Kandas

Kandas
Penyelesaian


__ADS_3

Aku benar-benar terluka dan hancur, bagaimana bisa aku mencintai seorang lelaki yang bahkan tidak pernah menghargaiku seperti aku menghargainya. Bagaimana bisa aku menaruh rasa sayang ku untukknya sampai sedalam ini, setelah apa yang sudah aku jalani bersamanya beberapa tahun ini. Aku tidak tahu apa yang membuatku sampai segitu bodohnya mempertahankan hubungan yang bahkan hanya sepihak seperti ini. Tapi aku berpura-pura bahwa semua baik-baik saja, bahakan teman-teman yang melihat hubungan kami merasa bahagia karena hubungan kami yang hingga saat ini baik-baik saja. Walau nyatanya aku benar-benar terluka bahkan sudah menyerah untuk mencintainya.


*****


Malam yang panjang bersamanya, membuat aku muak untuk terus berada di dekatnya. Aku berusaha menahannya tapi semua akhirnya membuat aku ingin tidur di hari yang melelahkan ini. Aku dan Dika hanya terdiam untuk waktu yang lama.


“Kenapa kamu diam?” kata Dika


“Ah, tidak kepala ku tiba-tiba sakit” kataku menunduk


Dengan cepat Dika langsung mengurut kepalaku. Sedangkan aku terus tertunduk menahan tangis

__ADS_1


“Aku tahu kamu marah karena sikapku, tapi aku belum bisa mengubah hal itu” kata Dika


Aku hanya terdiam mendengar Dika


“Aku tidak bisa menahanmu, tapi beri aku kesempatan untuk bisa mengubah yang sudah terjadi. Aku akan berusaha menjadi baik walau itu butuh proses. Dan aku ingin kamu selalu ada disampingku saat semua itu sudah berjalan sesuai keinginanmu” kata Dika


Aku hanya menganggukkan kepalaku saat Dika mengatakan hal itu. Bukan karena aku tidak menyayanginya, jelas saja rasa sayang itu tidak pernah berkurang sedikitpun walau rasa kecewa yang selalu diberikan padaku. Aku tulus menyayanginya, bahkan aku selalu berusaha menepati segala janjiku untuknya. Janji yang selama ini ku katakana, akan selalu ku tepati, tapi berbeda dengan Dika yang mengatakan akan berjanji tapi tidak pernah ditepati walau itu hanya sekali. Aku tetap diam tanpa mengatakan apa-apa, semua benar-benar membuatku sadar bahwa hubungan ini hanya berjalan secara sepihak saja. Walau begitu, aku tidak ingin mengakhiri hubungan ini, karena bagiku dialah segalanya dalam hidupku.


“Yakinlah, aku tidak pernah kepikiran untuk melepasmu” kataku


“Aku tahu kamu mencintaiku dengan tulus” kata Dika

__ADS_1


“Kalau kamu tahu, lalu sampai kapan aku harus menerima semua ini?” kataku


“Maaf, aku akan berusaha tapi kasih aku waktu untuk berproses. Karena semua tidak segampang mengucapkan” kata Dika


Aku tahu yang dikataan Dika itu benar, karena tidak akan mudah baginya untuk berubah, tapi karena rasa percayaku akan dia yang akan berubah membuat aku kembali berusaha bertahan dalam hubungan ini


“Baiklah, aku akan berusaha menunggumu. Yakinlah aku tidak akan pernah melepasmu dalam hidupku, karena bagiku kamu adalah segalanya. Dan kamu juga sudah tahu akan hal itu. Aku benar-benar tulus untukmu, maka kamu gak usah takut akan hal lainnya.” kataku sambil melihat Dika


“Yah aku percaya dengan ucapanmu, karena hingga saat ini, aku yang selalu menjadi penghambat hubungan kita. Walau begitu kamu selalu sabar dan selalu mendukungku. Aku beruntung bisa kenal denganmu” kata Dika


Akhirnya kami pun kembali tersenyum dan seperti tidak terjadi apa-apa. Memang seperti itulah kami, bermasalah lalu baikan. Setelah itu, kami akan kembali seperti dulu, meluangkan waktu yang banyak dihari itu juga lalu dihari kedua kami seperti tidak saling mengenal. Semua benar-benar membuatku tidak tahu harus berbuat apa, tapi aku yakin semua akan indah saat semua sudah berjalan seiring waktu. Aku menanti kebahagiaan yang membawaku dan bersamanya dalam hubungan yang bisa ku pertahankan selama hidupku.

__ADS_1


__ADS_2