Kandas

Kandas
Lelah


__ADS_3

Aku lelah berpura-pura, aku pun berusaha melepaskan segalanya. Yah aku yang sudah tidak tahan dengan sikap Dika yang tidak pernah menghargai ku, akhirnya bertekad untuk melepaskan segalanya. Aku yang bertekad akan hal itu, awalnya aku berhasil, hingga akhirnya aku gagal. Bagaimana tidak, aku yang berusaha melepaskannya saat itu, Dika kembali datang padaku dengan perasaannya yang seperti dulu.


Perasaan yang pertama kali bertemu dengannya bahkan pertama kali menjalani hubungan. Lalu bagaimana aku tidak luluh ketika Dika melakukan hal ini padaku dan pada akhirnya aku kembali memberi hatiku padanya. Aku berpikir Dika tidak mau kehilangan ku dan itulah kenyataannya. Tapi dibalik perhatiannya padaku, ternyata Dika juga melakukan hal sama dengan perempuan yang waktu itu dipilih. Aku tidak menyangka bahwa semua hanya sandiwara.


Aku hancur, aku terluka, tapi dengan bodohnya aku selalu menerima kehadirannya. Sesakit apapun yang diberikan padaku, aku selalu menerima dengan senyuman. Dika tidak memahami ku, Dika sudah menyakitiku, tapi Dika adalah seseorang yang membuatku bertahan.


Lalu aku harus apa ?. Aku tidak ingin kehilangannya, tapi aku lelah bertahan seorang diri. Aku benar-benar hancur. Aku tidak bisa mengalihkan pandangan ku akan dirinya walau Dika selalu memberiku airmata.


Aku yang masih mencintainya, membuat aku selalu menunjukkan kelemahanku kalau aku cinta mati padanya. Yang pada akhirnya membuat Dika semakin sesuka hatinya padaku. Andai saja, ketika rasa sakitku ini diobati oleh seseorang yang datang saat aku bersama Dika, mungkin aku akan menetapkan hatiku untuknya bukan untuk Dika. Tapi kenyataannya, tidak ada yang menarikku dalam kehancuran ku sendiri.

__ADS_1


Aku seorang diri yang ingin terlepas dari hidupnya tetap bertahan padanya. Pernahkah kalian merasakan yang ku rasakan ?. Mencoba melepaskan pada hubungan yang hanya sepihak, lalu saat ingin melakukan hal itu, dia kembali baik padamu yang membuatmu kembali ingin mempertahankan.


****


Sudah mendekati hari ulang tahunnya, dan sebentar lagi juga aku akan melakukan magang ke perusahaan untuk melengkapi perkuliahan ku. Yah aku selalu bertahan padanya, karena aku percaya Dika akan berubah. Dika juga mengatakan hal yang sama padaku, kalau dia akan berubah dan jelas saja aku percaya akan hal itu. Hingga suatu saat aku kembali tidak percaya, ternyata Dika sudah pindah kost, dan betapa hancurnya aku ketika aku tahu Dika dan perempuan itu telah serumah.


“Aku sudah dikostnya tinggal” kata Dika


Aku hanya terdiam tanpa mengatakan apa-apa

__ADS_1


“Aku dan dia tidak sekamar kok, aku di ruang tengah, sedangkan dia di kamar” kata Dika menjelaskan


“Apa kamu pikir aku akan percaya?” kata ku dengan menatapnya


“Serius, aku gak ada tidur sama dia” kata Dika


Bagaimana aku bisa aku percaya saat Dika mengatakan hal itu. Dika adalah seorang lelaki dan perempuan itu adalah wanita yang bisa memberinya kehangatan. Lalu sekarang mereka satu rumah tanpa ada ikatan apa pun. Pacar ? Istri ? Apa hubungan mereka sehingga mereka harus serumah.


Aku menghindari Dika seketika itu juga, aku lelah harus bertahan pada hubungan yang hanya akan selalu memberiku luka. Setiap aku lakukan hal itu, Dika selalu datang dengan wajah kasihannya yang sudah aku ketahui dari dulu.

__ADS_1


__ADS_2