Kandas

Kandas
Kembali Terluka


__ADS_3

Akhirnya tanpa ada kabar darinya hingga beberapa minggu. Aku menyibukkan diri dengan fokus kuliah. Karena nyatanya aku yang terluka disini tapi kenapa aku yang harus mengalah ?. Apakah salah bila aku egois walau sedikit saja. Tapi nyatanya saat keegoisan ku ku pertahankan, ternyata dia juga melakukan hal yang sama. Karena hal itu, aku pun memulai pertama kali untuk mengirim pesan padanya.


"Pesan Singkat"


"Lagi dimana ?" kataku


Balasan tak kunjung datang. hingga beberapa jam kemudian, bunyi handphone pun datang dan dengan cepat ku baca pesan tersebut.


"Aku lagi di tempat kerja, kenapa ?" kata Dika


"Aku pengen ketemu" kataku


"Ya dah kalau mau ketemu datang aja" kata Dika


Aaahhh.... Rasanya aku tidak ingin bertemu dengannya karena sikapnya yang benar-benar membuatku kesal, tapi aku bisa apa. Aku hanya ingin membuat hubungan ini berjalan dengan baik. Setelah pulang kampus, aku pun langsung menuju ke tempat Dika.


Dan sesampainya disana Dika langsung menyuruh ku untuk membantu kerjanya. Mau gak mau aku pun mengiyakan tanpa membahas permasalahan yang kami alami.

__ADS_1


Setelah istirahat, Dika pun pergi entah kemana tanpa mengatakan apa-apa padaku. Beberapa menit kemudian, Dika datang membawa sebungkus nasi.


"Sini" kata Dika yang melihat aku


Aku mendekati Dika dan duduk di sampingnya sambil melihat Dika yang sibuk dengan bungkusan nasi.


"Aaaa,,,,," kata Dika sambil menjulurkan tangannya


"Kenapa disuapin sih?" kataku


Aku pun menurut dan makan bersama Dika. Kami pun menghabiskan waktu makan sambil bercanda-canda saat itu. Seperti lupa keadaan, kami kembali seperti dulu. Tertawa bersama lalu cerita-cerita tentang kuliah maupun tempat kerja Dika. Dan akhirnya kami pun kembali bekerja. Jujur saja, aku lelah hanya saja karena Dika membutuhkan bantuan. aku membantunya tanpa meminta apa-apa darinya.


Aku pun pulang diantar oleh Dika dan menghabiskan malam dengan telponan dengan Dika kembali. Kembali merasakan bagaimana di sayangi oleh orang yang benar-benar kamu cintai adalah hal yang terindah. Semua berjalan sesuai dengan keinginanku. Tanpa ada permasalahan dan tanpa adanya pihak yang mengganggu. Karena nyatanya aku berusaha untuk menghindari perasaan yang mendekati ku dengan mempertahankan diri Dika walau nyatanya terkadang aku merasa kecewa dengan sikap Dika yang semakin lama semakin tidak menghargai aku sebagai pacarnya. Dika seperti menganggap aku hanyalah tempat dimana dia bisa mengadukan kesedihannya daripada kebahagiaannya. Walau begitu aku selalu terima apa yang dilakukan Dika padaku karena aku percaya Dika akan tetap mepertahankan hubungan kami seperti yang ku lakukan.


***


Beberapa bulan kemudian kembali seperti yang ku alami. tersakiti lagi karena sikapnya yang tidak berubah. Menerima perempuan-perempuan yang mendekatinya lalu memberi perhatian yang sama denganku. Dan dengan bangganya Dika memberitahuku bahwa itu adalah hal yang biasa. Tanpa disadati bahwa aku benar-benar terluka.

__ADS_1


"Lihat ini, ada yang suka sama aku" kata Dika sambil menunjukkan akun perempuan itu


Aku hanya bisa melihat tanpa mengatakan apa-apa. Aku ingin marah tapi aku tidak ingin ada permasalaha diantara kami


"Kau menyukainya ?" kataku sambil melihatnya


"Aaahh... dia cantik sih" kata Dika tersenyum


"Lalu sekarang bagaimana ?" kataku dengan nada kesal


"Ayolah, gak usah bahas lagi, nanti kamu malah marah lagi" kata Dika


"Bilang aja kalau suka, supaya aku tahu" kataku


"Udah deh Vit. aku hanya anggap dia teman kok" kata Dika


Aku benar-benar terluka dengan sikap Dika, dan hanya terdiam dengan sikapnya padaku.

__ADS_1


__ADS_2