
Kami menghabiskan waktu yang begitu melelahkan, hingga akhirnya jam untuk memulai kegiatan kampus akan dimulai. Tentu saja aku belum makan saat itu dan menunggu makanan yang di bawa Dika. Tiba-tiba bunyi nada dering ku pun berbunyi
*Panggilan*
“Aku sudah di bawah” kata Dika yang langsung mengakhiri panggilan
Aku pun dengan cepat turun kebawah sambil membawa uang untuk membayar makanan yang dia belikan padaku. Saat aku mendekatinya, tidak ada bungkus nasi atau apapun yang dibawakan.
“Kamu baru datang atau bagaimana ?” tanyaku melihat sekeliling
“Baru kok, oh iya tunggu ya” kata Dika yang turun dari motornya lalu membuka jok motornya.
Aku yang sedikit bingung hanya melihat Dika yang sibuk sendiri, hingga aku melihat sebuah bekal yang dibuat Dika. Aku yang terkejut dengan hal itu, hanya bisa terdiam dan tidak menyangka Dika melakukan hal ini untukku
“Ini makan yang kamu minta tadi” kata Dika
__ADS_1
“Kok disini, kamu masak?” tanyaku
“Aku khusus memasaknya untukmu” kata Dika yang tersenyum
“Ha yang benar ?” tanya ku keheranan
“Iya loh, kayak gak percaya aja. Aku masakin khusus untukmu, ada ikan, sayur, dan nasi yang banyak. Jadi kamu harus menghabiskan tanpa ada sisa ya” kata Dika
“Hahahhaa padahal aku pikir kamu bakalan beli, bukan masak” kataku
“Astaga, pasti aku sangat menghargainya lah. Apalagi ini pertama kali kamu masak untukku, bukankah itu hal yang benar-benar mengejutkan ?” kataku menggodanya
“Biasa saja tuh” kata Dika yang tersenyum
“Makasih ya, maaf sudah membuat mu repot” kataku
__ADS_1
“Iya iya, ya sudah aku balik ya” kata Dika yang langsung siap-siap pergi
“Ah, iya nanti kabari ya kalau sudah sampai” kataku
“Siap” kata Dika yang langsung pergi
Aku yang melihat Dika yang semakin jauh, akhirnya melangkahkan kaki ku kembali ke ruangan, dan jelas saja teman-teman yang melihat kami langsung menggangguku
“Uuuhh kalian udah baikan kayak gini kan seru tahu” kata teman seruangan
“Iya dong, pokoknya dia adalah yang terbaik” kataku memuji pasanganku sendiri
Kami pada akhirnya tertawa bersama saat itu juga dan langsung menuju tempat kegiatan kampus dimulai. Yah bisa dikatakan karena waktu yang sempit membuat aku menjadi lupa untuk makan dan jelas saja aku tidak menyentuh sama sekali makanan yang dimasak Dika untukku. Hingga sampai aku pulang dan sesampainya di kost, saat aku membuka tasku. Aku baru sadar bahwa bekali itu masih utuh tanpa tersentuh sedikit pun.
Dengan cepat aku membuka bekal itu, karena aku penasaran bagaimana dia menata makanan itu. Seperti yang dikatakan ada sayur, ikan dan nasi dan itu memang hal yang sederhana. Walau sederhana itu adalah hal yang membahagiakan untukku. Aku yang tidak menunggu waktu lama lagi, aku pun memakannya dengan senyum-senyum sendiri. Berharap aku bisa merasakan masakannya lagi untuk seterusnya, karena selama ini aku yang selalu masak untuknya. Memberi dia sarapan dan makan siang dan terkadang juga membuat makan malamnya. Aku selalu menyediakan beberapa kebutuhan makannya dan itu seperti sudah kebiasaan ku yang kini harus ku lakukan untukknya.
__ADS_1
Hal yang sederhana namun memiliki makna yang dalam adalah hal yang selama ini ku harapkan darinya. Bisa dikatakan aku selalu memberikan hal yang sederhana untuknya, karena itu akan selalu membuat Dika mengingat akan diriku. Hal sederhana yang membuat Dika tidak bisa menjauh dari kehidupanku dan itulah yang ku harapkan darinya. Walau jarang ku dapat, tapi sebuah membutuhkan proses yang panjang. Dan setidaknya semua akan berjalan dengan seiring waktu dan semoga saja aku bisa merasakan hal ini dari Dika setiap saat.