Kandas

Kandas
Harapan


__ADS_3

Setelah nelewati segalanya, kami hanya bisa saling melengkapi satu dengan yang lainnya walau sulit, tapi itu tidak mematahkan semangatku untuk terus bersamanya dalam suka dan duka. Aku yang menyayanginya akan melakukan apa saja agar Dika merasa nyaman dengan kehadiran ku.


Pernikahan adik Dika pun telah berlalu, dan semua hanya bisa dilewati dalam hati yang tenang. Dika masih saja menaruh rasa kecewa terhadap adiknya walau aku selalu membujuknya untuk bertemu dengan adiknya, tapi Dika selalu menolak bahkan malah marah dengan ku. Melihat Dika yang seperti itu, pada akhirnya aku hanya bisa terdiam dan mencoba mengalihkan pembicaraan saat itu. Sulit untuk membuat Dika tidak kepikiran akan hal itu,


"Kau menyayangi ku ?" kataku tiba-tiba


"Kenapa kamu tanya hal itu ?" tanyanya kembali


"Entahlah, aku penasaran akan hal itu" kataku tersenyum sambil melihat Dika


"Pertanyaan aneh" kata Dika


"Ha pertanyaan aneh ?. Dimana yang aneh sih ?" kataku

__ADS_1


"Udah deh" kata Dika sambil berdiri meninggalkan aku


Aku pun mengikutinya dari belakangnya saat itu. Melihat pundaknya yang berpura-pura tegar walau jujur dia merasa terluka. Hingga suara musik berputar saat itu dan membuat aku teringat sesuatu.


"Ah, ini kan tarian kami untuk kegiatan minggu depan" kataku.


"Musik ini ?" kata Dika melihatku


"Mang seperti apa gerakannya ?" kata Dika


Dengan cepat aku menarikan gerakan yang aku pelajari saat di kampus. Aku mengekspresikan segalanya dan betapa terkejutnya aku melihat Dika menyambutku dengan tarian yang sama. Aku dan Dika menari bersama dalam musik yang berputar. Aku yang melihat Dika ikut menari membuatku sangat bahagia bahkan itu adalah kenangan yang begitu indah untukku.


"Apa kita akan melakukan seperti ini di hari pernikahan kita?" kataku yang masih menari dengan Dika

__ADS_1


"Apa kamu inginkan hal ini ?" kata Dika


"Tentu saja, bukankah ini romantis untuk kita berdua ?" kata ku


"Semoga saja. aku menanti hal itu" kata Dika sambil mengakhiri tarian yang kami lakukan


"Ahh aku tidak sabar akan hal itu" kataku sambil memeluknya dari belakang


Bertambah lagi kenangan bahkan rasa sayangku untuknya. Tidak pernah terpikirkan olehku untuk menaruh hati kepada Dika begitu dalam. Setelah apa yang dilakukan Dika padaku selama ini. walaupun Dika selalu tak peduli perasaan ku bahkan selalu merasa dia yang paling benar tapi tidak mengubah perasaan ku untuknya.


Jujur saja, semakin Dika mendekatkan diri padaku, maka semakin bertambah juga perasaan yang ku miliki untuknya. Entah bagaimana bisa semua itu terjadi. Bila dikatakan rasa sakit yang sering diberikan Dika lebih sering ku alami tapi itu tidak mengubah rasa ku untuknya, bahkan lebih anehnya perasaan itu malah berubah menjadi sayang yang tidak ingin melepasnya walau itu hanya sebentar saja.


Setiap aku diantar Dika pulang, aku benar-bensr tidak ingin berpisah dengannya. Aku ingin selalu berada di sampingnya bahkan setiap kami tidak bertemu, maka aku akan dengan cepat menelpon Dika dan bertanya sedang apa dan dengan siapa. Perasaan itu selalu bertahan dari masa ke masa. Dan tentu saja. aku berharap kami bisa seperti ini untuk waktu yang lama bahkan dalam ikatan yang benar-benar istimewa dalam kehidupan. Yah istimewa yang selama ini ku impikan untuk hubungan kami. Walau terlalu cepat untuk memikirkan hal itu. tapi itulah harapanku bersamanya...

__ADS_1


__ADS_2