LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
37 - Pelatihan dari Wei Zhang Zihan


__ADS_3

Chu Kai teringat dengan Wei Zhang Zihan. Dia pun mengambil pedangnya dan bergegas menuju asal suara yang didengarnya. Bunyi ledakan kembali dan semakin dekat.


!!!


Sebuah lesatan serangan datang dan tiba-tiba membentur pohon. Chu Kai terkejut dengan ledakan pada pohon tersebut, dia semakin cemas pada kondisi Wei Zhang Zihan sekarang.


"Pendekar Wei..!" Chu Kai berseru dan terus memanggil-manggil Wei Zhang Zihan. Dirinya pun mulai melihat berbagai bekas sayatan pedang di beberapa pohon dan batu.


Kondisi tempat itu seperti habis digunakan sebagai tempat pertarungan, apalagi mata Chu Kai melebar saat menyaksikan seekor serigala berukuran besar yang terbaring tidak bernyawa dengan kondisi kepala terpenggal.


"Kenapa kau ada di sini?"


Chu Kai terkejut dan spontan menoleh ketika mendengar suara itu. Dia melihat seseorang berdiri di sebuah dahan pohon dan sosok itu tak lain adalah Wei Zhang Zihan.


"Pendekar Wei..."


Wei Zhang Zihan melompat turun dan menapak dengan lembut di tanah. Dia berjalan ke arah Chu Kai dan kemudian berkata, "Kau harusnya menunggu di sana, kan? Kenapa kau datang kemari?"


"Aku mendengar suara keras. Kupikir terjadi sesuatu padamu, ma-makanya aku datang."


"Hmph," Wei Zhang Zihan mendengus. Dia pun lantas menyodorkan dua kelinci yang sudah mati kepada Chu Kai.


"Ka-Kau pergi menangkap ini?"


"Kau bekerja di kedai, kan? Jadi lakukan apa pun dengan benda itu. Ayo pergi,"


!


*


*


Wei Zhang Zihan terlihat membasuh wajahnya di anakan sungai. Dia memiliki dua misi yang besar saat ini. Pertama adalah menyelamatkan Nalan Shu dan yang kedua mencari obat penawar dari Racun Dingin Xia Ling Qing.


Di sisi lain, dia pun harus membantu Chu Kai menjadi pantas sebagai Pendekar Naga walau dia sendiri tidak tahu bagaimana caranya melakukan hal tersebut.


Tanggung jawab ini sebenarnya tidak sepenuhnya ada pada dirinya. Hanya saja keadaan di Sekte Gunung Wushi tidak terlalu baik dan seperti sebelumnya---Chu Kai keluar dari kota tanpa mengatakan apa pun.


Wei Zhang Zihan menarik napas, dia berpikir untuk mengirim pesan pada gurunya saat sebuah suara memanggil namanya.


"Pendekar Wei, makanannya sudah siap."


Wei Zhang Zihan menoleh. Dia pun bangkit dan berjalan ke arah Chu Kai. Pemuda dengan mata hijau alami itu duduk di hadapan sebuah api unggun dengan dua kayu yang menusuk masing-masing seekor daging kelinci.


Chu Kai menyerahkan salah satu daging kelinci yang sudah dibakarnya itu kepada Wei Zhang Zihan. Pendekar Suci dari Sekte Gunung Wushi itu nampak menghela napas sebelum mulai mengambil daging kelinci itu dan mulai duduk.


"Setelah ini selesai, kita akan mulai berlatih."


Chu Kai baru saja akan membuka mulut untuk memakan daging kelinci miliknya saat suara tanpa nada itu terdengar. Dia menatap Wei Zhang Zihan, sangat ingin mengeluh, tetapi tidak bisa.


Chu Kai menarik napas dan mengangguk pelan, dia pun mulai makan. "Pendekar Wei, sebenarnya apa yang terjadi di hutan barusan?"


Wei Zhang Zihan menatap pemuda ini dan berkata, "Seperti yang kau lihat. Itu serigala,"


"Iya, aku tahu. Tapi bagaimana kau bisa berurusan dengan serigala itu? Aku sangat kaget. Kupikir pendekar dari Sekte Wulin yang menyerangmu,"


"Aku mencari kelinci itu, tidak sengaja bertemu binatang iblis dan dia menyerang dengan niat membunuh. Inilah sebabnya kau tidak boleh pergi ke sembarang tempat tanpa persiapan sama sekali,"


".............."

