Kandas

Kandas
Kedatangan


__ADS_3

Ku pikir saat aku tidak memberi kabar atau bahkan tidak menerima panggilan darinya, maka dia akan mencariku. Dua hari telah berlalu saat terakhir kali Dika menghubungiku, tapi saat itu juga Dika tidak peduli dengan keadaan ku. Sedangkan aku, seperti orang gila yang selalu berusaha mencari kabar tentangnya dari orang yang berada disekitarnya. Aku seperti pengemis yang mengharapkan cinta yang seharusnya memberi ku kebahagiaan. Tapi nyatanya yang ku dapat hanyalah kebohongan yang selalu bertahan pada kekecewaan. Aku tidak menyangka dengan tega Dika melakukan hal ini padaku. Dengan sikap yang acuh tak acuh, akhirnya menyadarkan aku. Bukan Dika yang mencintaiku tapi aku yang terlalu dalam mencintainya. Aku mencintai kemunafikan dirinya yang seolah-olah dia adalah lelaki yang terbaik dalam perjalanan hidup ku. Dengan aku yang berusaha menjadi terbaik, hanya dianggap sebagai tempat dimana dia dengan suka mengadu akan kesedihannya padaku.


****


Aku mneghabiskan waktu ku dengan menyibukkan diri di kampus hingga sore hari. Lalu dimalam harinya sibuk membaca komik yang sudah menjadi prioritasku. Tapi malam bagiku adalah malam yang panjang dan membosankan. Tidak ada kabar darinya bahkan seolah-olah Dika menghilang dari kehidupan ku. Aku selalu memikirkannya tapi bagaimana dengannya ?. Aku benar-benar tidak tahu dengan dirinya saat itu. Aku menutup mataku berharap aku akan tidur dimalam yang melelahkan ini. Hingga tiba-tiba suara motor berhenti tepat di depan gerbang kost ku. Aku yang mendengar hal itu, menyadarkan aku bahwa itu adalah suara motor Dika.


Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan ingin keluar secepat mungkin. Tapi mengingat apa yang dilakukan Dika pada ku, membuat aku berhenti melangkah. Aku diam saja di tempat tidur dan menunggu untuk di panggil. Setelah beberapa menit, Dika menghubungiku. Aku langsung melihat handphone ku dan melihat namanya. Aku tidak mengangkatnya dan membiarkan Dika datang sia-sia kesini, agar dia tahu kalau aku sedang marah padanya. Saat handphone ku berhenti bergetar, Dika langsung memanggil namaku dari luar.


"Vita" kata Dika berulang-ulang


Mau tidak mau aku pun keluar saat itu juga, karena takutnya akan mengganggu tetangga yang lain. Aku pun melihat Dika yang sudah memperhatikan aku.


"Ada apa ?" kataku dengan singkat tanpa melihatnya


"Bagaimana keadaan mu ?" kata Dika padaku

__ADS_1


"Apakah itu penting saat ini ?" kataku


"Apa kamu marah ?" kata Dika


Aku hanya diam saat itu tanpa melihat wajah Dika yang seperti apa. Karena nyatanya aku mungkin aku akan luluh saat melihat Dika


"Kamu juga salah kan ?" kata Dika saat itu


Aku yang mendengar hal itu, langsung melihat Dika dengan wajah yang marah. Aku tidak menyangka kalau Dika mengatakan hal itu padaku.


"Memang iyakan, kamu juga salah itu dan seharusnya aku juga marah padamu" kata Dika


"Apa yang aku lakukan sampai-sampai kau marah padaku ?" kataku


"Kamu tahu kan. aku sedang kerja saat itu tapi kamu selalu menghubungiku, dan itu sangat mengganggu" kata Dika

__ADS_1


"Aku mengganggu ?. Sebelum kamu mengatakan hal itu, apa kamu lupa kamu bilang apa sama ku ?" kataku dengan nada marah


"Udah deh, kamu jangan menyalahkan aku terus menerus" kata Dika


"Aku tidak menyalahkanmu, kamu sendiri yang bilang kalau kamu akan jemput aku ?" kataku


"Iya aku tahu, tapi aku juga punya kerjaan dan itu juga kamu tahu. Apa aku harus terus berada di dekat mu ?" kata Dika


"Kalau kamu memang sibuk seharusnya kamu kasih tahu aku, bukan diamin aku berhari-hari gini" kataku


"Iya udah aku minta maaf" kata Dika singkat


"Aahhh... aku tidak menyukainya" kataku sambil bersandar pada dinding


"Kamu gak usah egois deh" kata Dika yang langsung berdiri dan menghidupkan motornya dan pergi begitu saja

__ADS_1


Aku yang melihat hal itu hanya menangis dengan sikap Dika padaku.....


__ADS_2