Kandas

Kandas
Penantian


__ADS_3

Aku menanti hari sabtu yang sangat panjang, tidak ada yang bisa ku lakukan. Hanya menunggu dan menunggu untuk suatu pertemuan yang begitu singkat. Dika yang sudah sibuk dengan dunia pekerjaannya, membuat aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain bersama teman-teman. Hingga akhirnya waktu pun sudah berjalan beberapa hari.


*Panggilan*


“Dimana ?” kata Dika


“Aku di kost kok, ada apa?” kataku


“Kamu masak kan, aku mau datang ini” kata Dika


“Iya, aku masak kok, datang saja” kataku


Beberapa menit kemudian Dika datang dengan wajah lelahnya dan berpakaian rapi.


“Ada apa, kenapa wajahmu terlihat begitu lelah, lalu kenapa bajumu rapi sekali ?” kataku


“Ah karena kemarin aku masuk malam, dan sekarang aku baru pulang dari tempat kerja” kata Dika yang langsung merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.


“ Wah, kamu berangkat jam berapa kemarin malam ?” kataku


“Setengah delapan dan pulang jam setengah sembilan pagi” kata Dika

__ADS_1


“Ya udah kamu istirahat saja dulu, kamu pasti mengantuk” kataku


Tanpa menunggu lama, Dika pun tertidur lelap saat itu, yah mau bagaimana pun aku hanya bisa menemaninya saat itu. Saat aku melihat Dika yang tertidur lelap, aku merasa nyaman akan kehadirannya disampingku. Aku yang mengelus rambutnya, agar tidurnya merasa nyaman, dan kemudian mencium keningnya. Setelah itu, aku yang idak tahu harus berbuat apa, hanya bisa memainkan hadnphone menunggu Dika bangun dari tidurnya.


Waktu menunjukkan pukul satu siang, Dika bangun saat itu juga. Aku yang melihat Dika terbangun, langsung melihatnya.


“Ah” kata Dika kaget


“Ada apa dengan mu ?” kataku heran


“Apakah harus wajahmu begitu dekat dengan ku ?” kata Dika


“Aku kaget lihat kamunya yang tiba-tiba berada di depanku” kata Dika


“Hm, alasan saja” kataku sambil duduk


“Aku lapar” kata Dika yang juga mengambil posisi duduk


“Baik lah, tunggu ya aku akan siapkan” kata ku


“Kamu yang suapin ya” kata Dika

__ADS_1


Aku hanya tersenyum sambil menyediakan makanan untuk Dika, setelah semua sudah tersedia, aku pun mendekati Dika dan menyuapin Dika makan.


“Kamu tahu gak kalau kita seperti ini, serasa kayak suami istri loh” kataku menggodanya


“Ha ? darimana ini dikatakan suami istri ?” kata Dika


“Lihat aja, aku pagi-pagi menunggu kamu pulang kerja. Trus kamu datang untuk tidur, setelah itu, kita makan seperti ini. Bukankah itu bisa dikatakan suami-istri” kataku


“Jangan mikirin yang aneh-aneh deh, belum saatnya” kata Dika


“Dasar, gak ada romantisnya sama sekali” kataku


Dika hanya tersenyum saat itu, dan setelah selesai makan. Dika langsung balik ke kostnya. Tidak lupa aku memberi kemeja putih yang aku belikan untuknya.


“Sudah aku cuci ya “ kataku


“Makasih ya, kamu memang yang terbaik” kata Dika


“Oh iya, ini bekal mu untuk nanti sore, biar kamu gak usah beli makan lagi” kataku sambil memberi Dika tempat makanan


Dika hanya tersenyum padaku dan kemudian Dika siap-siap untuk balik ke kostnya, karena di tempat Dika tinggal, mereka sudah menghubungi dia. Begitulah kegiatan yang kami lakukan selama beberapa hari ini. Melengkapi kebutuhan Dika saat pulang kerja dan melihatnya balik ke kostnya. Hari itu akan selalu kurasakan bersama Dika, karena bagiku waktu yang singkat bersamanya adalah hal yang berharga dalam hubungan ini. Waktu yang kami jalani adalah kenangan yang akan selalu melekat dalam memori ku di masa kami menjalin sebuah hubungan.

__ADS_1


__ADS_2