
"Aku lapar...!" Chu Kai sekarang tidak tahan lagi dan akhirnya mengeluh untuk pertama kalinya. Dia sudah berlatih pedang hingga lelah dan kini dirinya kelaparan. Air di kolam hanya mampu untuk menghilangkan rasa hausnya dan sama sekali tidak berguna menghilangkan rasa laparnya.
Chu Kai berdecak, "Mengagumkan. Calon Ayah mertuaku itu tega sekali. Dia mengurung menantunya sendiri di tempat seperti ini tanpa makanan. Apa dia pikir aku akan baik-baik saja dengan memakan tanah?"
Chu Kai menggeleng pelan. Dia melihat subjek yang terbuat dari Qi itu perlahan memudar sebelum akhirnya menghilang. Satu hal yang ada dipikirannya saat ini adalah bahwa sosok itu dibuat Wei Shezi dengan memakai Qi miliknya, jadi saat dia merasa tenaganya mulai melemah---maka sosok tersebut juga perlahan menghilang.
"Aku harus mencari makanan..." Chu Kai menarik napas. Pedang di tangannya pun juga ikut memudar, menjadi bayangan hitam sebelum akhirnya menghilang.
Chu Kai baru akan keluar dari ruangannya itu saat dirinya dikejutkan dengan sosok Xia Ling Qing yang berdiri di luar. Dia tentu saja kaget dengan kehadiran subjek yang indah ini.
"No-Nona Xia..!" Chu Kai spontan menangkap sesuatu yang dilemparkan secara tiba-tiba oleh Xia Ling Qing. Dia memperhatikan bungkusan kain yang cukup berat dan bahkan ada tekstur keras seperti kayu.
"I-ini..."
"Makanan dan pakaian," Xia Ling Qing menjawab tanpa nada. Matanya sedikit menyipit saat memperhatikan pemuda di hadapannya dan itu membuat Chu Kai menjadi gugup.
Xia Ling Qing mendengus, "Sepertinya kau tidak terlalu bodoh."
"Apa?" Chu Kai mengerutkan kening dan tersentak saat Xia Ling Qing pergi meninggalkannya begitu saja. Dia pun bertanya-tanya tentang maksud ucapan gadis berpakaian hijau muda tersebut.
"Aku sama sekali tidak mengerti," Chu Kai menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia bergumam, "Dia bilang aku tidak terlalu bodoh. Jadi apa maksudnya itu?"
"Kurasa karena dia dapat merasakan perubahan padamu," suara Wei Shezi terdengar.
"Kau sudah bangun?"
"Aku tidak punya pilihan selain memberimu jawaban karena kau begitu payah," Wei Shezi berkata. "Sekarang ini... Kau bisa dibilang adalah kultivator pemula. Dantianmu sudah terbentuk dan aura pelatihanmu sejauh ini mulai keluar, jadi tentu saja gadis itu menyadarinya."
"Oh..." Chu Kai mengangguk, "Tapi bagaimana nona Xia bisa memberikan ini padaku?"
"Memang apa isinya itu?"
"Katanya pakaian dan makanan," Chu Kai masuk ke dalam ruangannya dan kemudian duduk untuk selanjutnya mulai membuka bungkusan kain yang diberikan oleh Xia Ling Qing tadi.
!
Ada lima set pakaian bersih dan sekotak makanan. Chu Kai berdecak kagum dan menyentuh dadanya. Seulas senyuman terlihat di wajahnya saat ia bergumam, "Apa ini? Aku baru saja mengeluhkan tentang makanan dan calon istriku membawanya. Bukankah ini karena kami benar-benar berjodoh?"
"Kau bermimpi terlalu tinggi,"
"Makanan yang dibuat calon istriku... Aku jadi tidak tega memakannya,"
"Astaga, tidak mungkin gadis itu yang memasaknya untukmu. Itu pasti dikirim dari luar,"
"Berarti nona Xia ternyata memikirkanku. Dia memang istri masa depan yang terbaik,"
__ADS_1
"Haah... Sekarang aku mulai prihatin padamu,"
Chu Kai tidak mendengarkan Wei Shezi. Dia menikmati makanannya dengan perasaan yang sangat bahagia. Pelatihannya berlanjut setelah Chu Kai selesai makan dan kali ini dia berlatih cara memurnikan Qi.
