Kandas

Kandas
Ulang Tahun


__ADS_3

Semua pun berjalan dengan baik, tanpa ada halangan sama sekali. Aku dan Dika selalu menghabiskan waktu dengan telponan di malam hari. Bahkan saat kerja pun kami saling memberi kabar. Hingga hari ulang tahun ku tiba, dimana hari itu adalah hari Sabtu. Di malam Jumat, dengan sengaja aku mematikan handphone ku agar tidak ada yang mengganggu hari itu. Karena rasanya semua sama saja bagi ku. Walau jujur aku berharap lebih dari Dika. Bahkan aku berharap Dika mengingat janjinya yang mengatakan akan merayakan ulang tahun ku berdua saja. Jujur, selama bersama Dika tidak pernah merayakan ulang tahun ku seperti pasangan lainnya. Membeli kue, memberi hadiah, bahkan ucapan selamat yang benar-benar terucap dari bibirnya pada ku. Yah hubungan yang bertahun-tahun tidak pernah ku rasakan hal itu dari nya. Dan saat ini aku mengharapkannya dan ku berharap dia menepati janjinya. Tapi nyatanya tidak.....


****


Pukul 00.00 telah tiba, dan aku hanya mengucapkan selamat ulang tahun pada diriku sendiri. Sepi tanpa ada ucapan dari siapapun. Dan memang aku sengaja melakukan hal itu. Karena aku tahu Dika sedang bersama perempuan itu disana. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya pura-pura bahwa aku sedang baik-baik saja. Tapi nyatanya semua hanya kebalikan dari apa yang aku perlihatkan. Hingga pagi menjelang, dengan cepat aku bersiap-siap kembali magang, dengan begitu aku akan melupakan apa yang menjadi pikiran ku saat ini.

__ADS_1


Aku duduk seorang diri di tempat dimana semua sibuk melakukan pekerjaannya. Aku mengaktifkan kembali handphone ku, dan jelas saja tak ada ucapan dari siapa pun yang aku dapatkan tetrmasuk Dika. Rasa sakit pun kembali tertanam dalam hati ku. Bagaimana tidak ?. Selama kami bersama, setiap dia ulang tahun aku selalu membelinya kue bahkan datang dengan memberinya kejutan. Yah aku memang egois, meminta balasan dari apa yang aku perbuat, tapi aku adalah pasangannya, tapi kenapa aku tidak bisa merasakan hal itu dari nya ?. Kembali ku tutup handphone ku dan melanjutkan aktivitasku kembali.


Siang telah datang, saat ini aku sedang berisitirahat dan melihat handphone ku memiliki notifikasi, aku membuka dan melihat foto Dika terpajang di lahar handphone ku.


"Ah sebuah pesan dari messenger" dalam batinku. Aku akhirnya membukanya dan melihat pesan yang disampaikan pada ku, awalnya aku bingung. Kenapa harus dari messenger dia ucapkan, padahal kamu sering VC. Tapi aku tidak mau ambil pusing.

__ADS_1


Selamat ulang tahun Vita, semoga apa yang kamu harapkan segera terkabul pastinya. Kemarin aku menghubungi mu tapi nomormu tidak aktif. Dan maaf aku baru mengucapkan sekarang. Walau begitu bisakah kamu datang kesini ?. Aku ingin merayakannya bersama mu. Aku harap kamu membalas chat ku


Dengan cepat aku membalas chat Dika


Terima kasih tapi maaf aku tidak bisa, dan juga kita masih bisa merayakannya tahun depan bukan ?. Ini bukan akhir, jadi tidak perlu kamu mengatakan hal itu. Semoga kita bisa merayakan bersama-sama ya.

__ADS_1


Walau aku mengatakan hal itu, Dika tetap memaksa ku untuk datang menemui dia, tapi aku bertekad aku tidak akan datang, karena pada dasarnya aku hanya akan kecewa jika aku datang. Waktu yang dimiliki bukan hanya kepada ku saja melainkan kepada wanita yang masih saja dia jumpai tanpa sepengetahuan ku bahkan dengan sepengetahuan ku. Rasanya menyesakkan tapi tetap saja aku menaruh kebodohan ku bersama dia.


Akhirnya pulang kerja, dan dengan cepat aku balik ke kost dan merebahkan diriku pada kesendirian yang kini sudah aku rasakan. Yah hari dimana aku harusnya bahagia, ternyata masih sama di tahun-tahun kemarin. Menyendiri dan tidak ada sepotong kue dan lilin di ulang tahun. Padahal aku berharap aku bisa merasakannya bersama Dika. Tapi selama bersamanya semua tidak pernah terjadi.


__ADS_2