanya. Rasa dimana aku kagum kepada sosok dirinya yang selalu membuat aku nyaman. Rasa itulah yang selalu muncul dalam hubungan kami, rasa yang semakin lama semakin dalam untuk hubungan ini, bahkan bisa dikatakan cinta dan sayangku untuknya tidak bisa tergantikan kepada orang lain. Dengan kata lain, aku telah menyerahkan hidupku seutuhnya kepada Dika yang kini menjadi alasan ku untuk terus melangkah ke arah yang lebih baik. Dan karena tingkahku yang selalu ingin selalu berada di dekatnya, membuat Dika sadar bahwa aku benar-benar mencintainya bahkan tidak ingin melepaskannya.

__ADS_1


****


Malam telah tiba, Dika yang akan berangkat kerja datang ke kost terlebih dahulu. Dan tentu saja aku sudah menanti dia dari tadi. Setelah aku mendengar suara motornya, aku langsung dengan cepat keluar untuk menghampiri dia.


“Ah sudah mau berangkat ya?” tanyaku


“Baiklah, selamat bekerja ya” kataku sambil memegang tangannya

__ADS_1


“Oke aman, kamu langsung tidur ya, jangan begadang mulu” kata Dika


“Iya… iya, ya udah berangkat sana, hati-hati ya?” kataku


“Siap bos” kata Dika yang langsung menyalakan motornya dan pergi dari hadapan ku.


Aku yang melihatnya pergi sampai tidak terlihat lagi dari pandanganku, akhirnya masuk kembali dan merebahkan badanku di tempat tidur. Yah hari yang panjang namun memiliki kesan yang indah membuat aku terlarut dalam imajinasi yang ku ciptakan sendiri untuk masa depan bersamanya

__ADS_1


__ADS_2