__ADS_1


Wei Zhang Zihan melihat pemuda di depannya menunduk dan tidak berkata apa-apa. Dia pun kembali buka suara, "Binatang Iblis berbeda dengan binatang biasa. Baik ukuran tubuh, maupun naluri mereka."


Menyadari Chu Kai menatapnya membuat Wei Zhang Zihan memberikan penjelasan. "Binatang biasa, entah itu buas atau pun tidak... Pada dasarnya mereka akan lari ketika melihat manusia. Tetapi binatang iblis dan binatang yang berpotensi menjadi binatang iblis tidak akan pernah takut dan justru akan langsung menyerang manusia."


"Lalu..." Chu Kai menelan ludah. Dia ragu untuk mengatakan ini, tetapi tetap buka suara. Dia pun bertanya, "Apa... Binatang iblis bisa memiliki wujud manusia?"


"Mn, mereka mempunyai beberapa tingkatan. Binatang biasa memiliki kemungkinan 50 % untuk menjadi binatang iblis. Kemudian dari sini, binatang iblis dibagi menjadi tiga kategori. Pertama, bentuk tubuh binatang iblis berbeda dari yang biasa. Kedua, ukuran tubuh mereka yang jauh lebih besar. Ketiga, usia mereka yang jika semakin tua---makan akan berpotensi mengalami kebangkitan."


"Binatang iblis yang mengalami kebangkitan bisa berbicara, termasuk menjadi manusia." Wei Zhang Zihan menarik napas. Pandangan matanya sedikit turun ketika berkata, "Binatang Iblis yang menjadi manusia... Jauh lebih berbahaya. Sebisa mungkin, jangan pernah terlibat dengan mereka. Tetapi karena kau adalah Pendekar Naga---kau jadi tidak bisa menghindari mereka selamanya."


!!


Chu Kai tanpa sadar menahan napas. Dia pun dengan gugup bertanya, "A-apa kedua gadis yang memiliki wujud laba-laba itu... Adalah jenis binatang iblis?"


Wei Zhang Zihan menatap pemuda ini dan teringat insiden di Kota Bai Nang. Dia pun berkata, "Mereka adalah siluman. Jenis ini merupakan makhluk halus yang bisa berwujud manusia atau pun binatang. Ada banyak makhluk yang sebenarnya menghuni dunia ini, bukan hanya manusia, hewan, atau tumbuhan. Kau harus selalu berhati-hati,"


Wei Zhang Zihan kembali berkata, "Tentu saja Iblis adalah musuh manusia yang paling berbahaya. Kebangkitannya akan menjadi kemusnahan umat manusia. Karena itulah para manusia berusaha keras untuk menjadi kuat agar bisa melindungi dunia ini,"


"Di sisi lain..." Wei Zhang Zihan berujar, "Bahkan sesama manusia pun ada yang berselisih. Jadi yang bisa kukatakan adalah musuhmu dapat berasal dari jenis mana pun. Ini merupakan pelajaran pertama dariku, kau harus ingat itu baik-baik."


!


Chu Kai menatap Wei Zhang Zihan dan lantas mengangguk pelan, "Aku mengerti. Tapi apa masalah para manusia itu denganku? Bukankah seharusnya kabar tentang Pendekar Naga adalah sesuatu yang bagus?"


".............." Wei Zhang Zihan memperhatikan Chu Kai dan berkata, "Untuk pertanyaanmu... Kau harus mencari tahu sendiri jawabannya. Sekarang makanlah dan kemudian mulai latihan,"


"Ba-baiklah..." Chu Kai kembali memakan daging kelinci yang sudah dibakarnya. Dia pun menatap Wei Zhang Zihan dan kembali buka suara.


Chu Kai bertanya, "Aku membakar kelinci yang kau berikan tanpa bumbu apa pun. Apa rasanya enak?"


"Lumayan, ini cukup bisa dimakan."


"Harusnya saat kau memutuskan untuk pergi, kau sudah siapkan perbekalanmu. Bukan hanya pakaian. Ini rasanya.... Seperti kau benar-benar niat mencari mati,"


*


*


"Bagaimana?" Jian Yu, gadis yang merupakan anggota Sekte Wulin bertanya pada kedua rekannya. Saat ini mereka berada di salah satu atap sebuah bangunan di Kota Lianyi.


