Kandas

Kandas
Tamparan


__ADS_3

Setelah beberapa menit, akhirnya aku bisa menenangkan pikiran ku, dan saat itu juga aku melangkahkan kaki ku ke tempat dimana perempuan itu berada. Sebelum menemui Dika, aku bersandiwara bahwa aku mencari Dika bersama kakak itu, lalu menghubungi Dika.


“Kak, Dika ada gak disini?” kataku dengan suara yang kuat


“Gak dek, kenapa ?” kata kakak itu


“Aku lagi hubungi dia tapi nomornya gak aktif, padahal tadi katanya mau tidur” kataku


“Trus kenapa kesini?” kata kakak


“Karena aku panggil-panggil Dika gak keluar kak, Dika gak ada di tempatnya” kataku yang sudah berdiri di depan pintu tempat perempuan itu berada.


Karena sudah muak bersandiwara dengan cepat aku langsung mengetuk pintu tempat perempuan itu, sedangkan temanku mencoba membuka jendela tempat perempuan itu.


“Dika, bisa buka pintunya gak?” kataku dengan terus mengetuk pintunya


Tidak ada balasan sama sekali, bahkan mereka tidak mau keluar saat itu juga, sedangkan teman ku sibuk membuka jendelanya dan akhirnya terbuka sedikit


“Kak mereka masuk ke kamar” kata Ina


“Dika, aku tahu kamu di dalam, buka gak ?” kataku


“Kak, buka lah, kok malah sembunyi kalian di kamar” kata Ina

__ADS_1


“Vita, tenang dulu” kata kakak


“Aku gak cari masalah loh kak, aku hanya mau ketemu sama Dika” kataku yang masih mengetuk pintu kost perempuan itu


“Dika aku tahu kamu di dalam, buka gak?” kataku


“Tenang dulu kamu dek” kata kakak


Saat aku berpaling dari pandangan, Dika langsung keluar saat itu juga dan dengan cepat aku menarik badannya dan…


Plaakkk


Dengan keras tangan ku menampar wajah Dika dengan suara yang begitu kuat


Lalu dengan cepat perempuan itu menutup pintunya dengan cepat.


Dika hanya terdiam sambil memegang pipinya yang kesakitan, karena tidak ada jawaban. Aku kembali menemui perempuan itu sambil menyuruhnya keluar


“Kak, bisa keluar gak?, aku mau bicara” kataku


Tidak ada balasan sama sekali, yang membuat aku semakin kesal, dengan cepat aku langsung menendang pintu kostnya, yang membuat Dika langsung menarikku dengan kuat yang hampir membuat aku jatuh. Melihat hal itu, aku benar-benar hancur, bagaimana dengan tega Dika melakukan hal ini padaku.


“Kenapa ? Kenapa kamu melakukan hal ini ha?” kataku dengan nada tinggi

__ADS_1


“Kamu tau gak kamu udah buat kerusuhan disini” kata Dika yang balik marah padaku


“Kerusuhan? Kamu yang buat aku seperti ini” kataku


Dika kembali terdiam sambil menyandarkan dirinya ke tembok


“Kenapa tidak jawab, siapa dia ha ?” kataku


Dika tetap terdiam


“Aku pacarmu, tapi kamu bersama dia, hebat sekali kamu, kenapa diam? Ayo jawab, siapa dia ?” kataku menunjuk kost perempuan itu


“Apa kamu gak malu dengan tingkahmu seperti ini?” kata Dika


“Malu, kamu bilang aku gak malu? Lalu bagaimana dengan kalian ha, kalian bahkan tidak memiliki hubungan tapi kalian berada di kamar berdua, siapa yang harus malu disini ha siapa ?” kataku dengan marah


“Suara mu itu ya” kata Dika yang menunjukku


“Astaga, Dika siapa yang seharusnya marah disini, aku atau kamu?” kataku


Dika mengalihkan pandangannya saat itu juga


“Apa kamu tidak memikirkan perasaan ku, apa kamu menganggap aku hanya sebagai pajangan selama ini, apa yang kamu pikirkan tentang aku, kenapa kamu tega melakukan hal ini padaku ?” kataku yang memukul dada Dika saat itu sambil menangis

__ADS_1


“Ini semua karena kamu, kamu terlalu mengekang aku dan aku tidak suka” kata Dika


Mendengar hal itu, membuat aku terdiam dan tidak tahu harus mengatakan apa. Alasan apa ini, kapan aku mengekangnya, dimana aku memaksa kehendakku. Aku berpikir keras dengan apa yang Dika katakan.


__ADS_2