Kandas

Kandas
Akhir Segalanya


__ADS_3

Yah akhir dari hubungan yang ku pertahankan hanya bertahan sampai saat ini. Hubungan yang dulu ingin ku akhiri karena permasalahan keluarganya yang sebenarnya sudah membuat semua tantangan bagiku, yang pada akhirnya ku pertahankan ternyata sia-sia. Bahkan segala usaha yang aku lakukan terbuang sia-sia. Semuanya, yah semuanya telah hancur. Perasaan dan hatiku yang masih saja tidak percaya akan apa yang terjadi membuat semuanya menyakitkan untukku. Aku berpura-pura tersenyum pada hati yang hancur.


Aku melepaskan seseorang yang ku pikir akan menjadi orang yang selalu ada untukku, orang yang dulu aku banggakan, bahkan karena dirinya aku melawan orangtua ku yang telah menentang hubungan ini. Aku melepaskan sosok laki-laki yang ku pikir dia adalah laki-laki yang akan selalu bersama ku dalam suka dan duka, aku merelakan seorang lelaki yang ku pikir akan selalu menjadi pendampingku sampai sebuah janji suci terucap. Tapi semua telah hancur, dia membuktikan bahwa dia bukanlah sosok yang pantas untukku.


Sakit tapi tidak berdarah, itulah yang aku rasakan. Dan semua itu sangat membekas padaku bahkan sampai aku takut untuk memulai melangkah pada sesuatu yang sulit untuk ku buka kembali.


Apakah aku bisa melepasnya begitu saja ?

__ADS_1


Apakah aku rela dipermainkan seperti ini ?


Apakah selama ini aku selalu dibohongi oleh mereka ?


Apakah aku yang terlalu bodoh percaya akan dirinya ?


Apakah perempuan itu sengaja melakukan hal ini padaku ?

__ADS_1


Apakah saat Dika mengatakan lagi bersama temannya, padahal sedang bersama perempuan itu ?


Semua pertanyaan itu tidak bisa ku jawab, semuanya bahkan sampai membuatku lelah untuk berpikir secara jernih. Aku yang tidak tahu harus bagaimana, akhirnya aku menutup mata dan telinga, berharap apa yang aku lihat malam itu dan yang aku dengar hari itu segera menghilang dari ingatan ku untuk selamanya, yah aku berusaha melupakannya dengan menyibukkan diri. Tapi semakin aku menyibukkan diri semakin jelas terlintas dalam pikiranku akan kekecewaan ku untuk mereka.


Bahkan sampai akhir Dika tidak memberiku penjelasan, semuanya seperti tidak terjadi apa-apa. Semenjak kejadian itu, Dika seperti menghilang dari hadapanku, tanpa ada kata maaf, tanpa ada penjelasan, dan tanpa ada kata putus darinya. Seperti tidak memiliki permasalahan yang harus diselesaikan. Yang seharusnya setiap tengah malam aku berada diluar bersamanya, ternyata sekarang tidak ada, bahkan biasanya aku datang ke kost nya saat pulang kuliah. Sekarang tidak ada, semuanya seperti angin yang berhembus entah kemana.


Setelah apa yang terjadi, aku belajar untuk mengikhlaskan dirinya, karena nyatanya aku yang paling terluka disini, aku yang menahan sakit disini, tapi bagi mereka, akulah yang menjadi pemicu hubungan ini hancur, karena aku yang selalu mempertahankan keegoisanku terhadap Dika. Aku sampai tidak tahu, keegoisan ku yang mana membuat mereka menyalahkan ku ?. Semuanya benar-benar berbalik padaku, aku perempuan yang terluka, tapi aku perempuan yang paling bersalah disini.

__ADS_1


Sedangkan perempuan itu yang hanya baru hadir dalam hidupnya menjadi paling benar dalam hidup Dika. Dika yang mendambakan perhatian yang langsung bahkan bisa didapat Dika setiap hari saat bersama perempuan itu, membuat Dika menyalahkan aku yang tidak bisa ada bersama dia setiap saat. Dika menyalahkan posisiku yang sedang kuliah, karena sibuk dengan perkuliahanku daripada dirinya.


Dan setiap malam, saat aku lelah, maka kabar dariku tidak ada untuknya, membuat Dika menyalahkan aku dan jelas saja aku benar-benar tidak paham pemikiran Dika saat itu juga. Sulit untuk menjelaskan tapi sakit untuk di ingat.


__ADS_2