"Seperti yang diduga, memang pria itu adalah Pendekar Naga yang terpilih." Liu Ming Zhou, pemuda yang merupakan anggota Sekte Wulin baru saja mencari tahu beberapa informasi tentang Pendekar Naga.


Liu Ming Zhou berkata, "Tidak sulit mencari informasi tentang Pendekar Naga. Orang-orang di kota ini mengenalnya karena dia adalah pria dengan wajah serta mata yang asing. Dia pun memiliki nama yang aneh... Kai."


Jian Yu mengedarkan pandangannya. Dia melihat kondisi di bawah sana dan bergumam, "Kai... Dia berasal dari negara asing. Pemuda yang tidak berasal dari tempat ini... Bagaimana bisa terpilih menjadi Pendekar Naga?"


"Ini karena Master Zhuang. Sosok itulah yang sudah memilih di saat semua orang berpikir bahwa Pendekar Suci Xia Ling Qing yang akan menduduki posisi sebagai Pendekar Naga," Liu Ming Zhou berkata, "Aku juga membawa kabar bahwa yang menyerang Sekte Gunung Wushi dan kota ini adalah Xue Xiaowen, putri dari Tetua Sekte Bulan Mati. Dia juga meracuni Pendekar Suci Xia Ling Qing dengan sebuah Racun Dingin."


!!


Jian Yu menoleh dan menatap rekannya, "Aku tidak menyangka akan mendapatkan kabar sebagus ini. Tidak sia-sia kita datang,"


Jian Yu tersenyum dan berkata, "Kirimkan pesan pada Tetua... Sampaikan semua kabar ini padanya. Aku sendiri akan menyapa Sekte Gunung Wushi sebentar,"


*


*


Wei Zhang Zihan yang saat ini sedang mengajari Chu Kai tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di Kota Lianyi. Hanya saja, dia sebelumnya sudah mengirim surat dengan memakai seekor burung pengantar pesan dan memberitahukan tentang perjalanannya serta pertemuannya dengan para pendekar dari Sekte Wulin.

__ADS_1


"Gerakan dasar yang harus kau lakukan adalah tusukan. Kau harus berlatih menusuk seratus kali setiap harinya,"


"Apa?!" Chu Kai kaget. Dia hanya diberi pemanasan sebentar, kemudian mulai mengikuti teknik menusuk dari Wei Zhang Zihan sebanyak dua kali, dan sekarang dia harus berlatih menusuk seorang diri?!


Sebenarnya bukan masalah jenis latihannya. Hanya saja bagaimana dirinya bisa melakukan itu sebanyak seratus kali. Bahkan di saat ini pun, Chu Kai merasakan bahwa lengannya sudah hampir terlepas dari tubuhnya.


"Pendekar Wei, apa tidak bisa sepuluh kali saja?" Chu Kai melakukan penawaran. "Aku benar-benar tidak sanggup jika seratus kali,"


"Kau tidak sanggup? Maka baiklah. Lakukan sebanyak 150 kali,"


"Apa?!" Chu Kai terkejut bukan main. Dia menatap Wei Zhang Zihan dan melihat bahwa pemuda ini nampak tidak sedang bercanda. Dia pun tersenyum pahit di samping raut wajahnya yang memucat.


Chu Kai menelan ludah, "Diperhatikan saja maka sudah jelas bahwa kau akan menaikkan angkanya jika aku protes lagi. Baiklah, akan kulakukan... 100 kali."


"150,"


"100 kali, Pendekar Wei. 100..!"


"160,"


"Aaah!" Chu Kai menjambak rambutnya. Dia pun mengembuskan napas dan tidak berniat memprotes lagi.


Wei Zhang Zihan melihat pemuda ini mulai memasang kuda-kuda dan kemudian berlatih menusuk sesuai dengan arahannya. Dilihat, itu hanyalah gerakan biasa, sama sekali tidak istimewa. Tetapi bahkan Chu Kai sendiri pun tahu bahwa ini masih dalam lingkup pelatihan dasar.


Dia dan Wei Zhang Zihan melanjutkan perjalanan menuju ke Kota Chang'An. Chu Kai akan selalu berlatih gerakan menusuk dengan pedang miliknya sebanyak seratus kali dalam sehari. Di sisi lain, Wei Zhang Zihan terkadang pergi berburu binatang-binatang liar di dalam hutan.


