
Aku bahagia mendengar apa yang sudah di dapatkan Dika, karena dengan dia mendapat pekerjaan baru, maka Dika akan bisa mencukupi kehidupannya di perantauan. Yah bisa dibilang Dika sudah pernah ke pulau seberang, namun dia masih memiliki keluarga yang bisa membantunya, begitu juga dengan ditempat yang saat ini Dika tempati. Dengan kata lain, Dika masih terfokus kepada keluarga Ibunya.
“ Aku diterima kerja di hotel yang kamu kirim lamaran itu” kata Dika dengan raut bahagia
“Syukurlah, tapi sebelum itu bisakah kita bicara di tempatku saja, tidak enak di pinggir jalan seperti ini. Terlalu berisik disini” kataku sambil memegang pundaknya
“Oh iya aku lupa, ayo” kata Dika
Kami pun melanjutkan perjalanan kami ke kost, bisa dikatakan hanya berjarak beberapa meter lagi agar sampai tempat tujuan. Sesampainya di depan kost, dan aku membukakan gerbang, Dika pun langsung memasukkan motornya ke dalam. Aku pun membuka pintu kost, setidaknya kami bisa duduk sambil membahas hal pekerjaan ini. Setelah kami masuk, tiba-tiba Dika memelukku dari belakang.
“Terima kasih ya, aku senang bangat saat ini” kata Dika
“Syukurlah kamu senang, aku juga senang akan hal itu” kataku
“Aku beruntung mengenal kamu Vit, karena aku yang belum memiliki apa-apa, kamu selalu tidak pernah mengeluh akan keadaanku” kata Dika yang melepaskan pelukannya dan duduk tepat didepan ku
“Aku menyayangimu dan tentu saja aku mendukung setiap apa yang kamu pilih untuk masa depanmu. Setidaknya aku bisa menemani mu dalam segala hal” kataku yang juga duduk disamping Dika
__ADS_1
“Yah itu benar, aku bahkan belum bisa memberi mu apa-apa, karena nyatanya saat aku kekurangan uang, kamu selalu memberiku lebih dari yang aku minta” kata Dika
“Tidak masalah kok, anggap saja itu penambahan mahar untuk bikah kita nanti” kata ku sambil tertawa
“Astaga, langsung kamu pikirkan kesitu ya” kata Dika sambil menyubit hidungku
“Auuu, iya dong. Jadi kamu gak bisa kemana-mana kecuali sama aku” kataku
“Hahahaha, semoga saja kita terus bersama” kata Dika
“Iya deh..aku akan coba tidak peduli dengan mereka” kata Dika
“Oh iya berarti gaji pertama nanti, bisa dong traktir aku makan diluar” kataku menggodanya
“Bisa dong, nanti aku bakalan traktir kamunya, jadi tenang saja” kata Dika
“Benar ya, janji loh ini harus ditepati” kataku
__ADS_1
“Iya aku janji” kata Dika
“Lalu kapan kesana ?” kataku
“Besok aku sudah disuruh kesana, mungkin melengkapi berkas atau yang lainnya” kata Dika
“Wah, bagus dong lebih cepat lebih baikkan. Tapi kita pasti bakalan jarang ketemuan dong nantinya” kataku sedih
“Aku usahakan pun untuk bisa jumpa denganmu” kata Dika
“Serius ?? Ahhh aku semakin menyukai mu deh” kataku bahagia
Kamu jangan alay deh” kata Dika tersenyum
“Bukan alay loh, tapi aku bahagia saja. Dasar gak peka” kataku
Dika pun hanya tertawa saat itu, seperti melupakan masalah yang saat ini kami alami. Karena pada akhirnya semua akan terus berjalan seiring dengan waktu. Dan aku berharap kami bisa merasakan kebahagiaan itu dihubungan yang kami jalani. Hubungan yang akan kami jalani sudah mencapai 4 tahun, tinggal menunggu beberapa bulan lagi, dan aku berharap hubungan ini terus berjalan sesuai keinginan kami berdua.
__ADS_1