LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
125 - Siasat


__ADS_3

Energi spiritual menyelimuti pedang Chu Kai. Dia dengan dingin berkata, "Sebelumnya aku sedikit kecewa dengan cara kedua rekanmu mati. Mereka... Harusnya lebih menderita lagi, sama seperti yang akan kau alami."


Zhi Mei mendengus. Dia baru akan meledek subjek di hadapannya ketika sosok itu dengan cepat menghilang. Detik berikutnya, pemuda bermata hijau alami yang diperhatikan oleh Zhi Mei muncul di samping kanan tubuhnya dan dengan sebuah serangan yang kuat.


!!!


Zhi Mei spontan menghindar, tetapi angin kejut dari serangan tersebut membuatnya terdorong cukup jauh. Dia hampir saja kehilangan keseimbangan andai tidak melentingkan tubuh.


"Kau mulai membuatku kesal," Zhi Mei segera membuat simbol tangan dan aura aneh dengan cepat menyebar.


Di sela-sela jari Zhi Mei terlihat benang-benang putih keperakan dan gadis itu pun menyerang. Ia melambaikan tangannya dan serangan dari benang miliknya datang.


?!


Chu Kai melompat menghindari serangan itu dan menangkis beberapa. Namun yang sangat mengejutkan adalah saat pedangnya berbenturan dengan benang milik Zhi Mei, justru Chu Kai sendirilah yang terdorong mundur.


"Dengan praktikmu sekarang... Apa kau pikir bisa mengalahkanku?" tatapan mata Zhi Mei tajam. Dia kembali menggerakkan jari-jari tangannya dan serangan dari benang miliknya datang menyerang secara bergantian.


Terjangan dari benang milik Zhi Mei begitu dahsyat. Lantai yang terkena serangan itu bahkan hancur dan tentu saja jika seseorang yang terkena serangan tersebut, maka bisa dipastikan tubuhnya akan terbelah.


Chu Kai menggunakan teknik tusukan tajam miliknya dan rupanya dapat dihindari oleh lawan. Serangan Chu Kai begitu kuat dan bahkan tidak berhenti sebelum menghantam benda besar di depannya.


Di jarak 15 meter, salah satu dinding makam kuno yang terkena serangan Chu Kai terlihat memiliki lubang yang besar. Pemuda bermata hijau alami itu tanpa peringatan kembali melesat, energi spiritual menyelimuti pedang pusakanya.


Zhi Mei mengambil jarak. Jari-jari tangannya bergerak dan benang-benang tipis muncul. Di udara, dengan cepat benang tersebut mulai membentuk jaring seperti milik laba-laba.


Serangan jaring itu luar biasa kuat dan Chu Kai pun merasakan firasat tidak mengenakkan. Dia segera mengeluarkan teknik pernapasan naga miliknya. Sebuah teknik yang mampu membuat serangan lawan menghilang.


!!


Zhi Mei terkejut pada serangan jaring laba-laba yang ia lesatkan tidak berpengaruh sama sekali. Ini membuatnya begitu marah dan seketika kedua tangannya berubah warna menjadi merah.


"Kau tidak akan bisa menahan yang satu ini." suara Shi Mei dingin, "Tercabik-cabiklah!"


Benang yang terajut seperti sarang laba-laba kembali datang dan kali ini secara bertubi-tubi. Serangan itu sangat besar dan dengan cakupan yang luas.


"Teknik Pernapasan Naga... Tanpa Jejak!"

__ADS_1


!!!


Benang-benang spiritual Zhi Mei terpotong dan kemudian berubah menjadi titik cahaya sebelum akhirnya menghilang. Anggota dari Sekte Bulan Mati itu sekarang yakin bahwa pemuda ini mempunyai teknik yang mampu menghentikan serangannya.


"Teknik sekuat itu... Aku yakin tidak bisa terus digunakan," Zhi Mei mengepalkan tangannya. "Akan kuuji. Biar kulihat sampai mana kau bisa memakai teknik seranganmu itu!"


Zhi Mei lagi-lagi mengeluarkan serangan yang berbentuk seperti jaring laba-laba. Gerakan tangannya sangat cepat hingga sulit untuk diikuti mata. Di sisi lain, Chu Kai hanya berdiri dan berkonsentrasi penuh. Pemuda bermata hijau itu nampak memegang kuat pedangnya.


Ketika serangan Zhi Mei hampir menyentuh ujung rambut Chu Kai, serangan itu pun seketika berubah menjadi titik cahaya dan lalu menghilang. Kejadian itu berulang beberapa kali dan sama sekali tidak menjadi gangguan berarti bagi Chu Kai.


"Mustahil... Pemuda ini..?!" Zhi Mei menggeram dan kemudian mulai memakai teknik serangan yang lain. Energi spiritual miliknya terbentuk di udara dan sebuah boneka tercipta.


Boneka kain yang mirip perempuan kecil itu mulai mengeluarkan suara nyaring dan tatapan matanya berkilat merah. Tidak butuh waktu lama sampai lantai yang sebagiannya sudah rusak parah kini kembali bergetar.


!?


Chu Kai menyaksikan sebuah tangan yang sangat pucat muncul dari dalam lantai yang ia pijak. Dirinya pun melompat menjauh dan makin banyak tangan yang nampak.


Teknik yang digunakan oleh Zhi Mei merupakan mantra pemanggil mayat hidup. Boneka yang melayang di udara itu bagaikan bendera kematian yang memancing para mayat hidup ini hingga datang kemari.


Ekspresi Chu Kai menjadi lebih serius. Tangan kanannya memegang kuat pedang pendekar naga miliknya. Ia menatap tajam ke arah Zhi Mei dan kembali mengeluarkan teknik tusukan tajam.


