
Pesan yang begitu panjang, hingga tanpa sadar aku meneteskan air mata kembali akan dirinya yang tidak pernah memahamiku. Di ahkri kata aku hanya mengatakan beberapa kata
"Aku memang salah karena sudah memaksamu selalu ada untukku, maka dari itu aku meminta maaf untukmu"
Kata maaf yang benar-benar tulus ku ungkapkan saat itu. Dan berharap Dika akan memaafkan aku. Ku kirim pesan itu, berharap Dika akan segera membacanya dengan cepat lalu memberi balasan untukku. Tapi nyatanya, hingga malam tiba, pesan itu tidak memiliki balasan sedikitpun. Aku yang melihat hal itu, hanya menghabiskan waktu dengan menenangkan diri. Karena malam sudah tiba, aku pun mandi untuk menyegarkan pikiran ku. Saat di kamar mandi pun aku menghabiskan waktu yang lama karena merendamkan diri di air yang mengalir. Berharap dengan begini, aku bisa menenangkan pikiran ku. Setelah beberapa menit, aku pun keluar, memilih baju untuk dipakai dan mengeringkan rambut yang semakin lama semakin panjang. Saat itu ku buka pintu, dan duduk sambil melihat sekeliling yang ditutupi suasana malam.
"Aahhh sepinya seperti hatiku saat ini" kataku yang bergumam sendiri
Ku sandarkan diriku di tiang pintu dan melihat gerbang yang menjadi pembatas di antara kost dengan dunia luar. Aku terus melihat dan tanpa sadar Dika datang saat itu. Aku yang sudah terhanyut dalam dunia pikiranku tidak memperhatikan Dika. Karena Dika yang terus memanggilku tanpa ada jawaban, akhirnya Dika masuk dan menemuiku serta duduk disebelahku. Aku yang melihat Dika berada di dekatku, membuat aku memandangnya dan mmebelai wajahnya saat itu
"Apakah ini mimpi ?" kataku yang masih berpikir kalau Dika yang duduk di sampingku bukan yang nyata
"Kenapa ?" kata Dika yng meyentuh tangan ku di wajahnya
"Apa karena aku begitu merindukan mu, sampai-sampai aku merasa kalau ini nyata" kataku heran
Dika langsung mendekatkan wajahnya tepat di didepan ku. Aku yang terkejut langsung sadar bahwa Dika benar-benar datang. Dengan spontan aku langsung berdiri saat itu, tapi Dika menarik tangan ku hingga aku kembali duduk disampingnya
__ADS_1
"Kenapa kaget ?" kata Dika yang masih mendekatkan wajahnya padaku
"Kapan kamu datang ?" kataku sambil mengalihkan pandanganku
"Aku sudah dari tadi memanggilmu tapi kamu tidak merespon. Makanya aku duduk di dekatmu" kata Dika
"Aah maaf aku tidak tahu" kataku
"Lupakan saja, aku datang kesini karena ada perlu" kata Dika sambil mengalihkan pandangannya padaku
(Aahh jangtung) kataku dalam hati
"Aku sudah baca pesan ku tadi" kata Dika yang melihat aku
"Oh itu, aku minta maaf" kataku sambil tertunduk
"Yah aku terima hal itu, tapi lupakan saja. Bagaimana kalah kita keluar saat ini ?" kata Dika tiba-tiba
__ADS_1
" Hemm" kataku sambil memiringkan kepala
"Mau keluar gak ?" kata Dika padaku
"Tumben ? Ah bukan tumben. Kamu ngajak aku keluar ? Kok bisa ?" kataku heran
"Ha, maksud kamu apa ?" kata Dika
"Ayolah, apa kamu pernah ngajak aku keluar selama kita pacaran ?" tanya ku
"Maka dari itu, aku mengajak mu keluar sekarang" kata Dika
"Mang kita mau kemana ?" kataku
"Entah kemana aja, yang penting keluar" kata Dika
"Ya sudah aku siap-siap dulu" kataku dengan semangatnya
__ADS_1
Dika pun menunggu ku saat itu. Tentu saja aku dengan semangat langsung mempercantik diri saat itu. Tanpa menunggu lama, kami pun pergi. Selama di perjalanan, aku selalu memeluknya dengan erat. Berharap malam ini jangan cepat berlalu, karena aku ingin selalu ingin berada disampingnya walau apapun yang terjadi.