Kandas

Kandas
Menyerah


__ADS_3

Aku telah melakukan yang aku bisa, yah bertahan dalam kehancuran dan keterpurukan akan hubungan ini. Aku yang sudah lelah untuk bertahan pada akhirnya mengalah untuk menjauh dari segalanya termasuk dalam kehidupan Dika. Kehidupan yang hanya memberiku luka yang semakin dalam semakin tidak ada harapan. Aku yang sudah menyerah pada hubungan ini, akhirnya tidak mempedulikan Dika lagi.


Nomornya bahkan kedatangannya membuatku tidak ingin lagi. Semua kembali berjalan dengan baik, tanpa kehadirannya dan jelas saja aku merasa hampa, tapi aku bisa apa. Untuk apa aku bertahan pada hubungan yang nyatanya sudah tidak bisa kembali seperti dulu.


Selang beberapa minggu Dika kembali padaku dengan wajah yang membutuhkan seseorang di sampingnya. Aku yang awalnya menolak kedatangannya pada akhirnya membuka kembali hatiku padanya.


Saat Dika mengatakan bahawa Dika membutuhkan ku, yah Dika membutuhkan ku tapi aku juga membutuhkannya. Aku yang sudah terikat dengannya selalu menangis akan kepergiannya dari hidupku.


Cinta memang menyakitkan ya ?. Kenapa aku harus mencintaimu terlalu dalam, jika pada akhirnya cinta itu tidak berarti untuk mu. Aku yang tulus mencintaimu bahkan selalu memberimu semangat akan dirimu dalam melangkah. Ternyata kalah dengan seseorang yang lebih dekat dengan mu. Padahal aku yang pertama hadir dalam hidupmu, aku yang menemanimu, selalu memberimu waktu dan semangat ternyata kalah dengan perempuan yang memiliki kisah kehidupan yang sama dengan mu.


Dika telah kembali padaku, dengan wajah yang begitu membuatku sakit, yang pada akhirnya membuatku luluh.

__ADS_1


“Ada apa ?” kataku sambil duduk di dekatnya


“Sepertinya semua akan kembali seperti dulu” kata Dika“Maksudnya ?” kataku yang sedang kebingungan


“Apa kamu juga akan meninggalkan ku ?” kata Dika tiba-tiba sambil melihatku


Aku yang melihat Dika merasa sakit dan langsung mengalihkan pandangan ku darinya


Dika hanya terdiam


"Dika, seharusnya pertanyaan itu yang aku katakan padamu, bukan kamu yang mengatakan padaku” kataku sambal berdiri

__ADS_1


Dika yang masih terdiam, hanya melihatku yang berdiri dihadapannya


“Aku tidak tahu ada apa dengan mu, tapi aku sudah menemanimu saat ini. Ku harap kamu sudah merasa baikan. Jadi pulanglah dan istirahat, karena dia sedang menunggumu” kataku sambil melihat Dika


Dika masih saja terdiam tanpa mengatakan apa-apa. Hingga beberapa menit kemudian Dika pergi untuk pulang. Dan jelas saja aku sebenarnya tidak ingin dia pulang, aku ingin menahannya saat ini. Tapi aku bukan siapa-siapa baginya, bahkan aku seperti tidak punya hak akan dirinya kembali, karena nyatanya saat dia kembali ke kostnya maka sudah ada perempuan yang akan menyambutnya.


Aku hancur dan selalu menangis akan dirinya, aku seperti orang bodoh yang terus berharap pada lelaki yang bahkan tidak bisa aku gapai dengan mudah. Aku selalu berusaha bertahan bahkan menerima kehadirannya, karena ku pikir ketika Dika selalu ada di dekatku, mungkin Dika akan berubah dan jelas saja aku menanti akan hal itu darinya.


Apa aku egois akan perubahannya ?. Tidak semua ku lakukan agar aku bisa terus bertahan padanya. Aku selalu dekat dengan keluarganya agar aku bisa menjalin hubungan yang baik. Walau nyatanya Dika tidak seperti yang aku inginkan. Jelas memang jika Dika tidak mau kompak dengan keluarga ku, karena nyatanya keluarga ku hingga saat ini tidak merestui hubungan ini.


Yah hubungan yang sudah lama ku jalani, ternyata sampai saat ini tidak ada restu dari keluarga ku dan jelas saja karena itulah Dika menyerah akan hubungan ini dan mencari seseorang yang membuatnya merasa dihargai.

__ADS_1


__ADS_2