Chu Kai terlihat duduk bersila, dia menarik napas dan berusaha untuk berkonsentrasi. Suara Wei Shezi pun terdengar yang mulai menjelaskan tentang pelatihan ini.
"Tingkat Kultivasi Surgawi bisa dibilang adalah sebuah Tingkat Penyempurnaan. Dari sinilah penggunaan Qi akan lebih banyak dibutuhkan," Wei Shezi melanjutkan, "Yang akan kau pelajari kali ini adalah cara memurnikan Qi."
"Baiklah,"
"Di antara energi spiritual yang ada di sekitarmu, ada yang bersifat merusak dan jika dibiarkan maka akan mengendap menjadi racun. Awalnya mungkin tidak terasa, namun setelah beberapa tahun kau akan menyadari bahkan praktik kultivasimu tidak akan pernah meningkat. Bahkan banyak kultivator yang baru tersadar saat semuanya terlambat,"
Wei Shezi berkata, "Memurnikan Qi adalah langkah dasar dan seringkali disepelekan. Jadi meskipun dalam pelatihan kau merasa sudah sangat ahli mengontrol Qi... Kuperingatkan agar kau tidak boleh lengah,"
"........ Aku mengerti,"
"Baiklah. Qi yang berasal dari alam hanya mampu dimurnikan jika berada di dalam tubuh. Namun untuk pelatihan ini, aku tidak akan memintamu menyerap Qi dari alam tetapi memurnikan Qi yang tersimpan di dalam Dantian-mu."
"Apa itu membuang yang buruk dan mengeluarkan dari dalam tubuh?"
"Mn, kau lakukan saja secara perlahan.."
"Wei Shezi," Chu Kai berujar. "Kau tahu bahwa aku bisa melihat warna Qi, bukan?"
"Benar, ada apa?"
"Inderamu benar-benar memukau. Jadi apa kau bisa memisahkan Qi itu. Coba kau keluarkan warna hitamnya,"
"......... Mn,"
*
*
Butuh waktu tiga hari bagi Chu Kai untuk bisa memurnikan Qi. Saat berhasil, seluruh kotoran di tubuhnya keluar dan menjadi keringat hitam yang lumayan bau. Pemuda bermata hijau alami itu bahkan muntah karena tidak tahan dengan baunya.
Beruntung sebab di ruangan ini ada kolam air jernih yang dapat digunakan Chu Kai untuk membersihkan tubuhnya. Dia juga memiliki pakaian ganti dan akan ada seorang murid dari Sekte Gunung Wushi yang mengantar makanan serta pakaian untuknya.
Tepat di hari keenam. Chu Kai mendapat kiriman tanaman herbal yang sudah dihaluskan dan hanya perlu dicampurkan dengan air. Masalahnya adalah Wei Shezi tidak membiarkan Chu Kai memakai herbal tersebut.
"Murid Sekte Gunung Wushi itu bilang bahwa ini berguna untuk pelatihan. Kenapa kau tidak membiarkan aku memakainya?" Chu Kai protes dan merasa bahwa herbal berharga ini akan sia-sia.
"Payah, herbal itu hanya berguna untuk seseorang yang berada di Tingkat Kultivasi Duniawi. Kau yang sekarang sama sekali tidak membutuhkannya,"
"Be-benarkah? Jadi sekarang aku sudah jauh lebih kuat?"
__ADS_1
"Jangan bangga dulu, bagiku ini masih belum cukup. Kau simpan herbalnya dan lanjutkan latihan. Kita akan mulai tahapan selanjutnya,"
"Apa tidak bisa istirahat dulu? Pelatihan ini seperti... Tidak pernah ada habisnya,"
"Waktumu tidak banyak. Jika kau mengeluh di sini, maka orang lain sudah jauh berkembang. Kau pun harus ingat bahwa karena usiamu... Kau jauh lebih lambat memulai dari orang lain. Kau tertinggal sangat jauh sekali,"
".............. Baiklah," Chu Kai kembali ke posisi duduknya dan mendengarkan arahan dari Wei Shezi.
