
Rutinitas yang kini ku jalani, membuat semua menjadi biasa-biasa saja. Sesampainya di ruangan, aku kembali merenung dengan hubungan yang saat ini ku jalani. Hingga akhirnya aku teringat bahwa Dika akan menjemputku setelah pulang kuliah. Dengan cepat suasana hatiku bahagia bahkan aku selalu melihat waktu yang menurutku begitu lama berputar.
Waktu pulang kuliah tiba, aku langsung menghubungi Dika saat itu. Menunggu responnya, aku menunggu Dika ditempat biasa. Tapi hingga beberapa kali, Dika tidak mengangkatnya. Bahkan pesan yang aku kirim pun tidak ada balasan sama sekali. Hampir setengah jam aku menanti, tapi kabar Dika tidak ku dapati. Aku pun langsung pulang ke kost dengan wajah yang kesal dan sedih. Karena nyatanya Dika tidak merespon apa pun tentang telepon ku dan pesan ku.
__ADS_1
Sesampainya di kost hingga aku ketiduran hingga malam, kabar Dika juga tidak ada. Rasa kesalku semakin dalam untukknya, hingga akhirnya aku tidak lagi mempedulikan Dika. Kebiasaan Dika memang tidak pernah berubah, pengen di pahami sedangkan dia tidak bisa memahami. Aku yang selalu mengalah untuknya, terkadang ingin melepaskan dirinya. Twrkadang aku memberanikan diri untuk mengatakan hal itu. Tapi setiap aku ingin melakukan hal itu, Dika seperti tahu, lalu memberikan perhatian yang lebih dari yang ku harapkan. Yang pada akhirnya membuat aku kembali luluh padanya.
****
__ADS_1
Malam pun tiba, handphoneku yang sunyi tiba-tiba berdering. Aku yang melihat nama kontak itu langsung mencampakkan handphone ku. Tidak ingin diganggu adalah prioritasku saat itu termasuk kehadiran Dika. Handphone ku yang terus berdering membuatku kesal, hingga aku mematikan nada deringnya. Lalu membiarkan bergetar beberapa kali. Malam yang panjang itu, membuatku menangis kembali dengan sikap Dika padaku. Karena nyatanya, aku yakin Dika menghubungiku karena dia membutuhkan seseorang saat ini. Sedangkan aku yang selalu menanti kehadirannya tidak pernah di anggap. Aku ingin dia merasakan apa yang aku rasakan saat ini, ketika perasaan ku yang selalu mengkhawatirkan dia yang jauh disana. Setelah beberapa kali handphone ku berdering akhirnya berakhir juga. Ku pikir ketika aku tidak menerima panggilan ku, maka dia akan datang ke tempatku. Ku tunggu hingga tengah malam. Tapi ternyata harapan ku yang tinggi semakin sia-sia.
"Aaahhhh malam ku terbuang sia-sia lagi" kataku dalam hati sambil menangis
__ADS_1
Kembali terluka adalah hal yang biasa aku alami bersamanya. Tidak ada kebahagian yang bertahan lama dalam hubungan ini. Ketika kebahagiaan itu sudah mampir dalam hidupku, maka beberapa menit kemudian akan berubah menjadi air mata yang bertahan dalam beberapa hari. Iri dengan hubungan teman-teman yang lain, tapi semua hanyalah percuma untuk ku lakukan bersama Dika.