Kandas

Kandas
Panggilan


__ADS_3

Semua menyakitkan untukku, hubungan yang sudah ku jalani 5 tahun lebih tidak dapat restu hingga saat ini. Tapi aku yakin hubungan ini akan ada jalan, sehingga aku bertahan saat itu juga. Yah aku menyakinkan diriku, bahwa hubungan ini akan ada jalan terbaiknya baik untuk aku, Dika dan kedua keluarga kami. Dan harapan itu adalah jalanku untuk terus menerima Dika dalam hidupku.


****


Perkuliahan ku berjalan dengan baik, hingga akhirnya akan memasuki semester baru. Yah semester dimana aku akan melakukan magang di perusahaan selama 3 bulan. Dan tempat untuk aku magang pun sudah di tentukan oleh fakultas. Dan masa-masa inilah kami akan memulai terjun dalam dunia pekerjaan. Sebelum pemberangkatan yang tinggal 3 minggu lagi, kami pun pada akhirnya harus melakukan kegiatan terlebih dahulu. Kegiatan kampus yang mewajibkan baik senior maupun junior bekerja sama.


Aku yang ditugaskan sebagai dokumentasi dalam kegiatan ini, akhirnya sibuk dengan handphone ku. Yah semua kegiatan itu harus kami dokumentasikan agar menjadi bukti bahwa kami sudah melakukan kegiatan tersebut. Hingga akhirnya tiba-tiba handphone ku berbunyi menandakan ada pesan dari nomor baru. Awalnya aku tidak peduli karena nomor itu tidak aku tahu siapa. Aku terus melanjutkan kegiatan ku, hingga nada dering handphone ku berbunyi.


Dan tanpa sengaja aku menerima panggilan itu, lalu menjauh dari teman-teman ku

__ADS_1


“Halo” kata seorang lelaki


Aku yang sudah hapal suara itu, hanya bisa menjawab singkat


“Ada apa?” kataku


“Apa sih maumu ? Gara-gara kamu aku diusir keluarga ku” kata Dika


“Udahlah, gak usah sok kamunya” kata Dika yang langsung mengakhiri panggilan itu

__ADS_1


Aku yang kebingungan dengan panggilan Dika akhirnya membuka pesan yang masuk tadi. Dan jelas saja nomor yang tidak ku ketahui itu adalah nomor perempuan yang kini bersama Dika


“Pesan Singkat”


“Kak, tolong jangan kayak gini, aku gak ada ganggu dia lagi. Kalau kakak jelasin sama keluarga Dika aku akan lepasin Dika dan menyuruh Dika kembali sama kakak. Jangan buat semua semakin runyam kak.” Kata perempuan itu


Aku yang membaca pesan itu, sedikit kaget dan juga tertawa. Bagaimana dengan mudahnya dia menghubungi ku setelah apa yang dilakukan padaku. Bagaimana dengan beraninya dia mengatakan akan mengembalikan Dika dalam hidupku Ketika dia yang menghancurkan segalanya. Aku yang membaca hal itu, rasanya semakin muak dengan pasangan ini.


Aku yang sudah menjauh akan dirinya, pada akhirnya selalu kalah ketika Dika datang dengan wajah sedihnya. Lalu sekarang, aku kini disalahkan akan permasalahan yang bahkan tidak aku ketahui. Bahkan aku tidak peduli apa Dika akan di usir atau tidak, karena bagiku dia sudah tak memiliki arti baik dalam dunia ku maupun dalam dunia yang luas ini.

__ADS_1


Setelah aku selesai membacanya tanpa membalasnya, akhirnya tidak menghambatku untuk melakukan aktivitasku seperti biasa. Karena bagiku mereka sudah tidak berarti dalam hidupku, dan semoga nantinya Ketika aku sudah magang ditempat yang jauh selama 3 bulan, aku akan bisa belajar melupakan Dika.


Yah itulah yang aku harapkan dari magang yang akan aku jalani. Karena jarak yang kami lakukan cukup jauh, maka aku akan jarang bertemu dengan Dika. Semua akan baik-baik saja, dan kehidupanku yang selama tiga bulan ini akan berjalan baik tanpa ada Dika dalam hidupku. Permasalahn ini akan aku lupakan dan membuat aku belajar melepaskan Dika.


__ADS_2