LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
59 - Tetua Sekte Tianzhi


__ADS_3

Pria berpakaian putih dengan corak daun bambu itu bernama Wang Fang Bubai, Tetua Besar Sekte Tianzhi. Tentu saja, usia yang nampak bagai 43 Tahun itu bukanlah usianya yang sebenarnya. Wang Fang Bubai jauh lebih tua dari Jiang Mu Bai.


"Kau akhirnya datang," Long Yang Wang buka suara dan kemudian mulai membuka tudung yang menutupi kepalanya.


!!!


Para pendekar Sekte Tianzhi terkejut bukan main saat tahu bahwa sosok yang mereka hadapi sebelumnya bukan sepenuhnya manusia. Seruan terdengar dan bahkan Chu Kai pun kaget karenanya.


"Dia Siluman!!"


Para pendekar Sekte Tianzhi hendak menyerang kembali, tetapi Wang Fang Bubai segera memberi isyarat tangan agar mereka semua tidak bergerak. Wang Fang Bubai pun menatap anak remaja yang berdiri tidak jauh di hadapannya.


Suara Wang Fang Bubai terdengar, dia berkata dengan tenang. "Kau bisa mengirimkan surat agar aku dapat melakukan penyambutan untukmu. Tapi kau justru datang secara tiba-tiba dan membuat kekacauan di tempat ini."


"Aku tidak yakin penyambutan yang kau lakukan akan bisa semeriah kejutan yang kuberikan."


Ucapan Long Yang Wang membuat Chu Kai dan para pendekar Sekte Tianzhi yang lain tersentak kaget. Mereka pun menatap Wang Fang Bubai dan Long Yang Wang secara bergantian. Chu Kai dan yang lainnya jelas merasa bahwa kedua subjek di hadapan mereka ini saling mengenal satu sama lain.


"Langsung saja," Long Yang Wang buka suara. "Kedatanganku kemari untuk menagih janjimu,"


Long Yang Wang berkata, "Kau menjanjikan dua hal padaku. Kematianmu dan pembebasan ibuku,"


Jiang Mu Bai melebarkan matanya. Nada suaranya meninggi saat dia membentak, "Berani sekali kau bicara seperti itu pada Tetua! Aku akan-"


"Jangan," Wang Fang Bubai menyela, dia menatap Jiang Mu Bai dan menggeleng pelan sebelum kembali menatap Long Yang Wang.


Sambil mengambil langkah mendekat, Wang Fang Bubai berujar. "Benar bahwa aku sudah menjanjikan kedua hal itu padamu, tetapi untuk kematianku... Aku rasa itu belum bisa dengan kekuatanmu yang sekarang."


"Antara pembebasan ibumu atau dendammu padaku... Manakah dari keduanya yang penting untuk kau selesaikan lebih dulu?" Wang Fang Bubai berhenti tepat di depan anak remaja tersebut dan berkata, "Sejujurnya jika kau pilih untuk membalaskan dendammu... Kau tidak hanya akan gagal menyelamatkan ibumu, tetapi juga tidak akan bisa menemuinya lagi."


Long Yang Wang menatap tajam ke arah pria di hadapannya. Dia mengepalkan kedua tangannya dan seolah menahan luapan kemarahan. Di sela-sela giginya yang terkatup, Long Yang Wang buka suara.


"Aku memang membencimu, tapi di antara keselamatan ibuku dan kematianmu... Jelas kau sama sekali tidak penting." Long Yang Wang berkata, "Berikan saja Pedang Pendekar Naga itu jika kau tidak ingin murid-murid berbakat di sektemu binasa di tanganku."


Chu Kai terlihat tersentak dengan ucapan Long Yang Wang. Anak remaja tersebut baru saja menyinggung tentang Pedang Pendekar Naga. Dia sama sekali tidak salah dengar dan tentu saja itu mengejutkan.


