
Setelah semua yang sudah terjadi, akhirnya kami seperti dulu dan seperti tidak terjadi apa-apa. Semua membuat aku berharap ini selalu aku rasakan saat bersama Dika, karena Dika segalanya bagiku dan aku berharap semua berjalan dengan keinginan yang kini ku pegang dengan erat.
*****
Karena waktu sudah menunjukkan untuk pulang, Dika langsung mengantarku pulang saat itu juga. Dan kembali aku melihat seorang perempuan yang duduk di sebelah tempat tinggal Dika. Dika yang masih di atas, membuat aku tidak menyukai tatapan perempuan itu. Karena tatapan perempuan itu tidak mau lepas dari ku. Hingga akhirnya Dika datang
“Kenapa lama sih ?” kataku
“Aku dari kamar mandi loh” kata Dika
“Benarkah ?” kata ku menggoda Dika
“Apa yang kamu pikirkan?” kata Dika
“Entahlah” kataku
“Kamu ya” kata Dika yang mengelus rambutku saat itu
Kami pun saling tertawa saat itu, sedangkan perempuan yang duduk itu hanya terus melihat kami tanpa ada ekspresi apa-apa. Aku tidak tahu kenapa dia menatap kami seperti itu, tapi itu membuatku risih. Aku kembali memfokuskan diriku pada Dika yang sedang siap-siap mengantar ku pulang
“Ayo” kata Dika
__ADS_1
“Iya iya” kata ku yang langsung ambil posisi di bonceng olehnya
Aku pun merangkul pinggangnya saat itu juga dan tersenyum
“Kita berangkat ya “ kata Dika
“Apaan sih” kataku yang tertawa dengan sikap Dika
Yah kami melalui hari ini dengan senyuman dan canda tawa yang bahkan membuat aku tidak ingin melepaskan waktu begitu saja. Tapi saat kami mau pergi, tatapan perempuan itu seperti kesal melihat kemesraan kami. Aku tidak tahu kenapa, tapi dari tatapannya bisa aku lihat bahwa dia tidak suka dengan ku yang bersama Dika. Aku melihat perempuan itu, yang langsung masuk saat kami berangkat.
Aku ingin bertanya kepada Dika siapa perempuan itu, tapi aku tidak ingin merusak suasana kami yang sedang kami jalani saat ini. Aku menunda segalanya, walau sebenarnya aku penasaran akan perempuan itu. Selama di perjalanan, pandangan ku teralihkan karena perempuan itu, tapi saat Dika memegang tangan ku yang sedang merangkulnya membuatku melupakan perempuan itu.
Untuk apa aku memikirkan perempuan yang bahkan tidak ku kenal, toh juga dia bukan siapa-siapa dihubungan kami saat ini. Dan semoga itu terus berlanjut sampai kapan pun, karena aku mengingikan hubungan ini berjalan dengan alami seperti dulu.
“Ada apa ini?” kataku
“Kenapa ?” kata Dika yang masih memelukku
“Hari ini kamu sedikit berbeda” kataku
“Berbeda dimananya ?” kata Dika
__ADS_1
“Hari ini kamu seperti menunjukkan rasa sayang kamu padaku, biasanya kamu tidak lakukan hal ini” kataku
“Wah, apa aku separah itu” kata Dika
“Tidak kok, kamu tenang saja” kata ku yang membalas pelukan Dika
Kami pun berpelukan cukup lama, hingga handphone Dika berbunyi
“Ah, aku sudah dihubungi” kata Dika yang melihat handphonenya dan membiarkan handphone it uterus berbunyi
“Kenapa tidak diangkat?” kataku
“Ah, tidak usah. Baiklah aku pulang ya” kata Dika
“Baiklah, nanti kalau mau berangkat kerja hati-hati ya” kataku
“Ah iya kerja, hampir saja aku lupa” kata Dika
“Dasar ya” kataku tersenyum
“Nanti sebelum aku berangkat kerja, aku akan mampir ya jadi jangan tidur oke” kata Dika yang langsung mencium kening ku dan pergi dari hadapan ku
__ADS_1
Aku hanya melambaikan tangan ku dan tersenyum padanya. Setelah Dika pergi, aku pun beres-beres dan beristirahat sambil menunggu jam sepuluh malam dimana Dika akan berangkat ke tempat kerjanya.