Zhi Mei tertawa, "Apa kau hanya tahu satu jurus saja?! Kau sama sekali tidak layak menjadi lawanku!"


Chu Kai jelas sangat kesulitan, dia dalam posisi yang tidak diuntungkan. Apalagi saat ini kondisinya sedang dikepung oleh para mayat hidup. Dia berusaha menggunakan teknik berpedang yang ia pelajari selama ini, namun para mayat hidup ini sangat kuat dan bahkan sulit sekali ditumbangkan.


Ada kejadian di mana Chu Kai berhasil menebas kepala beberapa mayat hidup, tetapi yang mengerikannya adalah mereka masih bisa bergerak tanpa kepala dan serangan dari mayat-mayat itu menjadi semakin gesit.


Zhi Mei merasa puas dengan kesulitan yang dialami lawannya, bahkan ia tersenyum lebar saat salah satu mayat hidup miliknya berhasil memberikan cakaran yang kuat pada lengan Chu Kai. Serangan itu juga membuat pakaian pemuda tersebut koyak.


Chu Kai meringis. Luka yang diakibatkan oleh serangan mayat hidup itu terasa membakar kulit. Dia menghindari serangan lainnya, tetapi justru sebuah cakaran lain kembali datang dari arah belakang. Berikutnya sebuah tendangan datang dari arah depan dan ini dilakukan sendiri oleh Zhi Mei.


Chu Kai terlempar sangat jauh dan dengan kuat menghantam lantai. Zhi Mei mendengus dan berkata, "Kau mengatakan apa tadi? Ingin membuatku lebih menderita? Hmph. Sekarang lihatlah siapa yang berada di posisi itu."


Zhi Mei membentuk simbol tangan. Dia pun berkata, "Kau akan menjadi korban pertama dari teknik Tingkat Langit yang kudapatkan ini..!"


Asap hitam terbentuk di bawah kaki Zhi Mei dan juga di kaki para mayat hidup miliknya. Suasana yang sebelumnya menegangkan kini makin menjadi. Dia menyerang tanpa memberi kesempatan pada lawannya, bahkan untuk mengambil napas.

__ADS_1


"Teknik Tingkat Langit, Jaring Pembakar Tulang..!"


!!


Serangan Zhi Mei datang dengan kecepatan yang luar biasa. Jangkauan dari serangan itu luas sehingga sulit bagi lawannya untuk menghindari. Zhi Mei baru akan tertawa lepas ketika hal yang sangat mengejutkan terjadi.


Tidak ada suara ledakan dari serangan yang ia lakukan dan ini membuat Zhi Mei terkejut. Anggota Sekte Bulan Mati itu menatap lurus ke depan dan seketika melebarkan mata saat serangannya lagi-lagi menjadi butiran cahaya, lalu menghilang.


"Sialan! Sebenarnya teknik apa yang dia lakukan?!" Zhi Mei menggeram, "Bukankah jika ini terus berlanjut... Setiap seranganku akan mudah dipatahkan?!"


Zhi Mei memperhatikan para mayat hidup miliknya dan kemudian berseru, "Maju dan bunuh dia!"


Zhi Mei sangat kesal dan sejujurnya dia sama sekali tidak menyangka teknik lawannya bahkan dapat mematahkan serangan Tingkat Langit yang ia miliki. Di sisi lain, teknik yang bisa mematahkan setiap serangan terkuatnya itu seolah tidak mempunyai batasan.


Zhi Mei masih tidak ingin mempercayai ini dan ikut melesat. Dalam hati, ia membatin. "Orang itu berhasil menahan serangan jarak jauh dariku, tapi jika diperhatikan baik-baik.... Dia sama sekali tidak berdaya di hadapan para mayat hidup ini. Mungkin..."


"Tekniknya tidak mempan melawan para mayat ini," Zhi Mei memikirkannya dan kemudian tersenyum. Dia pun mempunyai cara untuk menghabisi lawannya ini.


"Serangan jarak jauh tidak mempan bagimu, maka baiklah. Akan kucabik-cabik kau bersama dengan para mayat hidup ini." Zhi Mei melesat. Kuku jari pada tangannya terlihat memanjang dan jelas sangat tajam. Lawannya masih terbaring dan kesulitan menggerakkan tubuhnya.


"Matilah..!" Zhi Mei berseru. Dia dan para mayat hidup miliknya sudah semakin dekat dengan target. Serangan mereka semua jelas akan sangat mematikan dan seseorang yang terkena serangan tersebut pasti akan tercabik-cabik hingga tak bersisa.


Dampak mengerikan itu bisa saja terjadi, namun hal yang tidak terduga adalah bahwa ekspresi tidak berdaya dari sosok yang menjadi lawan Zhi Mei sebelumnya kini berubah penuh.


!!


"Aku.... Sudah menunggu kau datang," Segaris senyum terbentuk pada wajah sosok yang tak lain adalah Chu Kai. Pemuda ini masih dalam posisinya, tetapi ucapannya barusan membuat Zhi Mei terkejut.


Anggota Sekte Bulan Mati itu terlambat. Para mayat hidup yang menyerang bersamanya kini satu persatu terkena serangan yang entah dari mana. Tubuh para mayat hidup itu terpisah menjadi potongan daging yang kecil.


!!


Mata Zhi Mei melebar saat sebuah tendangan datang dari depan. Dia tidak bisa menghindar sehingga berusaha menahan serangan itu dengan kedua tangan yang disilangkan.


Posisi Zhi Mei tidak tepat. Serangan tersebut terlalu kuat untuk ditahan hingga membuat Zhi Mei terpental cukup jauh. Kedua tangannya yang menahan tendangan itu bahkan sampai mati rasa.


******

__ADS_1


__ADS_2