
Begitulah kegiatan yang kami lakukan setiap hari. Di jemput lalu diantar pulang. Tak pernah terlwatkan sehari tanpa adanya pertemuan. Aku yang semakin lama semakin menyayanginya sedalam mungkin tanpa berpikir untuk berpaling darinya. Dan ku harap Dika juga seperti itu padaku.
Hingga tiba-tiba aku yang memegang handphonenya melihat chat grup dimana mereka melakukan taruhan untuk mendekati perempuan.
"Apa ini ?" kataku sambil menunjukkan chat
"Oh itu, mereka buat lomba gitu " kata Dika dengan santainya
"Trus kau ikutan gitu ?" kataku dengan nada marah
"Yah gak lah, kan ada kamu ngapain aku ikut coba" kata Dika
"Gak bohongkan ?" kataku.
"Iyaloh, ngapain aku harus bohong sih, kan udah ada kamu" kata Dika menggodaku
Aku pun hanya terdiam dengan sikap Dika. Yah bagaimana pun aku tidak bisa melarang dia setiap saat, karena bila itu ku lakukan maka dia akan tertekan dengan ku. Aku berusaha memberikan terbaik dalam hubungan ini, karena bagiku mempertahankan hubungan adalah hal yang begitu sulit. Aku menghilangkan rasa egois yang ku miliki untuk bisa bertahan dengannya.
__ADS_1
Yah selama beberapa hari, Dika pun sulit untuk memberi kabar bahkan biasanya dia akan menjemputku tapi ternyata tidak. Aku tidak memikirkan apa-apa saat itu, karena aku percaya bahwa dia adalah orang yang setia. Aku menaruh segala kepercayaan dan sayang ku untuknya.
Akhir pekan pun datang, Dika datang ke tempat ku lalu mengajak ke tempatnya. Aku dengan cepat siap-siap dan menghampirinya. Sesampainya disana, Dika hanya mendiamin aku tanpa ada kata apapun. Aku pun sibuk memainkan handphone ku karena sikapnya. Hingga tiba-tiba temannya datang mengajaknya untuk bermain futsal. Dika dengan cepat langsung mengiyakan ajakan mereka. Aku yang melihat hal itu dengan kesal dengan Dika
"Antar aku pulang" kataku dengan nada marah
"Kenapa sih, gak usah aneh-aneh deh" kata Dika dengan nada marah juga
"Aneh-aneh katamu, dari tadi yang aneh emang siapa ?" aktaku
"Kamu maunya apa sih?" kata Dika
"Kan kau pengen ketemu ya udah aku jemput" kata Dika
"Ha aku ? Kapan aku mintanya ?" kataku
"Udah deh, aku mau main futsal, kau ikut apa gak ?" kata Dika
__ADS_1
"Aku mau pulang, urus aja teman-teman mu" kataku
"Ya udah kalau gitu" kata Dika
"Antar aku pulang," kataku kembali
"Tunggu kalau gitu" kata Dika
"Gak, aku mau sekarang" kataku dengan marah
Dika yang juga marah, mencampakkan kursi ke seberang. Aku yang terkejut melihat hal itu, hanya bisa menangis dan tertunduk. Sedangkan Dika langsung pergi mengambil kunci motor dan menghidupkannya. Aku rasanya ingin pergi dari tempat itu, tapi aku tidak memiliki rasa keberanian.
"Cepat" kata Dika
Aku pun menuruti Dika, selama diperjalanan aku dan Dika tidak ada bicara. Aku masih menangis di belakangnya tanpa ditahu Dika. Sedangkan Dika dengan cepat melajukan motornya tanpa memperdulikan aku yang tidak berpegangan pada apapun. Saat sudah dekat dengan tempat tinggalku, aku pun berbicara
"Aku turun disini" kataku
__ADS_1
Dika yang mendengar hal itu langsung memghentikan motornya. Lalu saat aku turun, Dika langsung pergi tanpa mengatakan apa-apa. Sakit rasanya diperlakukan seperti ini, tak di hargai oleh orang yang benar-benar kau sayang. Lebih mengutamakan teman dibandingkan aku pacarnya. Apa salahnya bila aku egois disini. Karena nyatanya selama beberapa hari ini kami tidak saling komunikasian, tapi saat kedatangannya malah seperti tak di anggap. Aku menangis sepanjang jalan menuju tempat tinggal ku, dan mengingat apa yang telah dilakukan pada ku.
"Ahhh.... itu menyakitiku Dika"