Kandas

Kandas
Perempuan lain


__ADS_3

Saat Dika yang kebingungan seperti itu membuat aku tidak memahami ada apa. Tapi aku tidak ingin memaksanya untuk berbicara, karena itu aku mengalihkan pembahasan kami dan ku harap Dika tidak memikirkan hal itu lagi, karena keadaannya yang lagi demam seperti ini.


“Baiklah kalau kamu sedang bingung, aku tidak akan memaksa kamu ngomong” kataku


“Kenapa ?” kata Dika


“Karena itu adalah privasi kamu, aku mau kamu ceritakan semua yang kamu rasakan ketika kamu memang siap mengatakan hal itu. Karena jika aku memaksamu, bukankah itu sama saja aku egois ?” kataku


Dika terdiam tanpa mengatakan apa-apa, lalu mengalihkan pandangannya saat itu juga dari hadapan ku. Dan saat itu juga rasa canggung itu benar-benar kami rasakan, tidak tahu harus berbuat apa bahkan suasana kami menjadi hening. Kami terdiam tanpa melakukan apa-apa dan dengan jelas kami mendengar semua kegiatan yang ada di bawah tempat teman-temannya kumpul.


Dika yang lelah langsung tidur saat itu, sedangkan aku memperhatikan Dika. Aku mengelus rambutnya dan melihat wajahnya yang benar-benar terlelap dan berharap Dika akan selalu ada bersamaku. Aku tidak meminta apa-apa saat ini, yang aku mau hanyalah bisa selalu berada dekat bersama Dika.


****


Sore hari telah tiba, aku yang ternyata ketiduran dibangunkan oleh Dika untuk mengantarkan aku pulang. Saat aku turun, Dika menyuruhku untuk duduk sebentar di sofa sedangkan Dika pergi karena ada urusan. Hingga kakak yang ada disana langsung menghampiri aku


“Dek mau pulang?” kata kakak itu

__ADS_1


“Ah iya kak, tapi Dikanya lagi keluar sebentar” kataku dengan senyum


“Oh, kakak boleh ngomong gak ?” kata kakak itu lagi


“Ngomong apa ya kak ?” kataku dengan keheranan


Jujur saja ini pertama kali bagiku berbicara dengan kakak itu. Kakak itu seperti ingin mengatakan sesuatu yang benar-benar membuat aku bingung, karena wajahnya yang serius tapi sulit untuk mengatakannya


“Emang ada apa ya kak ?” kataku dengan melepaskan keheningan


“Ini mengenai si Dika dek” kata kakak


“Itu sebenarnya malam ini kamu ada acara gak ?” kata kakak


“Acara? sepertinya tidak ada kak” kataku


“Adek bisa datang gak nanti malam kesini?” kata kakak

__ADS_1


“Memangnya ada apa sih kak, kok kakak serius banget” kataku tertawa


“Dika ada main sama perempuan lain dek” kata kakak


Mendengar hal itu, aku yang tadinya tertawa langsung terdiam, seolah apa yang dikatakan kakak itu seperti mimpi bagiku. Aku terdiam tanpa berpikir apa yang aku lakukan, apa yang salah dengan pendengaran ku. Semua membuat pikiranku berada di ambang yang tidak bisa aku kendalikan


“Selama beberapa bulan ini, Dika sering bersama perempuan itu bahkan tidur di tempat perempuan itu. Karena itu aku kasih tahu sama adek supaya nantinya adek lihat sendiri bagaimana sikap si Dika sebenarnya” kata kakak


“Ah tunggu sebentar kak, aku tidak tahu maksud kakak gimana, perempuan?, tidur? Maksudnya gimana kak ?” tanya ku dengan kebingungan


“Jadi selama beberapa bulan ini, mereka sudah sering bersama bahkan setiap malam Dika selalu datang ke kost perempuan itu dan paginya Dika baru balik ke sini” kata kakak


Aku benar-benar syok saat itu juga, aku terdiam dan hanya mendengarkan apa yang dikatakan kakak itu


“Makanya aku minta adek nanti malam datang dan lihat sendiri” kata kakak itu


“Siapa perempuan itu kak?” kataku dengan cepat

__ADS_1


“Itu perempuan yang kerja di samping tempat kami” kata kakak


Aku semakin tidak tahu harus bagaimana dengan keadaan yang saat ini aku hadapi. Aku benar-benar bingung dengan apa yang aku dengar hari itu juga. Diam dan tidak ada ucapan apa-apa saat itu, seperti mendapat sebuah penyataan yang bahkan tidak aku harapkan akan hubungan yang kami jalani.


__ADS_2