Sambil berkedip beberapa kali, Chu Kai pun menatap Wei Zhang Zihan dan bernada pelan saat berkata. "Pendekar Wei... Pedang yang dia maksud itu apakah... Pedang milikku?"


"Apa?" Wei Zhang Zihan mengerutkan kening mendengar ucapan dari pemuda bermata hijau alami di sampingnya.


Chu Kai berkata, "Dia mengatakan tentang Pedang Pendekar Naga. Bukankah itu artinya dia bicara tentang pedangku?"


"Hmph, tidak mungkin."


"Ta-tapi..."


"Sst, diam dan dengarkan."


Chu Kai mengikuti arah pandang Wei Zhang Zihan yang menatap ke arah Long Yang Wang. Kedatangan anak remaja itu ke Sekte Tianzhi rupanya untuk mendapatkan sebuah pusaka yang dikenal sebagai Pedang Pendekar Naga.


Entah dari mana anak ini berasal dan siapa dia sebenarnya, Chu Kai sama sekali tidak tahu. Dia datang ke Sekte Tianzhi dengan membawa Ruan Zhao Sheng yang terluka sekaligus juga bertujuan untuk mencari tanaman herbal yang menjadi salah satu bahan penawar racun dingin. Dia sama sekali tidak menyangka akan melihat hal semacam ini, apalagi sampai terlibat di dalamnya.


"Pendekar Wei," Chu Kai setengah berbisik. "Aku rasa... Kita harus segera pergi. Hubungan remaja lelaki itu dengan Tetua Besar Sekte Tianzhi terlihat tidak sederhana. Firasatku mengatakan bahwa orang luar seperti kita... Tidak boleh mendengarkan lebih dari ini,"


".............. Mn," Wei Zhang Zihan bermaksud berbalik untuk memeriksa kondisi dari Ruan Zhao Sheng sekarang. Namun siapa yang sangka tiba-tiba terdengar suara seruan dan seseorang berlari mendekat.


"Shizun! Shizun aku berhasil mendapatkan petanya..!"


!!

__ADS_1


Chu Kai terkejut, dia mengenali suara ini. Dia pun berbalik dan tersentak kala menyaksikan Ruan Zhao Sheng tergesa-gesa ke tempat ini. Dua orang anggota Sekte Tianzhi berlari di belakangnya dan nampak begitu khawatir.


"Senior Ruan!"


"Shizun..!" Ruan Zhao Sheng meringis sambil menekan dadanya. Keringat dingin mengucur di pipinya, dia jelas belum pulih sepenuhnya, tetapi seolah memaksakan diri untuk bergerak dan datang kemari.


Dua orang anggota Sekte Tianzhi akhirnya berhasil meraih lengan Ruan Zhao Sheng dan memapah pria tersebut. Tetapi walau sambil ditahan oleh kedua saudara seperguruannya, Ruan Zhao Sheng tetap berusaha untuk mendekati Wang Fang Bubai.


"Shizun, aku berhasil mendapatkannya..." Ruan Zhao Sheng menahan sakit pada luka dalamnya dan menyerahkan sebuah gulungan kepada Wang Fang Bubai. Dia menyadari kehadiran remaja laki-laki yang mempunyai telinga aneh itu dan sama sekali tidak terkejut kala anak ini berada di sektenya.


Wang Fang Bubai melihat peta di tangannya dan mengembuskan napas. Dia pun berujar, "Kau tidak seharusnya senekat ini..."


"Apa maksud Shizun?" Ruan Zhao Sheng menatap Wang Fang Bubai sebelum menatap ke arah remaja lelaki di hadapannya. Dia pun berkata, "Tidak hanya Shizun yang berjanji padanya. Dia pun menjadikan dua hal dan salah satunya adalah bahwa dia tidak akan ada kekacauan jika peta itu berhasil kita dapatkan."


