
Waktu yang kami rasakan saat itu begitu lama berputar dan kami menikmati yang kami rasakan saat itu. Kenyamanan dan ungkapan perasaan yang dalam telah terjadi di hari ini, dan semoga itu bertahan sampai waktu yang sudah kami impikan.
*****
Aku yang bahagia saat Dika mengatakan terima kasih padaku, langsung memeluknya. Aku memeluknya dengan begitu erat yang bahkan membuat aku tidak ingin melepaskannya walau itu sedetik saja. Aku yang memeluknya dengan erat ternyata dibalas Dika dengan pelukan yang erat juga darinya. Hari ini aku berharap tidak berakhir begitu saja, karena nyatanya aku kembali menaruh kepercayaan ku untuknya. Kepercayaan yang dulu sudah runtuh, akhirnya kembali utuh padanya.
“Aku bersyukur mengenalmu” kata Dika yang masih memelukku dengan erat
“Benarkah ?” kataku menggodanya
“Tentu saja, apa kamu ragu akan hal yang aku katakan?” kata Dika yang langsung melepaskan pelukannya saat itu.
Tapi dengan cepat aku kembali menarik nya dalam pelukanku
“Iya..iya aku percaya akan hal itu kok” kataku sambil tertawa
__ADS_1
“Lalu kenapa kamu tertawa?” kata Dika
“Karena aku mencintaimu” kata ku
“Apa itu bisa dipercaya ?” kata Dika
“Ha ??? Apa katamu ?” kataku yang langsung mendorong badan Dika dari pelukanku
“Hahahahaa, akhirnya kamu lepaskan juga” kata Dika yang mengelus kepalaku saat itu
“Apa nya yang sengaja?” kata Dika yang tersenyum
“Tahu aah” kataku yang langsung memiringkan wajahku tanpa melihat Dika
Melihat hal itu, Dika terus menggangguku dan tetap saja aku pura-pura tidak melihat Dika. Hingga akhirnya membuat aku langsung melihat Dika yang ternyata wajah Dika tepat di depan wajahku kembali. Tatapan kami akhirnya bertemu kembali dan seperti terhanyut dalam dunia kami. Tatapan yang bisa dikatakan lama, yang semakin lama membuat wajah Dika semakin dekat dengan ku. Hingga pada akhirnya Dika mencium bibirku, dan saat itu aku yang melihat tingkah Dika hanya bisa terkejut saat itu juga.
__ADS_1
Saat ciuman itu terjadi, aku melihat Dika yang menutup mata. Setelah itu, Dika langsung membuka matanya dan kami pun saling melihat kembali.
“Ah, kamu kok gak tutup mata ?” kata Dika yang langsung kembali pada posisi semula
“Kenapa tutup mata ?” kataku
“Hmm, lupakan saja. Kayaknya kamu perlu diajarin deh” kata Dika yang menepuk keningnya
“Hahahaha apaan sih” kataku yang langsung ketawa lihat tingkah Dika
“Lupakan saja” kata Dika
Melihat hal itu, aku pun menarik kerah baju Dika, dan mencium bibir Dika kembali dengan menutup mata. Dika yang melihat hal itu, juga melakukan hal yang sama. Setelah itu, aku membuka mataku kembali dan melihat Dika yang masih menutup matanya dan jelas saja aku hanya tersenyum melihat tingkahnya.
“Apa maksudmu seperti ini?” kataku menggodanya
__ADS_1
Dika yang kemudian membuka matanya, lalu tersadar dan terdiam. Kemudian dengan cepat Dika langsung minum dan pergi mengambil minuman yang sudah dia habiskan. Aku yang melihat tingkah Dika hanya tertawa lucu. Bahkan saat Dika pergi pun, aku masih bisa melihat wajah Dika yang kaget namun senang. Bagaimana tidak, aku dan Dika tidak jarang melakukan hal ini, bahkan saat diluar saja pelukan bahkan pegangan tangan tidak pernah kami lakukan. Seperti teman yang tidak memiliki hubungan, begitulah hubungan kami diluar. Ini adalah hari yang begitu sulit untuk ku lupakan dan hari ini juga perasaan ku untukku kembali lebih dalam dari sebelumnya