
Beberapa hari kemudian keadaan ku membaik seperti biasa. Walau begitu Dika tidak memberi kabar pada ku sampai saat ini setelah kami bertemu waktu itu. Aku melakukan segala aktivitas ku tanpa memikirkan Dika yang semakin lama membuatku tidak ingin bersama nya. Rasa yang ku miliki dengannya memang masih sama, bahkan walau pun Dika semakin lama semakin sering memberikan kekecewaan tapi itu tidak membuat perasaan ku untuknya berkurang. Yah mungkin itu adalah kebodohan ku terhadap cinta yang tidak tahu akhirnya seperti apa. Tapi setiap aku bersamanya aku merasakan kenyamanan yang tidak bisa aku ungkapkan. Rasa sayang yang tidak terhingga membuat aku bertahan pada cinta yang semakin lama semakin menyesakkan. Sikap Dika yang seolah-olah semakin berbeda membuat aku tidak berpikir panjang. Karena aku yakin Dika bukanlah laki-laki yang akan mudah berpaling kepada siapa pun. Aku mempercayai segala ucapan yang dikatakan pada ku. Kepercayaan ku untuknya tidak akan pernah tergoyahkan walau apapun yang terjadi.
Bisa dikatakan tempat Dika sangat dekat dengan kampusku. Tapi aku tidak ingin bertemu dengannya. Aku berharap Dika yang menjemputku, karena dengan begitu aku tidak akan mengganggu pekerjaannya. Yah setiap Dika ingin menjemputku, maka aku akan datang. Namun, jika Dika tidak memberi kabar padaku bahkan tidak menjemputku, maka aku tidak akan datang ke tempatnya.
***
Pagi pun tiba, aku dengan cepat membereskan segalanya sebelum aku berangkat kuliah. Hingga tiba-tiba handphone ku berbunyi
"Halo" kataku
"Aku di depan, mau berangkat sama gak ?" kata Dika
Dengan cepat aku melihat keluar dan tentu saja Dika memang sudah berada di sana.
__ADS_1
"Ah tunggu sebentar ya, ini aku udah mau selesai" kataku sambil bergerak cepat
Dika masih sabar menungguku, hingga akhirnya aku pun keluar saat itu. Kami pun berangkat saat itu dan saat di perjalanan aku pun bertanya padanya.
"Habis darimana ?" kataku
"Oh tadi aku ngantar keponakan ku, jadi sekalian saja aku mengantar mu" kata Dika
"Terima kasih ya karena sudah mau menjemputku" kataku
"Ihh apa sih" kataku mencubit pinggangnya
"Aauu sakit tahu" kata Dika
__ADS_1
Aku dan Dika pun tertawa bersama saat itu, yah itu adalah kenangan saat semua telah terjadi. Aku bahagia hingga tidak tersdar bahwa aku sudah sampai di depan kampus.
"Turun tuh udah sampai tahu" kata Dika
"Ah, aku ingin bersama mu" kataku
"Nanti saja, kamu kuliah aja dulu. Kalau sudah pulang kabari ya biar aku jemput" kata Dika
"Ah serius" kataku dengan wajah senang
"Udah sana, kabari aja nanti. Aku balik ya " kata Dika sambil pergi meninggalkan aku.
Aku yang melihat Dika mengatakan hal itu senyum-senyum sendiri saat itu. Bahkan aku tidak bisa mengungkapkan perasaan ku saat itu. Dengan kata lain, suasana hatiku benar-benar bahagia yang tidak terkira. Berharap ini bukan mimpi semata dengan sikap Dika seperti ini padaku. Jujur saja aku benar-benar bahagia saat Dika memberikan perhatiannya padaku secara tulus. Karena dengan Dika memberikan perhatiannya padaku, aku bisa melihat kesungguhan Dika terhadap perasaan ku.
__ADS_1
Aku yang begitu senang, menghabiskan waktu di kampus dengan bahagia. Setiap saat melihat jam, apakah sudah pulang atau belum. Hingga akhirnya waktu pulang pun tiba, dengan cepat aku langsung menghubungi Dika. Setelah mengabari Dika, aku pun menunggu di tempat biasa sambil melihat Dika yang akan datang menghampiri ku.