Kandas

Kandas
Sakit yang dalam


__ADS_3

Kenapa dengan mudahnya mereka melakukan hal ini di belakang ku, aku yang masih percaya akan mereka yang mengatakan bahwa mereka tidak akan memiliki hubungan, saat perempuan itu telah bersumpah di bawah foto abangnya yang telah meninggal.


Kenapa dengan mudahnya dia bersumpah akan hal yang tidak benar ?.


Apakah segitu mudahnya aku di tipu sehingga mereka memperlakukan aku seperti ini ?.


Apa yang sudah aku lakukan, sehingga mereka tega melakukan hal ini padaku ?.


Sesalah apa aku dimata Dika sampai mereka bermain dibelakangku?.


Semua pertanyaan datang menghampiriku, ku pikir semua telah selesai malam itu, tapi ternyata semua hanya omongan belaka. Dika memperlakukan aku layaknya perempuan yang tidak memiliki arti apa-apa. Dika menunjukkan bahwa aku adalah wanita yang dengan mudah dikendalikan, sakit sampai air mataku tidak lagi menetes saat itu.


Aku mencoba memikirkan hal lain yang dapat membuat aku merasa tenang, tapi nyatanya tidak ada yang bisa membuat aku tenang, semuanya ternyata hanya sandiwara. Sandiwara yang benar-benar sempurna, hingga aku dengan mudah menerima apa yang mereka katakan. Aku tidak bisa menahan segalanya, sakit hati, terluka, tersakiti, terkhianati, dibohongi, diduain, semuanya.

__ADS_1


Semuanya bermain dengan sempurna dengan hubungan yang sudah lama kami jalani. Aku yang selalu mempercayai Dika bahkan tidak berpikir bahwa Dika akan melakukan hal ini padaku, akhirnya semua membuat aku terdiam. Aku menangis seorang diri yang bahkan tidak bisa membuat aku tenang, kehadiranku, air mataku, tidak dapat mengobati rasa yang aku peroleh dari hubungan ini.


*****


Setelah pulang dari kampus dengan lemasnya aku melangkahkan kaki ku ke kost, selama diperjalanan dari simpang kost, aku selalu memikirkan segalanya.


Bagaimana bisa aku dengan mudahnya tertipu akan sikap mereka ?


Kenapa aku bisa tidak sadar akan apa yang sedang terjadi dengan sikap Dika ?


Lalu bagaimana jadinya jika aku pulang ke kampung dan membiarkan mereka berdua berada di sini ?


Apa yang akan mereka lakukan saat aku sudah pergi jauh ?

__ADS_1


Semuanya membuat aku sesak hingga sulit untuk ku berpikir dan melangkah ke depan. Semuanya membuat aku seperti orang yang tidak memiliki arah yang pasti.


Dika, apakah kamu merasakan apa yang aku aku rasakan? Kenapa kamu tega melakukan hal ini padaku ? Padahal aku selalu berusaha memberikan terbaik akan hubungan ini, bahkan aku berharap hubungan ini bertahan, tapi balasannya adalah pengkhianatan. Dika, aku hancur, aku terpuruk tapi kamu tidak mempedulikan hal itu. Kamu malah menyalahkan aku yang menjadi penyebab hubungan ini hancur.


...Aaaahhhh semuanya benar-benar menyakitkan !!!!...


Setelah aku sampai di kost, aku menenangkan diriku sendiri dengan membaringkan badanku ke tempat tidur sambil menutup mata. Ku sandarkan tangan ku ke keningku dan tanpa sadar aku meneteskan air mataku. Air mata yang tidak mau berhenti dan semakin lama semakin deras dan tak terkendali. Hingga akhirnya aku merasa lelah dan terlelap dalam tidur yang penuh dengan air mata.


Apakah kalian bisa merasakan apa yang aku rasa ?


Terluka, hancur dan tidak bisa melakukan hal yang sebenarnya bisa aku lakukan. Aku mungkin bisa saja menyakiti atau menampar perempuan itu, atau bahkan aku mungkin bisa mempermalukan perempuan itu dikalangan umum. Tapi nyatanya aku tidak mau, sakit jelas saja, bahkan rasa sakit itu terus terngiang dalam pikiran ku. Tapi aku bisa apa ?, aku bukan perempuan yang dengan bodoh mempermalukan keadaan yang ada.


Aku yang datang ke kota ini hanya ingin melanjutkan sekolah ku, dan adapun halangan yang aku dapat adalah ketika aku lebih mengutamakan perasaan ku untuknya dibandingkan dengan perkuliahan ku. Syukurnya perkuliahan ku tidak terganggu bahkan lebih baik kedepannya, karena itu, aku tidak mau membuat usahaku hancur karena masalah ini. Karena itu, aku menahan segalanya, bahkan rasa kecewa ku untuk Dika dan perempuan itu. Aku memendamnya seorang diri dan itu sangat menyakitkan untukku.

__ADS_1


__ADS_2