Kandas

Kandas
Sakit


__ADS_3

Aku pun dengan cepat mengirim lamaran Dika dimalam itu juga dan berharap Dika diterima kerja saat itu. Menunggu panggilan dari tempat lamaran, Dika masih memfokuskan diri bekerja di tempat saudaranya dan pastinya dengan ku juga. Semua kami lalui seperti biasa. Hingga suatu hari. aku mengalami demam yang cukup tinggi. Walau begitu aku tetap melakukan aktivitas walau jalanku sudah tidak seimbang. Awalnya ku pikir tidak akan memburuk setrlah aku istirahat. Tapi nyatanya tidak seperti itu, semakin lama suhu tubuhku semakin hangat sedangkan perasaan ku semakin dingin. Hingga berangkat ke kampus pun aku menggunakan jaket. Padahal daerah tempat aku menimba ilmu adalah daerah panas yang dengan mudah membuat mu berkeringkat. Tapi bagiku tempat itu begitu dingin yang selalu membuat aku ingin tidur berbalutkan selimut.


Dengan cepat ku ambilkan handphone ku dan mengabari Dika saat itu.


"Pesan Singkat"


"Dika, boleh aku minta tolong ?" kataku


"Ada apa ?" kata Dika dengan cepat


"Kurasa aku sudah mulai demam, bolehkan aku memintamu membelikan obat?" kataku


"Baiklah, kabari nanti kalau sudah pulang ya biar sekalian aku antar" kata Dika


Aku pun tidak membalas lagi chat Dika karena saat itu perkuliahan telah di mulai. Selama perkuliahan, aku hanya berusaha konsentrasi walau jujur aku benar-benar pusing saat itu. Tapi aku tidak ingin menyusahkan siapa-siapa saat itu. Hingga waktu pulang pun tiba, aku dengan cepat memberitahu Dika saat itu.

__ADS_1


"Pesan Singkat"


"Aku sudah pulang, ku tunggu di tempat biasa ya" kataku


Tidak beberapa lama kemudian, aku melihat Dika yang sudah datang, lalu dengan cepat aku langsung berboncengan dengannya. Selama di perjalanan. aku memegang pundak Dika, dikarenakan keadaan ku yang semakin lama semakin sulit untuk berdiri tegak.


Sesampainya di tempat Dika, aku langsung ke tempat tidurnya dan beristirahat saat itu. Sedangkan Dika pergi entah kemana, aku tidak peduli saat itu karena keadaannku yang semakin lama semakin lemas. Ku pejamkan mataku dalam beberapa menit yang membuat aku sedikit nyaman, hingga tiba-tiba Dika datang menghampiri ku.


"Vita, ayo makan dulu" kata Dika yang memegang pundakku


"Ayolah, biar minum obat" kata Dika yang menarik tangan ku agar berada dalam posisi duduk.


Aku pun menuruti perkataan Dika, dan dengan cepat Dika langsung menyuapi aku makan. Aku hanya terdiam dan menuruti apa yang Dika lakukan padaku. Setelah selesai makan, Dika juga langsung memberikan obat padaku. Saat semua sudah ku lakukan, akhirnya aku pun berbaring kembali. Aku yang merasa kedinginan dengan cepat mengambil selimut. Melihat hal itu, Dika langsung memberikan padaku sambil memelukku


"Jangan sakit kamu Vit, kalau sakit nanti kamu, siapa yang ngurus aku disini" kata Dika yang masih memelukku

__ADS_1


"Kan cuman demam aja nya aku" kataku


"Walaupun, harus sembuh kamu ya" kata Dika


"Iya... iya besok udah sembuh kok aku" kataku sambil mengeluskan tangan ku di rambutnya


"Harus ya, ya udah istirahat lah ya. Nanti kalau udah sore ku antar kamu pulang ya" kata Dika yang melepaskan pelukan itu dan pergi meninggalkan aku untuk istirahat.


Aku pun kembali tidur. hingga waktu yang sudah lama membuat aku masih terlelap dalam selimut yang hangat. Yang kemudian Dika datang menghampiri ku sambil memegang keningku. Aku yang merasakan hal itu, langsung terbangun dan melihat Dika yang duduk di sampingku.


"Udah jam berapa ?" kataku


"Sudah sore, aku antar pulang ya, biar kamu istirahat lagi" kata Dika


Aku hanya menganggukkan kepalaku dan bersiap-siap untuk pulang. Dan tentu saja Dika yang mengantarku hingga sampai di kost.

__ADS_1


__ADS_2