Kandas

Kandas
Terdiam


__ADS_3

Aku melakukan segala aktivitas seperti biasa tanpa adanya gangguan dari Dika, dan itu adalah hal yang aku impikan. Walau berat hati tidak bisa melepas rindu, tapi dengan sikap Dika yang tidak pernah memahamiku membuat aku ingin menyerah pada hubungan yang hanya memberi ku luka.


***


Pulang kuliah membuatku malas untuk cepat-cepat balik ke kost, karena nyatanya saat aku sendiri maka aku akan mengingat kembali bagaimana mereka memamerkan hubungan mereka, sedangkan aku yang sebagai pacarnya, yang menemaninya selama ini hanya dianggap sebagai tempat untuk berteduh. Aku pun pergi menghabiskan waktu dengan bersama dengan teman-teman, dengan begitu aku akan melupakan masalah yang ku alami. Aku sengaja tidak menggunakan handphone saat ini, karena bagiku itu tidak penting lagi.


Aku yang asik dengan dunia pertemananku, membuat aku lupa waktu dan waktu menunjukkan pukul enam sore, aku pun menunggu angkot saat itu. Seperti biasa, aku akan mencoba mengecek handphone ku dan jelas saja ada panggilan dan chat dari Dika. Aku melihat sekilas dan kembali mematikan handphone ku. Selama diperjalanan, aku mengalihkan pandangan ku, berharap mala mini cepat berlalu dan aku bisa melupakan segalanya.


Sesampainya di gang kost, aku berjalan di kegelapan malam sambil melihat sekeliling yang sudah sepi. Tidak ada yang keluar dimalam hari, aku berjalan sendiri tanpa memikirkan apa yang akan terjadi. Karena sekarang semua membuat aku ingin sendiri tanpa ada gangguan dari siapapun. Dan sesampainya di kost, aku pun melakukan seperti aktivitas biasa, menyuci, membereskan kost, mandi dan istirahat. Aktivitas yang aku lakukan adalah rutinitasku untuk menghilangkan stress yang aku hadapi. Saat aku ingin tidur, kembali aku melihat handphoneku dan saat itu nada panggilan pun berbunyi


Aku melihat nama itu dengan lama, bahkan sampai panggilan itu berakhir. Dan seketika panggilan itu kembali, aku berusaha untuk tidak mengangkatnya. Aku menutup mataku dan mengalihkan pandangan ku saat itu. Panggilan itu kini benar-benar berakhir, dan aku yang sudah bosan mendengar nada pesan darinya, akhirnya ku buka.


“Pesan singkat”

__ADS_1


“Kenapa gak mengangkat panggilan ku ? Apa kamu masih marah sama ku?. Dia hanya teman yang sedang aku bantu, tapi kamu malah seperti ini. Tolong berpikirlah, jangan egois yang kamu buat disini. Aku membutuhkan mu saat ini, tolong balas chatku.” kata Dika


Pesan yang benar-benar membuatku malas untuk bertanya kembali, bahkan untuk memulai pertengkaran. Aku yang sudah benar-benar muak dengan semua, pada akhirnya membalas pesan Dika


“Katakan ada apa?” kataku


“Akhirnya kamu membalas pesanku, aku sedang membutuhkanmu” kata Dika


“Apa kamu masih marah?” kata Dika


“Apa aku pantas marah padamu ?” kataku


“Ayolah jangan seperti ini” kata Dika

__ADS_1


“Lalu aku harus seperti apa, apa aku harus meminta maaf untuk sikapku padamu” kataku


“Aku menghubungi mu karena aku membutuhkan mu saat ini” kata Dika


“Baiklah, aku minta maaf atas sikap ku padamu” kataku


“Dari tadi kamu seperti inikan, tidak membuat aku kesal” kata Dika


“Katakan ada apa ?” kataku


“Udahlah, aku udah malas membahasnya” kata Dika


Melihat pesan terakhir darinya, aku pun kembali dengan dunia malamku. Aku tidak membalas pesannya saat itu. Karena bagiku itu adalah jawaban yang mengakhiri segalanya. Aku menenangkan diri tanpa adanya kehadirannya. Dan aku berharap semua benar-benar bisa aku lupakan seiring berjalannya waktu.

__ADS_1


__ADS_2