
Setelah beberapa kali aku menghubunginya, akhirnya Dika mengangkat video call yang aku lakukan. Dengan wajah yang masih lemas, Dika menghadapkan wajahnya tepat di kamera dengan posisi duduk.
“Ada apa?” kata Dika dengan lemas
“Kok ada apa ? Kan aku mau tahu kabar kamu” kataku
“Ini aku masih lemas, makanya aku mau tidur” kata Dika
“Oh benaran mau tidur?” kataku
“Iya aku mau tidur, besok saja kita sambung ya. Aku ingin istirahat” kata Dika
“Baiklah kalau kamu memang mau tidur” kataku dengan wajah tersenyum
“Udah ya aku matikan” kata Dika yang langsung mengakhiri panggilan.
Aku tidak bisa mengatakan apa-apa, karena dengan kata lain Dika tidak tahu aku ada dimana dan dengan siapa. Karena nyatanya aku tidak memberitahu Dika kalau aku sedang beada di tempat temanku yang dekat dengan kost Dika. Dalam beberapa menit kemudian, aku siap-siap untuk menemui Dika.
Jam setengah sepuluh malam, aku mengajak teman ku, jujur saja teman ku tidak mengetahui apa yang aku rencanakan.
“Temani aku yuk ke tempat Dika” kataku
__ADS_1
“Ha, kakak mau ngapain ?” kata Ina
“Mau melabrak Dika sama perempuan lain” kataku dengan wajah tertawa
“Ha serius kak ?” kata Ina dengan heran
“Mau ikut atau gak ?” kataku
“Oh pastinya aku ikut dong” kata Ina dengan tertawa juga
Kami pun pergi jalan kaki ke tempat Dika, sedangkan temanku yang menjadi tempat kami menginap, hanya menunggu di rumah saat itu. Jujur selama di perjalanan, aku selalu menunjukkan kecerian yang tidak biasa, walau jujur saja hatiku sedang tidak tenang, aku merasa takut untuk malam ini, karena bagiku semua yang aku lakukan hari ini adalah hari dimana semua akan terungkap. Aku takut hubungan yang aku jalani adalah kebohongan. Aku sebenarnya ingin berhenti dan tidak ingin melanjutkan hal ini, tapi rasa penasaranku menghampiriku.
Sesampainya aku di tempat Dika, aku melihat kakak itu sudah ada disana, dan dengan cepat aku menghampiri kakak itu. Kakak itu kemudian mengajak ku untuk masuk ke tempat Dika.
Mendengar hal itu, aku benar-benar syok saat itu juga. Bagaimana dengan teganya, Dika melakukan hal ini padaku, padahal baru beberapa menit Dika dan aku saling video call, lalu sekarang Dika bersama perempuan itu. Apa yang sudah terjadi, aku benar-benar terdiam, aku benar-benar hancur. Teman ku yang melihat hal ini hanya terdiam dan seperti tidak percaya akan apa yang terjadi padaku. Karena pada awalnya, dia berpikir kalau aku sedang bercanda tapi ternyata tidak.
“Adek datang saja ke kost ku, pura-pura kalau adek cari Dika” kata kakak itu
“Bagaimana aku bisa lakukan hal itu kak ?” kataku yang gemetaran karena tidak bisa mengatakan apa-apa lagi
“Kakak tenang dulu” kata Ina
__ADS_1
“Tenang ?, dimana nya aku harus tenang ketika kamu tahu pacarmu bersama perempuan lain dan berada di ruang yang sama malam-malam begini” kataku dengan marah
Mereka yang melihatku tidak bisa mengatakan apa-apa
“Begini saja, kalau adek gak bisa tenang, kita gagalkan saja malam ini” kata kakak
Mendengar hal itu aku tidak bisa terima
“Bagaimana aku bisa mendiamkan mereka kak, sebentar lagi adalah hari natal. Dan aku akan pulang kampung, sedangkan Dika tidak. Lalu selama libur, aku membiarkan mereka bersama ?” kataku
Mereka tetap terdiam tanpa bisa membantuku untuk berpikir jernih.
“Aku ingin bertemu kak, bagaimana pun caranya ?” kata ku
“Tapi dengan emosi mu yang seperti ini, kalian akan saling menyakiti” kata kakak
“Benar kak, itu tidak baik” kata Ina
“Lalu aku harus membiarkan semua ini sampai kapan, sampai aku baru balik dari kampung dan membiarkan mereka bersenang-senang?” kataku
“Baiklah tapi kendalikan dulu pikiran kakak” kata Ina
__ADS_1
Aku menahan segalanya, dengan menarik nafas sepanjang mungkin lalu berusaha tenang. Karena saat ini aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Tapi jujur semua membuatku sesak.