Suara Ruan Zhao Sheng menjadi dingin saat berkata, "Tapi sepertinya ucapan dari seorang darah campuran tidak bisa dipercaya. Buktinya saja dia sudah membunuh dan mengacaukan tempat ini,"


"Benar, dia melanggar janjinya sendiri. Maka tidak seharusnya Tetua juga menempati janji yang telah Tetua buat padanya," salah seorang murid Sekte Tianzhi buka suara. Ucapannya disetujui oleh para saudara seperguruannya yang lain.


Long Yang Wang mendengus dan kemudian berkata, "Aku mengatakan tidak akan mengacau di tempat ini saat kalian memberikan peta itu sebelum kuncup bunga api mekar. Tetapi bunga itu sudah mekar tiga hari yang lalu, aku bahkan memberikan kalian waktu dengan datang terlambat. Tapi... Lihatlah sekarang, kalian justru baru mendapatkan peta itu. Jadi ini bukan salahku,"


Semua orang terkejut, beberapa anggota Sekte Tianzhi nampak kesal pada Long Yang Wang. Di sisi lain, Chu Kai justru lebih fokus pada ucapan tentang Bunga Api. Tanaman itu adalah salah satu yang dia butuhkan dalam membuat penawar racun dingin.


Keributan yang terjadi dilerai oleh Wang Fang Bubai. Dia berusaha menenangkan para anggota sekte miliknya sambil tetap waspada jikalau Long Yang Wang kehabisan kesabaran dan justru menyerang.


Meskipun terlihat berusia remaja dan hanya sendirian di tempat ini, Long Yang Wang tetap tidak bisa diremehkan. Membunuhnya sangat sulit dan bila itu nekat di lakukan, maka Sekte Tianzhi jelas akan mengalami kerugian yang tidak sedikit.


Apalagi sebelumnya, perkataan tentang sekte ini bisa kehilangan anggotanya yang berharga membuat Wang Fang Bubai berpikir dua kali untuk melawan remaja ini. Dia tidak bisa mengorbankan masa depan perguruannya hanya demi menghabisi Long Yang Wang.


"Janji tetaplah janji," Wang Fang Bubai buka suara. "Peta ini berisi lokasi makam kuno dan tempat pusaka Sekte Tianzhi yang hilang berada. Akan kuberikan padamu dan terserah kau ingin menggunakannya untuk apa,"


"Hanya saja ingat ini dengan baik," Wang Fang Bubai berkata, "Jika kau datang kemari untuk mengacaukan sekteku... Maka aku sendiri yang akan membunuhmu meskipun juga harus mati,"


Chu Kai mengerutkan kening mendengar ucapan dari Long Yang Wang. Dia baru akan bicara dengan Wei Zhang Zihan ketika tiba-tiba saja Long Yang Wang melesat dan meraih pergelangan tangannya.


!!!


Kejadian itu mengejutkan dan bahkan Wei Zhang Zihan tidak memperkirakan hal tersebut. Chu Kai sendiri berteriak sebab dibawa terbang dengan cepat, bahkan tanpa peringatan. Wang Fang Bubai dan para anggota Sekte Tianzhi terlihat terkejut bukan main.


"Pendekar Chu..!" Ruan Zhao Sheng berseru. Chu Kai adalah orang yang sudah menolong dan membawanya kemari. Dia tentu saja khawatir jika pemuda yang sudah baik padanya itu terlibat dalam permasalahan di sektenya.


Wei Zhang Zihan sendiri tidak tinggal diam. Dia bahkan tidak mengatakan apa pun pada Wang Fang Bubai dan langsung melesat menyusul remaja yang sudah membawa Chu Kai pergi.


"Shizun..!" Ruan Zhao Sheng memanggil Wang Fang Bubai dan berkata, "Pendekar Chu sudah menyelamatkanku. Dia-"


"Tenanglah," Wang Fang Bubai berkata, "Bawa Zhao Sheng kembali untuk diobati dan yang lainnya bereskan semua kekacauan ini lalu panggilkan Wang Xiao Cheng segera,"


"Tetua," Jiang Mu Bai buka suara, "Kenapa Anda menyerahkan gulungan itu padanya? Jika dia mendapatkan Pedang Pendekar Naga, maka sekte ini akan dalam bahaya."


