
Cinta yang ku perjuangkan dari aku sekolah menengah hingga aku semester 5 berakhir hanya karena seorang wanita yang bahkan sudah tahu kalau aku dan Dika pacaran. Perempuan yang ternyata tinggal bersebelahan dengan Dika. Wanita yang bahkan tidak pernah ku temui Selama aku berkunjung ke tempat Dika. Aku bahkan tidak mendapat firasat apa-apa saat aku membuka handphone Dika. Chat bahkan foto-foto atau apaun itu tidak pernah ku dapati dari Dika. Dan itu membuat aku percaya sepenuhnya kepada Dika bahwa Dika adalah orang yang memang pantas untukku. Walau terkadang dia menyebalkan tapi aku tidak pernah berpikir Dika akan tega melakukan hal ini padaku. Hancur dan berantakan membuat suasana hatiku selalu ingin menangis mengingat apa yang terjadi.
Aku diam dan tak bisa mengatakan apa-apa, semua rasaku kelam dan tak berwarna. Dan aku pura-pura menikmati hari yang bahkan membuatku muak untuk melangkah. Aku pun melupakan segalanya, baik dari kedatangan Dika maupun yang lainnya. Aku akhirnya berjalan sendiri untuk bisa melupakan Dika. Dengan tidak memberi kabar bahkan menghapus nomornya dari kontakku, tapi kata putus tidak ada terucap hingga saat ini. Dika juga melakukan hal yang sama, hingga beberapa minggu kami tidak ada kabar-kabaran sama sekali. Dan selama seminggu itu, aku terus menangisi kelakuan Dika padaku. Karena nyatanya aku selalu berusaha menjadi yang terbaik tapi yang ku dapat hanyalah sebuah kekecewaan.
__ADS_1
Aku kembali dengan hari-hariku, tanpa adanya dirinya dan berusaha menerima segalanya. Ku pikir aku pasti bisa melupakan Dika dan aku berharap Dika tidak akan menghubungiku, walau jujur aku mengharapkan kehadirannya tapi setelah apa yang terjadi aku selalu mengingat semua yang Dika katakana dengan santai padaku tanpa memikirkan perasaan ku. Aku yang saat ini berada di perkuliahan hanya memainkan handphone ku untuk menghilangkan rasa suntukku, hingga akhirnya nada panggilan berbunyi. Dan jelas saja, nama panggilan itu membuatku kembali terluka. Nama yang ku jadikan nama panggilan sayang ku untuknya. Aku terdiam sejenak melihat nama itu, hingga tiba-tiba panggilan itu berakhir. Dengan cepat aku mengalihkan pandanganku dari handphone itu, dan lagi-lagi nada dering itu berbunyi lagi.
Aku yang melihat nama itu, kembali mengalihkan pandanganku seolah-olah panggilan itu tidak ada. Aku mencoba menikmati pemandangan diluar ruangan. Akhirnya panggilan itu berakhir, dan tidak ada panggilan lagi dan tentu saja aku merasa lega. Karena nyatanya tidak ada gangguan yang akan aku alami, ku pikir memang seperti itu. Nada dering memang sudah berhenti, tapi nada pesan datang terus berdatangan hingga membuat ku kesal.
__ADS_1
menghubungiku, jelas saja saat ini Dika menghubungi ku dan itu membuatk aku senang. Tapi mengingat cara Dika terhadap ku, akhirnya membuat aku memendam segalanya. Aku kembali meletakkan handphone tanpa mempedulikan pesan darinya. Karena rasa kecewa ku untuknya masih membekas, walau jujur aku ingin sekali membalas pesannya. Karena nayatanya selama beberapa minggu ini, aku benar-benar merindukannya.
Bukankah aku begitu bodoh akan cinta yang menyakitkan ini ?. Bagaimana tidak, Dika telah melukaiku sedalam ini, tapi kenapa aku masih mengharapkannya ?. Kenapa aku masih merindukannya yang bahkan tidak pernah mempedulikan perasaan ku ?.
__ADS_1
Apakah cinta yang begitu dalam ini akan terus mengalami kisah yang seperti ini ? Jujur aku lelah untuk tapi aku selalu bertahan