Kandas

Kandas
Pesan singkat


__ADS_3

Mereka telah bersama untuk merayakan ulang tahun, dan betapa hancurnya perasaan ku, bahkan pesan yang aku kirim untuknya tidak mendapat balasan apa pun darinya. Kecewa bercampur airmata meliputi hatiku saat itu juga. Tidak ada kepastian dan tidak ada kata putus yang diucapkan Dika, bahkan terakhir kami bertemu Dika mengatakan kalau mereka tidak memiliki hubungan.


Tapi yang ku dapat adalah sebuah kebohongan. Aku yang terlalu mempercayai setiap apa yang mereka katakana, selalu membuat aku terlihat bodoh. Aku terdiam beberapa menit, kemudian menyadarkan diri kalau semua memang harus di akhiri.


Saat itu juga, kakak yang berada di pulau seberang memintaku unuk datang ke tempatnya selama liburan kuliah, dan jelas saja aku melakukan hal itu. Aku pergi saat itu juga tanpa mengatakan apa-apa pada Dika, bahkan Dika tidak tahu bahwa aku pergi kesana. Karena nyatanya semua sudah selesai dan sebaiknya semua kembali seperti biasa.


Dan semua memang sesuai yang aku inginkan. Aku berharap dengan aku yang pergi beberapa bulan, akan membawa ku dalam ketenangan yang bisa melupakan dirinya dan perempuan itu. Sesampainya di tempat kakak, aku menghabiskan waktu tanpa melihat handphone. Yah semuanya kembali seperti dulu.


Hingga suatu malam, saat aku sedang menyuci pakaian, handphone ku kembali berbunyi.


Awalnya aku tidak peduli dengan nada dering. Tapi karena terlalu berisik untukku, akhirnya aku mengambil handphone ku dan melihat bahwa ada yang mengirim pesan padaku. Dan betapa terkejutnya aku, ketika aku melihat nama yang mengirim pesan itu padaku.


“Dika “ kata ku dalam hati.

__ADS_1


Jujur saja, awalnya aku tidak ingin membaca pesan darinya, karena itu akan membuat aku sakit hati kembali. Tapi aku bisa apa, dengan hati yang berat aku membaca pesan Dika


“Pesan Singkat”


“Lagi dimana ?” kata Dika


“Ada apa” kataku singkat


“Apa?” kataku


“Aku dan dia sedang pacaran, dan aku mohon jangan ganggu aku lagi dan hubungan kami” kata Dika


Aku yang membaca pesan Dika membuat aku tidak konsentrasi yang membuat selang untuk menampung air tumpah entah kemana. Aku yang ingin nangis saat itu, tertahan karena kakak yang datang menghampiri ku. Aku berusaha untuk tidak terlihat sedih atau pun menangis dan pesan Dika dengan cepat ku balas saat itu juga.

__ADS_1


“Baiklah, terima kasih” kataku dengan singkat


Dan saat itu juga, aku menghapus segala tentangnya, aku pergi dari tempat kakak, lalu melihat langit yang gelap yang pada akhirnya membuat aku tertawa sambil menutup mataku yang ingin meneteskan airmata.


“Hahahaha, ternyata mereka berbohong” kataku pelan


Aku menangis dalam keheningan malam yang bahkan tidak bisa mengungkapkan segala yang aku rasakan. Bagaimana tidak, aku mendapatkan pesan dari perempuan itu bahwa mereka tidak akan pernah pacaran, tapi saat itu juga Dika menghubungi aku dan mengatakan bahwa mereka mempunyai hubungan.


Lalu siapa yang aku percaya saat ini ?. Kepada siapa aku harus bertanya dengan apa yang mereka permainkan dengan ku ?


Aku benar- benar hancur, rasa skit yang ku terima berlipat ganda dari hubungan yang memuakkan ini. Rasa yang ku dapat ternyata berbalik menyakiti aku. Aku yang berusaha melakukan yang terbaik ternyata mendapat perilaku yang membekas. Aku telah bersamanya cukup lama, tapi aku tidak pernah mendapatkan kebahagiaan yang tulus darinya. Aku berusaha menerima segala kekurangannya bahkan aku tidak ingin memberi kesan buruk padanya. Tapi semua hanya omongan belaka, aku hancur.


Aku yang telah merasa muak, pada akhirnya memendam sendiri dan menghapus segala kenangan bersamanya. Yah sosok Dika telah hilang dalam hidupku dan aku akan melepaskan segalanya dari hidupku. Karena nyatanya bertahan pada cinta yang bertepuk sebelah tangan itu sangat menyakitkan.

__ADS_1


__ADS_2