Kandas

Kandas
Tak Mengakui


__ADS_3

Aku yang melihat pesan singkat atas namanya, membuat aku senang namun juga terluka. Bagaimana tidak, semua masih terlintas di benakku, bagaimana aku yang masih saja merasa terluka. Lalu bagaimana aku yang masih rindu dengan dirinya yang hadir dalam hidupku. Bagaimana aku dan Dika yang bersama selama beberapa tahun, tidaklah mudah untuk ku melepaskan bahkan melupakan hadirnya. Tapi rasa sakit yang diberikan keadaku membuat aku kembali terdiam.


Aku yang hanya membaca pesan singkat, akhirnya membiarkan begitu saja. Karena bagiku itu pasti hanya salah kirim yang sengaja dia lakukan. Dan jujur saja, nomornya sudah aku hapus dari kontak ku. Walau begitu aku masih ingat nomor yang sudah tempat aku mengadu selama beberapa tahun ini.


Aku tetap memfokuskan diriku kepada keponakan ku yang membutuhkan teman untuk tidur. Dan beberapa menit kemudian, handphone ku kembali berdering. Aku yang sudah malas melihat handphone terpaksa menjadi fokus kembali ke handphone karena kebisingan yang diakibatkan handphone ku mengganggu keponakan ku yang sedang tidur.


Kembali aku melihat nomor handphone yang sama dengan pesan yang singkat kembali membuat aku terdiam. Dan beberapa menit kemudian, akhirnya aku membaca pesan Dika


*Pesan Singkat*


“Hanya di baca ya” kata Dika


“Kenapa ?” kataku dengan singkat


“Akhirnya dibalas juga” kata Dika


“Mmm” kata ku

__ADS_1


“Kapan balik ke sini ?” kata Dika


“Untuk apa?” kata ku


“Gak kenapa, aku hanya rindu” kata Dika


“Maksudmu apa ?” kata ku


“Yah aku pengen ketemu sama kamu. Aku merindukanmu. Mang kamu gak rindu sama ku ?” kata Dika


“Ha?” kataku singkat


“Apa yang kamu lakukan, kamu bukannya menyuruhku untuk menjauh, lalu kenapa sekarang kamu datang lagi” kata ku


“Yah, aku memang mengatakan hal itu, karena aku sengaja melakukannya” kata Dika menjelaskan


“Maksud mu apa?” kata ku

__ADS_1


“Yah, aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa kok. Aku lakuin itu untuk melihat bagaimana reaksi mu, tapi yang ku dapat malah sebaliknya” kata Dika


“Apa kamu gila ?. Apa kamu pikir perasaan dengan mudah kamu mainkan begitu” kata ku


“Sekarang intinya kamu pulang atau tidak” kata Dika


“Kamu gak ada sangkut pautnya lagi dengan ku” kata ku


“Aku ingin ketemu, kenapa kamu gak paham sih ?” kata Dika


“Lupakan saja, malam” kataku dengan mengakhiri pesan yang menyebalkan itu


Aku yang membaca pesan Dika yang mengatakan kalau mereka tidk ada hubungan membuat aku kesal. Bagaimana mereka tidak ada hubungan ketika perempuan itu sudah memposting mereka yang sedang jalan-jalan saat kami bermasalah.


Apakah dengan mempermainkan hati ku, Dika merasa senang karena telah diperebutkan dua perempuan. Aku semakin tertekan dengan sikapnya yang membuat aku muak untuk melanjutkan kisah tentang dirinya. Tapi karena aku masih belum bisa melepaskannya, aku senang ketika dihubungi olehnya.


Aku jadi berharap bisa bertemu kembali dengannya, walau jujur saja rasa sakit itu masih terlintas dalam pikiran ku. Karena aku tahu mereka masih menjalani hubungan itu hingga saat ini. Dan aku yang begitu bodoh terus mengharapkan Dika agar kembali dalam hidupku. Aku yang terlalu menyayanginya bahkan tidak ingin melepaskan tentangnya membuat aku selalu menerimanya dengan lapang dada, dan bahkan dengan senyuman seolah tidak terjadi apa-apa.

__ADS_1


Rasa sayang yang benar-benar dalam membuatku menjadi wanita yang bodoh dengan kehadiran yang secara tiba-tiba. Aku berharap semua tentangnya dan semua kenangan yang kami lakukan segera terjadi kembali. Kebodohan ku telah membuatku kembali terjatuh kepada rasa sakit yang tidak ada batasnya. Dan semuanya telah membuatku tersiksa pada kebodohan yang aku lakukan.


__ADS_2