
Ulang tahun yang seharusnya bermakna bagi siapapun ternyata tidak berarti bagiku. Sedih yah pastinya karena kemarinnya Dika mengatakan akan erayakan ulang tahun bersama ku walau jauh nantinya. Tapi nyatanya Dika tidak melakukan hal tersebut, bahkan Dika memintaku datang padanya.
Seolah-olah aku yang berharap akan ulang tahun ini.
yah selama kami bersama yang bias dikatakan hampir lima tahun, selama itu Dika tidak pernah memberikan kue ulang tahun padaku. Bahkan ucapan akan selalu terlambat dari apa yang seharusnya. Tapi aku sadar, terlalu berharap hanya akan memberikan luka yang semakin dalam.
****
__ADS_1
Aku melupakan segalanya dengan menutup mata yang pada akhirnya membuat aku terlelap akan mimpi yang tidak memiliki makna dalam hidupku. Hingga malam tiba, dengan cepat aku terbangun untuk waktu yang lama, lalu ku lihat jam yang sudah menunjukkan pukul delapan malam. Aku dengan lemas langsung bergegas untuk mandi dan makan, dan untungnya besok tidak bekerja. Jadi aku bias bermalas-malasan di kost seorang diri.
Dan handphone ku pun berbunyi, dan masih sama dengan yang tadi pagi, Dika masih saja menghubungi ku. Aku hanya melihatnya tanpa membaca atau bahkan mengangkat telponnya. Karena pada dasarnya aku selalu yang mengalah, dan akhirnya aku Lelah. Ku piki Dika mengingat kata-kata yang pernah dia katakana, kalau dia akan datang di hari ulang tahun ku, tapi aku yang terus berharap pada omongan yang kosong dan tidak memiliki arti.
***
Dengan cepat aku berangkat menemui Dika, dan selama diperjalanan aku tidak bisa mengatakan apa-apa, yah setidaknya aku bisa menemaninya saat ini. Aku yang sampai di malam hari, langsung memintanya untuk menjemputku, dan sesampainya di kost, Dika masih terdiam tertunduk tanpa mengatakan apa-apa. Dan jelas raut wajahnya begitu sedih, bahkan matanya yang lembab karena nangis masih jelas terlihat di wajahnya.
__ADS_1
Aku yang melihat Dika, langsung memeluknya tanpa menanyakan apa-apa padanya. Karena aku sadar, menanyakan hal teresebut tidak berarti lagi, semua telah terjadi dan aku maupun Dika hanya bisa terdiam akan keputusan Ibu. Yang membuat Dika semakin sedih adalah semua saudaranya mendukung Ibu dibandingkan Dika. Dan itu membuat Dika semakin marah dan benci dengan saudara-saudaranya. Bahkan Dika sampai memaki calon ayahnya dengan kata hewan.
Bagaimana kehidupan Dika membuatku semakin merasa kasihan dengannya, bagaimana tidak saat adeknya melangkahi Dika, dia merasa hancur, lalu sekarang Ibu juga melakukan hal yang sama, dan kini Dika memiliki saudara tiri dari keluarga ayahnya yang baru. Semua benar-benar hancur dan itu semakin menyadarkan aku kalau Dika dan aku tidak akan bisa bersama. Dan saat itulah aku menekatkan langkah ku untuk melepaskan dia dalam hidupku.
Ku pikir itu akan mudah, bahkan dengan aku menjauh Dika akan sadar bahwa kami kini tidak akan bisa bersama. Tapi nyatanya Dika tidak ingin melakukannya. Dika masih mempertahankan dirinya padauk, yang membuat aku semakin sulit untuk melepaskannya. Aku benar-benar sedih, bahkan aku tidak tahu harus apa ketika semuanya seperti ini.
Karena pada dasarnya Dika selalu mengatakan padauk agar aku tidak meninggalkan Dika apapun yang terjadi, dan jelas saja aku telah berjanji untuk tidak meninggalkannya, dan akhirnya aku harus menepati janji tersebut. Walau juju raku juga masih merasa hancur dengan sikap Dika pada ku. Sikap dimana Dika masih saja menjalin hubungan dengan perempuan itu lagi. Aku di datangi saat sedih, tapi saat bahagia Dika menemui perempuan itu tanpaa sepengetahuan ku.
__ADS_1