
Semua kendala yang kami alami membuat aku dan Dika hanya bisa menerima segala yang terjadi. Walau jujur saja semua hanya akan menjadi bencana bagi hubungan kami. Aku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi saat Dika mengatakan hal tersebut. Bila hubungan ini ku pertahankan dan tetap bersama Dika, maka aku akan menghadapi keluarga ku yang tidak menyukai Dika. Tapi jika aku mengakhiri hubungan ini, maka janji ku pada Dika hanya akan menjadi omongan belaka. Dan aku tidak ingin merusak kepercayaan Dika padaku.
****
Aku yang terus memikirkan keadaan yang kami alami, pada akhirnya hanya bisa mengikuti alur yang seiring dengan waktu yang berjalan. Tidak ada kata yang bisa di ucapkan, namun perbuatan dan ketepatan adalah hal yang saat ini ku lakukan. Hingga akhirnya Dika selalu menempatkan waktunya padaku setelah kejadian ulang tahun itu terjadi.
“Sudah pulang belum ?” kata Dika ketika menghubungiku
“Tumben telepon, biasanya kirim pesan doing ?” kataku merayunya
“Jawab saja sih “ kata Dika kesal
“Iya iya ini aku mau pulang” kataku
__ADS_1
“Tunggu ya, aku jemput” kata Dika
Aku pun menunggu Dika di tempat biasa dan beberapa menit kemudian Dika datang. Raut wajah yang penuh dengan pikiran membuat aku ingin selalu berada dalam dekapannya. Semua benar-benar diluar kendali.
“Ayo” kata Dika
“Ahh iya, maaf” kataku sambil mendekati Dika
Selama di perjalanan Dika hanya terdiam tanpa ada ucapan apa-apa padaku. Dan sesampainya di tempat Dika, aku naik terlebih dahulu, sedangkan Dika pergi membeli makanan. Melihat keadaan kamar Dika yang berantakan membuat aku kembali beres-beres. Hingga akhirnya Dika datang sambil membawa bungkusan. Yah seperti biasa, kami makan dan dia yang menyuapi aku. Setelah makan, aku pun membantu-bantu Dika dalam pekerjaannya. Bisa dikatakan selama beberapa bulan saat Dika sudah bekerja di tempat keluarganya, aku sering membantu dia pas saat perkuliahan ku berakhir.
****
Beberapa menit kemudian Dika pun mengantar aku pulang. Seperti biasa tidak ada kata yang terucap selama di perjalanan, tapi pelukan itu tidak lepas dari genggaman Dika. Hingga akhirnya, handphone Dika berbunyi yang membuat kami harus menepi di pinggir jalan.
__ADS_1
"Halo... iya dengan saya sendiri, oh benarkah pak, terima kasih. Baik-baik besok saya akan kesana" kata Dika
Aku yang hanya mendengar Dika berbicara sedikit bingung, hingga akhirnya pembicaraan mereka selesai, Dika langsung melihatku
"Aku di terima kerja di hotel" kata Dika
"Ah hotel yang tempat aku jatuhkan lamaran itu ya?" kataku
"Iya, terima kasih ya" kata Dika
"Wah syukurlah, setidaknya kamu tidak bekerja lagi di tempat keluargamu" kata ku
"Benar, dan semoga saja ini akan bertahan lama" kata Dika
__ADS_1
"Semoga saja, aku akan selalu mendoakan untuk kebahagiaan mu" kataku
Itu adalah kabar yang terbaik yang kami dapat setelah semua yang terjadi beberapa hari ini.