Kandas

Kandas
Kebodohan ku


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian handphone ku berbunyi menandakan pesan telah datang. Dika menghubungi ku. awalnya ku pikir dia akan meminta maaf atas apa yang dilakukan padaku. Tapi nyatanya berbeda dari yang ku harapkan. Dika hanya meminta bantuan padaku. Awalnya aku berpikir apakah aku harus membantunya saat dia melakukan hal ini padaku?. Tapi aku tidak bisa melihat Dika yang kesulitan. Maka dengan waktu yang lama, akhirnya aku membalas pesan darinya.


"Pesan Singkat"


"Ada apa ?" kataku


"Kamu dimana, aku butuh kamu" kata Dika


"Aku di kost" jawabku dengan singkat


Tak ada balasan saat itu juga, aku pun kembali dengan berbaring di tempat tidur untuk istirahat setelah pulang kuliah. Saat aku menutup mata. ada suara yang memanggil nama ku dari luar. Awalnya aku mengira itu hanya perasaan ku saja, tapi panggilan itu masih ada. Lalu dengan cepat handphone ku berbunyi melihat Dika menghubungi ku. Saat itu aku sadar bahwa Dika yang memanggilku dari luar. Dengan cepat aku pun keluar menghampiri dia yang sudah berada di depan gerbang kost.


"Kau sudah datang ?" kataku sambil membuka gerbang


"Boleh aku masuk ?" kata Dika


Aku hanya menganggukkan kepalaku dan membuka lebar-lebar gerbang agar sepeda motornya tidak berada di jalan. Dika pun masuk, lalu duduk. Aku yang melihat dia yang tidak semangat membuatku penasaran.


"Kenapa ?" kataku


"Aahh.. aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana" kata Dika sambil melihat langit-langit kost


"Emang kamu kenapa ?" tanya ku kembali

__ADS_1


"Mama meminta uang padaku" kata Dika


"Uang apa ?" kataku


"Uang kontrakan di kampung. itu bukan rumah kami tapi rumah saudara, dan kami harus membayar pertahun satu juta" kata Dika


"Lalu sekarang bagaimana?" kataku


"Aku punya uang darimana ?. Kamu lihat sendiri gajiku gak cukup untuk biayaku disini, apalagi sekarang mama minta sama ku" kata Dika yang tertunduk lemas


Aku yang melihat Dika yang terdiam membuatku merasa kasihan.


"Lalu sudah berapa yang ada ?" tanya ku


"Aku ada sih uang, hanya saja...." kataku


"Bisa pinjam gak ?. Bakalan aku balikin kok" kata Dika


"Yah sudah lah, mang kapan butuhnya ?" kata ku


"Besok, aku akan kasih sama keluarga" kata Dika


"Ya sudah besok kamu jemput saja" kataku

__ADS_1


"Terima kasih, memang kamu adalah malaikatku" kata Dika sambil memelukku


Aku yang melihat senyumannya kembali membuatku merasa bahagia, karena nyatanya aku bisa membantunya. Yah prinsipku yang begitu percaya dengannya bahkan membantunya dalam segala hal membuatku buta akan cinta yang ku jalani dengan nya. Setiap perasaan untukknya semakin hari semakin dalam bahkan tidak ingin mengakhiri segalanya tentang dirinya.


***


Besoknya telah tiba, aku pun melakukan aktivitas seperti biasa, kuliah dari pagi hingga siang. Lalu saat pulang kuliah, Dika sudah standby di tempat untuk menjemputku. Aku yang melihatnya, langsung menghampirinya.


"Ayo" kataku dengan tersenyum


Dika yang melihatku langsung menyalakan motornya ke kostku. Aku begitu bahagia karena setiap hari Dika menyempatkan waktunya untuk mengantarku pulang, bukankah itu adalah impian setiap orang yang pacaran ?. Kebahagaian yang tidak ingin iu lepas walau itu sedetik saja. Sesampainya di kost. aku langsung memberi uang yang dia minta saat itu. Namun saat aku memberinya. Dika pun berkata


"Ah. bisakah kau tambahi seratus lagi saja?" kata Dika padaku


"Ha ? Kok gitu ?" kata ku dengan heran


"Aku tidak sengaja memakainya" kata Dika


Aku pun tanpa berpikir panjang langsung memberinya.


"Tapi kembaliin ya ?" kataku


"Siap bos, makasih ya" kata Dika

__ADS_1


Aku yang langsung memberinya tanpa berpikir kedepannya membuatku tak ambil pusing, karena bagiku dia adalah kebahagian ku selama dia menjadi milikku


__ADS_2