Keduanya tidak mengetahui bahwa saat ini Sekte Gunung Wushi sedang kedatangan tamu yang tidak terduga. Tetua Xia Feng Hua sampai harus turun tangan untuk mengatasi para pendekar yang berasal dari Sekte Wulin tersebut.


Jian Yu, gadis yang merupakan anggota Sekte Wulin tidak datang untuk mencari masalah. Dia masih sadar diri bahwa di saat kondisi Sekte Gunung Wushi yang baru dilanda masalah, para guru termasuk murid-muridnya menjadi lebih siap untuk bertarung.


"Tetua Feng Hua, kau tidak perlu terlalu tegang." Jian Yu berkata, "Pengajaran di sekte kami masih memiliki moralitas untuk tidak menyerang perguruan yang dalam suasana berkabung. Sejujurnya aku turut berduka cita dengan apa yang terjadi pada Pendekar Suci Xia Ling Qing. Meskipun belum mati, tapi aku ingin mengucapkan bela sungkawa padamu lebih cepat."


"Nona Jian Yu," Tetua Xia Feng Hua buka suara. "Kau bisa mengatakan apa pun, tetapi jika tidak ada hal yang penting untuk kau sampaikan, sebaiknya Nona Jian Yu pergi. Sekteku sedang tidak bisa menerima tamu untuk saat ini,"


"Pfft ha ha ha," Jian Yu tertawa. Dia tersenyum dan kemudian berkata, "Tetua Feng Hua terlalu kasar. Karena itulah istrimu pergi sebab tidak tahan dengan tingkahmu yang seperti ini, aaah. Benar. Aku datang untuk menyampaikan pesan dari Tetuaku,"


Jian Yu mengibaskan tangan dan sebuah belati kecil melesat hampir mengenai wajah Tetua Xia Feng Hua andai pria itu tidak segera menahannya dengan dua jari.


!!


Pegangan belati itu berbalut kain, Tetua Xia Feng Hua meski tidak mengutarakannya---tapi dia jelas terlihat marah dengan tindakan Jian Yu yang begitu berani. Bahkan memanfaatkan serangan kejutan tersebut, gadis berpakaian hitam itu sudah pergi entah ke mana.


Tetua Xia Feng Hua membuka kain yang membalut gagang belati dan kemudian mulai membaca tulisan pada kain kecil itu. Dirinya pun tersentak dan warna wajahnya menjadi merah padam.


Tetua Xia Feng Hua meremas kain tersebut. Dia pun melambaikan tangan dan berjalan pergi. Dia sebenarnya sudah memperkirakan isi pesan yang akan disampaikan oleh anggota dari Sekte Wulin tersebut karena sebelumnya Wei Zhang Zihan sudah mengiriminya pesan terlebih dahulu. Tetapi tetap saja dia marah.


Dampak dari serangan Sekte Bulan Mati masih terasa kental dan sekarang kabar yang datang semakin membawa pengaruh buruk. Tetua Xia Feng Hua bisa saja langsung bertindak jika ini hanya menyangkut tentang keselamatan sekte miliknya, tetapi kabar yang dia terima pun ikut melibatkan Chu Kai dan hal tersebut bukanlah sesuatu yang baik.


Kabar tentang Pendekar Naga sudah tersebar luas dan ada di antara para pendekar yang ingin menangkap Chu Kai untuk dihabisi. Tapi yang membuat Tetua Xia Feng Hua marah adalah berita bahwa dengan diseranganya Sekte Gunung Wushi telah membuktikan kemunduran dari kemampuan Tetua Xia Feng Hua sebagai pemimpin sekte.


"Mereka bisa mengatakan apa pun, tetapi tidak dengan nama baik sekteku."


"Tetua..! Sebenarnya ada apa?" seorang murid senior bergegas menghampiri Tetua Xia Feng Hua. Dia khawatir sebab tidak biasanya Tetua Xia Feng Hua begitu marah seperti ini.


"Kirimkan pesan pada para tetua yang lain untuk menemuiku di Aula Xing. Sekte Gunung Wushi akan memenuhi undangan dari Sekte Wulin..!"


!!


******

__ADS_1


__ADS_2