"Setelah mampu memurnikan Qi, kau kini akan berlatih tahap pembukaan jalur meridian."
"Meridian? Aku sepertinya pernah dengar,"
"Kau mendengarnya dari Tabib, kan?"
"Benar. Titik akupuntur. Tapi kenapa kita berlatih itu?"
"Ya ampun, kenapa kau berkata meridian itu titik akupuntur? Apa tabib di sekelilingmu menjelaskannya begitu?"
".............."
"Kau tidak bicara berarti benar. Sekarang dengarkan penjelasanku," Wei Shezi berkata. "Meridian adalah jaringan pembuluh. Saluran ini seperti pembuluh darah, namun untuk Qi bukan darah. Kau mengerti sampai di sini?"
"Iya, kau pikir aku bodoh? Meridian jaringan pembuluh Qi, bukan darah."
"Kenapa kau kesal begitu? Haaah... Baiklah. Aku bisa sebutkan bahwa meridian terbagi tiga. Pertama adalah 8 Titik Meridian yang menjadi jalur untuk sirkulasi Qi dari perut bagian bahwa hingga tulang belakang kepala."
Wei Shezi berkata, "Kedua merupakan 8 Titik Meridian yang memiliki jalur dari Dantian ke bagian depan tubuh hingga ke kepala. Lalu 12 Titik Meridian yang disebut juga Meridian Utama. Jaringan pembuluh ini berhubungan dengan organ dalam dan kau mengontrol Qi sebelumnya menggunakan jalur meridian ini."
Wei Shezi, "Selanjutnya adalah Titik Akupuntur. Ini juga termasuk meridian, namun berkaitan dengan titik tekanan. Ada banyak titik akupuntur di dalam tubuh dan jumlahnya kemungkinan mencapai ratusan. Pengetahuan tentang titik akupuntur dapat dipakai sebagai penyembuhan dan tabib akrab dengan meridian ini."
"Tunggu, ada yang mengganjal pikiranku." Chu Kai berkata, "Kau sebelumnya mengatakan bahwa meridian terbagi tiga. Kenapa yang kudengar... Kau menjelaskan empat?"
"Tsk, memang apa bedanya 3 atau 4. Yang penting aku menjelaskannya. Tidak perlu banyak protes, kau fokus saja."
"Rasa-rasanya kau jadi menyebalkan, yah..."
"Aku ini bisa dibilang adalah Shizun-mu. Penjelasan dari Shizun selalu benar, jadi jika seorang Shizun salah... Maka sebagai murid kau hanya harus tahu bahwa 'Shizun selalu benar'."
"Bukannya itu keterlaluan?!"
"Kau ikuti saja apa susahnya?! Sekarang fokus!" Wei Shezi terus membimbing Chu Kai untuk melakukan pembukaan dan penyempurnaan jalur meridian.
Tahapan awalnya lumayan cukup bisa diatasi oleh Chu Kai, namun tidak berlangsung lama sampai pelatihan ini mulai menyakitkan. Ada jalur meridian yang tertutup dan Chu Kai harus membukanya satu per satu. Dan ini adalah pelatihan yang memakan waktu paling banyak.
Hanya saja sebuah fakta terungkap bahwa Chu Kai sebenarnya memiliki bakat berkultivasi. Dia hanya membutuhkan waktu sepuluh hari untuk membuka dan menyempurnakan jalur meridian di dalam tubuhnya. Karena ketekunannya, dia bahkan berhasil melewati tahap memperkuat meridian dan sekarang telah berlatih mengisi stamina dengan Qi.
__ADS_1
Sebelumnya, Chu Kai menggunakan makanan yang dikirim padanya untuk menambah stamina dan mengatasi rasa laparnya. Tetapi setelah berlatih mengisi stamina dengan Qi... Kebutuhannya pada makanan menjadi berkurang. Bahkan karena hal ini, Wei Shezi pun mengajarkannya teknik inedia.
******