Kandas

Kandas
Rasa


__ADS_3

Aku yang akhirnya bertemu dengan Dika selama tiga minggu lebih, membuat rasa rindu ku pun hilang. Kami yang sudah sampai di tempat Dika, kembali seperti dulu menyuruh aku untuk melangkah erlebih dahulu ke atas ke tempatnya, dan Dika pergi membeli makanan. Namun sebelum aku naik, ada seorang perempuan yang sedang duduk di dekat tempat kerja Dika. Aku yang tidak peduli akan hal itu langsung masuk dan menyapa teman-teman Dika sebelum naik ke atas.


Aku kembali merasakan kenyamanan berada di tempatnya, dan kami menjalani segalanya seperti tidak terjadi apa-apa. Dan semua yang terjadi seperti angin berlalu yang tidak memiliki makna yan dalam. Walau jujur itu masih bisa aku rasakan hingga saat ini, tapi semua tidak akan berguna karena nyatanya Dika akan selalu membuat bahwa dia tidak melakukan kesalahan sedangkan aku harus memahami Dika yang penuh dengan rahasia.


Aku berharap semua permasalahan yang saat ini kami hadapi bisa terselesaikan tanpa meninggalkan luka yang lebih dalam lagi. Karena bagiku dia adalah segalanya bagiku saat ini, dan aku akan selalu menerima bahkan memaafkan Dika dengan sikapnya yang tidak pernah memahamiku, karena aku yakin dia akan berubah melihat ketulusan yang aku berikan padanya. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuknya, menjadi seorang wanita yang selalu ada memberikan segala kebutuhan yang dia inginkan. Agar dia tahu bahwa dia adalah kehidupan kedua ku setelah keluargaku. Aku pun menunggu Dika sambil merebahkan badanku di tempat tidur Dika, kututup mata ku sambil melupakan segalanya, hingga saat Dika datang aku tidak menyadari.


Dika langsung berada di dekatku dan langsung menarik tangan ku yang menutupi wajahku. Aku yang melihatnya pun hanya terdiam


“Apa yang kamu pikirkan?” tanya Dika yang mendekatkan wajahnya tepat di wajahku


Aku pun melihatnya begitu lama, pandangan kami yang begitu dalam membuat suasana saat itu hening


“Kenapa ?” tanya Dika

__ADS_1


Aku masih tidak menjawab pertanyaan Dika, hanya saja tangan ku dengan spontan langsung memegang wajahnya yang masih berada tepat di depan wajahku. Dika yang merasakan belaian tanganku, hanya menutup matanya, sedangkan aku terus membelai wajahnya sambil terus melihatnya.


“Aku merindukan mu” kataku yang masih membelai wajah Dika


“Aku tahu” kata Dika yang langsung membuka mata dan melihat aku


“Lalu kenapa kamu lakukan ini?” kata ku


“Bukankah kamu jahat?” tanyaku


“Mungkin, tapi aku tidak ingin melakukan hal itu, semua terjadi begitu saja” kata Dika


“Yah, semua terjadi begitu saja. Bahkan tidak ada penjelasan apa-apa hingga saat ini” kataku

__ADS_1


“Apa kamu masih kesal ?” kata Dika


“Tidak, hanya saja aku masih berusaha menahannya” kataku yang melepaskan belaian tanganku dari wajahnya


Lalu dengan cepat aku miringkan wajahku dari depan wajahnya, hingga tiba-tiba tangan Dika menahan wajahku. Posisi kami yang masih saling melihat, kembali hening tanpa kata


“Ada apa?” tanya ku membuka pembicaraan


“Aku bahagia mengenalmu” kata Dika yang langsung mencium kening ku saat itu juga


Aku yang melihat Dika seperti itu hanya terdiam dan setelah Dika mencium keningku, dia langsung memelukku. Pelukan yang sudah lama tidak aku rasakan, bahkan cium kening yang semakin sulit ku dapat darinya, kini aku kembalikan rasakan dari seseorang yang selalu membuatku nyaman.


Andai ini selalu terjadi dalam duniaku, mungkin aku akan selalu berharap lebih untuk terus bertahan

__ADS_1


__ADS_2