Kandas

Kandas
Tak Terduga


__ADS_3

Setelah hari itu berlalu, Dika kembali dengan sikapnya yang benar-benar sulit ku pahami. Sikap cuek yang membuat aku selalu ingin dia ubah. Tapi setiap aku mengatakan hal itu, Dika selalu menunjukkan sikap yang tidak menyenangkan. Ku pikir akan ada masanya dimana Dika akan merubah sikapnya. Karena sikapnya untuk ku berbeda dengan perempuan yang lain. Dika memberikan perhatian yang bahkan membuat siapapun merasa nyaman akan kehadirannya. Sedangkan aku, disaat hatinya sedang bersedih maka Dika akan memberikan waktunya untukku. Terkadnag rasa iri itu selalu membuat aku kesal padanya.


***


Seminggu telah berlalu, Dika selalu ada untuk ku. Bukan untuk bersama setelah pulang. Tapi bisa dikatakan hanya untuk makan saja. Yah dengan senang hati pasti aku berikan yang terbaik untuknya. Saat aku masak untuk sarapan ku, maka pasti akan aku berikan juga kepada Dika. Aku seolah-olah sudah bersamanya walau beda tempat. Aku selalu memberinya makan, bahkan beberapa uang untuk mengisi bensin motornya. Bukannya aku berpikir apa-apa, tapi bila dikatakan, uang jajan yang bisa aku tabung telah ku berikan kepadanya. Bisa dikatakan aku telah membantunya selama dia belum mendapat pekerjaan yang tetap. Bahkan aku selalu berusaha mengajaknya makan atau jalan-jalan dengan uang jajan ku sendiri.


*Pesan Singkat*


,


"Udah makan belum ?" kata ku


"Kenapa, apa ada yang kamu masak ?" kata Dika

__ADS_1


"Ihh dasar, tapi ada sih yang aku masak" kata ku


"Ya udah aku datang ya" kata Dika


Beberapa menit kemudian Dika datang dan langsung meminta makan. Dengan cepat aku langsung menyiapkan semuanya. Setiap Dika makan di tempatku, Dika pasti selalu meminta untuk disuapin. Yah tentu saja aku lakukan, walau jujur saja aku kesal karena Dika makan sambil main handphone. Setelah selesai makan, Dika langsung merebahkan badannya di tempat tidurku.


"Ihh baru juga makan, kok malah tidur sih ?" kataku dengan nada kesal


"Tapi kan gak gini juga, dari tadi kamu main handphone saat makan, sekarang malah mau tidur, nyebelin tahu" kataku


"Udah deh gak usah aneh-aneh" kata Dika sambil menarik tangan ku. Hingga posisi ku yang tadinya duduk, jadi ikut rebahan sama Dika


Aku pun ikut berbaring dengannya. Kami pun saling cerita-cerita hingga membuatku merasa ngantuk. Hingga akhirnya aku tertidur di samping Dika. Rasa nyaman yang diberikan Dika padaku membuatku terlelap begitu lama.

__ADS_1


Hari pun mulai gelap, aku pun terbangun saat itu dan melihat Dika yang masih tertidur dengan nyenyaknya. Dengan cepat aku melihat handphone untuk melihat jam berapa saat itu. Karena sudah sore, aku pun membangunkan Dika


"Dik, ayo bangun" kata ku dengan lembut


Dika hanya bergumam saat itu dan masih melanjutkan tidurnya


"Dika, ayo bangun. Ini udah sore" kataku sambil mencolek wajah Dika


Dika masih saja tertidur dengan nyenyaknya. Aku yang melihat Dika dengan lelapnya, membuat aku selalu melihat wajahnya dengan lembut. Berharap aku selalu bisa melihat wajahnya yang memberi aku kenyamanan. Karena bagiku dia adalah penyemangatku. Aku terus menatapnya, hingga tiba-tiba Dika langsung melingkarkan tangannya ke kepalaku dan menariknya tepat di wajahnya. Saat itu juga Dika langsung membuka matanya


Aku pun dengan spontan hanya terdiam saat itu. Tatapan kami yang saling melihat beberapa detik, membuatku langsung berpaling.


Tapi Dika dengan cepat menahan posisi kami ayng saling bertatapan.

__ADS_1


__ADS_2