
Dika memindahkan tangannya ke leher ku dan mempertahankan posisi yang saat itu benar-benar membuatku malu. Aku pun memalingkan pandangan ku kembali.
"Kenapa ?" kata Dika
"Apanya ?" kataku yang langsung melihat Dika dan kami pun saling bertatapan lagi.l
"Kenapa memalingkan wajah mu tadi?" tanya Dika
"Ah, tidak ada apa-apa kok" kataku kembali
"Bukankah dari tadi kamu sudah puas melihatku, kenapa sekarang kamu malah diam" kata Dika yang mengggodaku
"Kamu sudah bangun ya tadi, kok malah diam aja" kataku yang terkejut
"Habisnya kamu menatapku begitu dalam sampai buat aku risih" kata Dika
"Dasar licik" kataku sambil memegang tangan Dika yang ada di leherku
Tapi Dika tetap menahannya dengan kuat
"Aauuu," kataku
"Makanya kamu diam" kata Dika
"Mang untuk apa sih posisi kayak gini" kata ku
"Bukan kah kamu suka hal yang romantis ?" kata Dika
Mendengar hal itu, aku pun terdiam
"Aku hanya ingin melakukan hal seperti ini untuk mu" kata Dika
__ADS_1
"Setelah kita seperti ini, apa yang harua kita lakukan ?" kataku sambil membalas tatapan Dika
"Menurut mu ?" tanya Dika
"Menurutku sih.... Sebaiknya kamu bangun dan balik ke kost, karena waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam" kataku
Sesaat Dika hanya terdiam
"Apa sudah malam ?" kata Dika yang langsung beranjak bangun
"Hahahaaa" tawaku yang lepas begitu saja membuat Dika terdiam
"Wah sepertinya kamu senang banget ya ?" kata Dika yang mendekatkan wajahnya padaku
"Ahh,, kenapa kamu dekatin lagi wajahmu sama ku sih ?" kataku sambil mendorong Dika
"Entahlah, seperti aku ingin sesuatu" kata Dika
"Hem lupakan saja" kata Dika yang langsung berdiri dan siap-siap untuk balik.
Aku yang melihat Dika yang sedang siap-siap, membuat aku ingin menahannya saat itu juga. Rasa untuk tidak ditinggal olehnya membayangi diriku saat melihat Dika balik dari tempatku.
Aku melangkahkan kaki saat itu juga kepadanya dan memeluknya dari belakang. Dika pun berhenti beres-beres saat itu
"Ada apa ?" kata Dika
"Aku ingin kamu disini" kataku yang masih memeluknya
"Hemm seperti akan susah" kata Dika
"Haaa .... Menyebalkan" kata ku yang melepaskan pelukan saat itu.
__ADS_1
Hingga tiba-tiba Dika menahan tangan ku dan membalikkan badannya menghadap padaku. Dika pun membuat kedua tangannya di wajahku sambil menatap aku
"Kamu memang menggemaskan ya" kata Dika yang tersenyum
"Apapun itu tapi aku ingin kamu" kataku membalas tatapan itu
"Ahhh sial" kata Dika
"Hhmmmm" bisik ku dengan pelan sambil memiringkan sedikit kepalaku
Dengan cepat Dika langsung mencium bibirku saat itu. Aku yang kaget dengan sikap Dika, hanya terdiam. Sedangkan Dika tetap mencium ku dengan mata tertutup. Hingga kemudian Dika membuka matanya dan melihat aku yang masih terdiam
"Kenapa malah buka mata ?" kata Dika
"Ah, itu... aku... " kata ku dengan gugup
"Apa kamu tidak suka ?" kata Dika
"Bukan itu, hanya saja ini untuk kedua kalinya kamu mencium ku" kata ku
"Yang kedua ?" Lalu yang pertama kapan ?" kata Dika dengan penasaran
"Kamu lupa atau pura-pura lupa. Tentu saja saat kamu menciumku lalu lari hingga menendang pot bunga yang ada di depan" kataku sambil tertawa kecil
"Ha, kamu masih ingat hal itu" kata Dika yang menepuk tangannya di kepala
"Tentu saja, bukankah itu kenangan yang indah namun lucu juga" kataku sambil menggodanya....
"Aiih lupakan saja," kata Dika
Aku pun tertawa kecil saat itu, sedangkan Dika hanya geleng-geleng kepala. Dengan sikap Dika yang seperti ini, membuat aku semakin menyayanginya bahka ingin bersamanya untuk selamanya.
__ADS_1