Kandas

Kandas
Ulang tahun pertama


__ADS_3

Aku hanya terdiam melihat Dika yang seperti itu, yah sikap yang seperti lari dari pembahasan yang semakin lama semakin membuatku kesal. Hingga akhirnya aku selalu menahan segalanya.


***


Bulan juli pun tiba dan bulan ini juga Dika akan merayakan upang tahunnya. Aku pun menyiapkan kue untuknya, dengan kata lain, akhirnya aku bisa merayakan ulang tahun bersamanya ketika kami pacaran. Karena dari dulu aku hanya bisa merayakan ulang tahun dari jarak jauh saja saat itu. Tapi kali ini, aku bisa merayakan bersama-sama. Awalnya aku ingin memberi kejutan kepadanya, namun ternyata semua diluar kendaliku. Ibu Dika juga datang saat itu ke tempat Dika dan mau tidak mau aku hanya bisa bergabung. Ibu dika yang datang dari jauh, membuat aku menunggu kabar Dika. Karena kata Dika, dia ingin menjemput ibu dulu baru aku. Yah aku hanya mengatakan iya, dan menunggu Dika datang menjemputku dari rumah temanku. Pukul dua siang, akhirnya Dika memberi ku kabar agar siap-siap saat itu, karena ibu sudah berada di tempatnya. Beberapa menit kemudian, Dika datang dan aku pun menghampirinya.


"Masa aku yang ulang tahun tapi aku yang antar jemput kalian sih?" kata Dika


"Hahaa, maaf ya mau gimana lagi dong" kataku sambil duduk di belakangnya


"Gak ada spesial amat deh" kata Dika sambil melaju membawaku ke tempatnya.


Sesampainya disana, aku pun menghampiri ibu

__ADS_1


"Ibu?" kataku


"Eh Vita, udah datang ya?" kata Ibu sambil melambaikan tangannya agar duduk disebelahnya


"Iya bu, udah lama datangnya bu?" kataku


"Baru aja kok" kata ibu


"Oh iya Dik, ini kuenya" kataku


"Ya iyalah siapa lagi" kata Ibu


"Kok rasanya gak ulang tahun ya ?" kata Dika

__ADS_1


Aku dan ibu beserta teman-teman Dika hanya tertawa kecil saat itu. Dika pun membuka kue ulang tahunnya, lalu menyiapkan lilin. Sedangkan aku dan ibu hanya melihat saja sambil duduk.


"Sini fotoin dulu" kata Dika


"Hem kebiasaan nih minta di foto mulu" kataku sambil mendekati Dika


Aku pun memfoto Dika, setelah itu kami bernyanyi selamat ulang tahun, memotong iue dan menyuapin Dika. Yah seperti ulang tahun yang sederhana. Aku tidak menyediakan kado saat itu, karena waktu yang buru-buru membuatku tidak bisa menyediakan kado. Setelah semua acara selesai, aku, ibu dan Dika makan bersama. Walau jujur saja, aku begitu segan tapi mau tidak mau aku hanya bisa ikut saja. Kami makan bersama seperti sudah menjadi keluarga. Hingga akhirnya semu kembali normal, yah dengan kata lain, ibu istirahat di kamar, sedangkan aku dan Dika duduk-duduk saja sambil bicara-bicara.


Aku pun turun ke bawah mengambil minuman, hingga akhirnya aku berhenti di anak tangga, setelah mendengar ibu berbicara dengan Dika. Aku luangkan waktu untuk mereka berbicara, karena nyatanya aku belum mempunyai hak mendengarkan apa yang disampaikan ibu kepada Dika. Beberapa menit kemudian Dika turun dengan wajah sedih. Aku tidak tahu ada apa saat itu, tapi ekpresi Dika menunjukkan bahwa dia tidak bahagia. Aku tidak bisa mengatakan apa-apa bahkan bertanya pun aku tidak bisa. Mungkin di lain waktu, aku akan bertanya pada Dika. Yah hari yang tidak ada spesialnya bagi Dika. Karena hal itu, aku pun meminta pulang pada Dika. Dika hanya menuruti saja, tanpa mengatakan apa-apa.


"Ibu dimana, biar aku pamit" kataku


"Di kamar, tidur" jawab Dika singkat

__ADS_1


Aku pun masuk ke kamar dan pamit sama ibu. Setelah itu, aku turun dan melihat Dika sudah siap-siap mengantar aku pulang.


Selama di perjalanan, Dika hanya terdiam tanpa kata. Dan begitu juga aku yang tidak tahu harus berbuat apa. Sesampainya di kost, aku dan Dika duduk dekat gerbang. Dika masih saja terdiam. Sulit untukku bertanya tapi aku penasaran dengan apa yang di bahas Dika dengan ibu.


__ADS_2