"................" Wang Fang Bubai menatap pria di sampingnya dan tanpa nada berkata, "Sebelum kuserahkan gulungan itu padanya.. Aku sudah mengubah isi petanya dengan tenaga dalam. Dan sebelum dia menyadari manipulasi itu.. Wang Xiao Cheng harus segera mendapatkan pedang itu lebih dahulu."


"Lebih baik aku yang pergi,"


"Jangan, jika pergerakanmu diketahui... Maka para pendekar dari sekte lain akan tahu tentang makam kuno itu dan ini bisa menjadi lebih buruk lagi. Aku akan memeriksa kondisi Zhao Sheng lebih dulu, kau bantulah yang lainnya."


Kekhawatiran Wang Fang Bubai tentang menyebarnya berita tentang Pedang Pendekar Naga di dalam sebuah makam kuno tentu saja beralasan. Pedang itu termasuk pusaka yang diperebutkan karena mempunyai kekuatan besar. Dia menemui Zhao Sheng untuk mencari tahu bagaimana cara pemuda itu menemukan peta tentang makam kuno.


Wang Fang Bubai patut merasa cemas, sebab kabar tentang peta dan makam kuno itu telah diketahui oleh Shuang Ling Feng dari Menara Rufeng. Tidak lama lagi, kabar tersebut akan menyebar ke berbagai tempat.


*

__ADS_1


*


Chu Kai dijatuhkan ke tanah, tempat tersebut adalah sebuah hutan bambu dan dia sendiri berusaha mengatur napasnya. Beruntung Long Yang Wang tidak menjatuhkannya dengan keras sehingga dia bisa mengambil posisi mendarat yang tepat.


Chu Kai menatap remaja yang mulai menapak lembut di tanah itu. Dia pun buka suara dan dengan nada yang masih syok.


Chu Kai berkata, "Apa yang kau lakukan? Kenapa kau membawaku kemari?!"


"Kau yang membawa pemuda itu ke kuil, jadi kau pasti tahu tentang peta ini."


"A-apa?" Chu Kai tersentak, "Pemikiran macam apa itu? Bagaimana mungkin aku tahu tentang peta yang bahkan tidak pernah kulihat bentuknya."


"Dengar, Nak." Chu Kai berkata, "Aku hanya orang biasa yang kebetulan menemukan Pendekar Ruan. Aku menolongnya dengan membawa Pendekar Ruan ke kuil, mana aku tahu tentang peta itu?"


"Tapi sekarang kau tahu, kan?" Long Yang Wang berujar tanpa nada, "Maka dari itu aku membawamu. Ada aura naga yang kulihat darimu dan aku membutuhkan itu untuk mengambil sebuah pedang. Kau harus ikut,"


"Aura naga..." Chu Kai memperhatikan sosok di hadapannya dengan saksama dan dengan suara pelan berkata, "Kurasa kau salah... Aku sama sekali tidak memiliki hal semacam itu,"


"............ Itu bisa dibuktikan nanti,"


Chu Kai menelan ludah, anak ini tidak bisa diajak kompromi sama sekali. "De-dengarkan aku. Aku... Tidak ingin terlibat denganmu atau pun peta, termasuk makam kuno dan apa pun yang ada hubungannya dengan itu. Aku punya misiku sendiri dan i-ini sangat penting karena menyangkut nyawa seseorang. Ja-jadi aku tidak bisa membantu apalagi ikut denganmu,"


"Kau memikirkan nyawa seseorang, tetapi yang akan kulakukan berhubungan dengan nasib dunia. Jika kau tidak ikut, maka bukan aku yang akan bertanggung jawab atas kehancuran dunia ini... Tetapi dirimu."


!!


Chu Kai terkejut dengan ucapan Long Yang Wang. Dia sama sekali tidak mengenal siapa anak remaja ini dan justru terlibat dalam sebuah masalah besar.


Chu Kai berkata, "Yang aku saksikan sebelumnya adalah bahwa kau ingin mendapat pedang itu untuk membalaskan dendam serta membunuh Tetua Besar Sekte Tianzhi. Lantas apa jaminan bahwa dunia ini akan baik-baik saja jika aku membantumu mendapatkan yang kau inginkan?"


Long Yang Wang memperhatikan pria di depannya dengan saksama dan kemudian berkata tanpa nada. "Legenda mengatakan bahwa Pedang Pendekar Naga hanya bisa dipegang dan diayunkan oleh Pendekar Naga itu sendiri dan seseorang dengan aura yang sama dengan Sang Naga. Kau tidak perlu khawatir, hanya kau yang akan memegang pedang itu."


?!


Chu Kai tersentak. Ekspresinya serius saat dia menatap wajah anak remaja di hadapannya. Dia mengingat pembicaraan Long Yang Wang dengan tetua Sekte Tianzhi dan merasa bahwa remaja ini sedang mencoba memanfaatkan dirinya.


"Aku harus bisa bebas darinya, tapi dari apa yang kulihat... Dia merupakan sosok yang sulit dikalahkan." Chu Kai membatin, "Dia bukan manusia dan dia tanpa ragu mengambil nyawa orang lain. Jika bertindak gegabah... Aku bisa saja tiada,"


Chu Kai menarik napas dan dengan gugup berkata, "Jika aku... Mendapatkan pedang itu.. Ka-kau akan melakukan apa?"


"Aku akan meminta bantuanmu,"


"Dia bahkan tidak berpikir saat menjawabnya?" Chu Kai bernapas pelan, "Anak ini... Dia sudah memperkirakan pertanyaan yang kuajukan."


Chu Kai berkedip, "Bantuan... Apa yang kau mau dariku?"


"Menyelamatkan ibuku. Akan kuceritakan nanti, kita tidak punya banyak waktu."


!!


Belum sempat Chu Kai bereaksi, pergelangan tangannya kembali diraih dan dia pun dibawa pergi. Long Yang Wang melesat di atas rimbunan pohon bambu sambil membawa Chu Kai. Tujuan mereka ke arah utara dengan berpatokan pada Sekte Tianzhi sebagai titik pusat.


Makam kuno itu memang ada. makam yang menyimpan banyak harta, termasuk senjata pusaka. Hanya saja harta yang begitu berlimpah tidak mungkin tanpa bahaya. Apalagi tidak hanya Long Yang Wang yang mengincar makam tersebut, tetapi juga anggota Sekte Tianzhi dan para pendekar dari sekte lain.


Chu Kai sendiri tidak memberontak sebab selain dia penasaran dengan tujuan sebenarnya dari anak remaja ini... Dia pun cukup tertarik dengan Pedang Pendekar Naga itu.


Di sisi lain, makam kuno yang dimaksud oleh Long Yang Wang sama dengan lokasi yang mempunyai salah satu herbal untuk penawar racun dingin. Tanaman itu bukan sejenis Bunga Api, tetapi merupakan rumput petir yang langka. Hanya saja entah mengapa rasanya... Long Yang Wang pergi ke arah yang berlawanan dengan lokasi makam itu.


Chu Kai berkedip, keningnya mengerut tetapi dia tidak berani buka suara. Menurutnya, Long Yang Wang kemungkinan mempunyai jalan pintas atau anak ini memilih jalanan yang memutar untuk mengelabui para pendekar. Kedua orang itu sama sekali tidak tahu rencana Tetua Besar Sekte Tianzhi.

__ADS_1


******


__ADS_2