
Sepengetahuan Chu Kai, sosok Liu Han Ying adalah pendekar ramah yang baik hati. Subjek itu juga banyak membantu orang, bahkan tidak pernah membeda-bedakan siapa pun. Tetapi entah mengapa di hadapannya sekarang, tindakan Liu Han Ying berbanding terbalik dengan apa yang dirinya ketahui.
"Dia... Dia ternyata Pendekar Suci yang kejam!"
Chu Kai masih sangat syok. Bagaimana bisa Liu Han Ying melakukan hal semacam itu padanya? Mencuri benda berharga milik Xia Ling Qing atas namanya?! Jika Pendekar Suci Xia Ling Qing tahu, maka tidak bisa dibayangkan bencana apa yang akan menimpanya.
"Bagaimana ini...?" Chu Kai kebingungan. Dia pun menelan ludah dan lantas kemudian kembali menyelam. Untuk sekarang penting menemukan benda peninggalan Xia Ling Qing.
"Bukankah lebih baik kau pergi saja?" suara Wei Shezi terdengar, bersamaan saat Chu Kai kembali ke permukaan sebab tidak bisa menahan napas terlalu lama di dalam air.
"A-apa maksudmu?" Chu Kai buka suara. "Kau ingin aku pergi?"
"Kau bisa pergi berlatih di tempat lain. Jika Xia Ling Qing itu datang kemari dan sama sekali tidak menemukanmu, maka kau tidak akan terkena masalah. Dia akan percaya bahwa kau tidak terlibat dalam hal ini,"
"Kalau aku pergi... Nona Xia tidak akan mungkin menemukan benda peninggalan ibunya. Siapa yang akan memberitahunya jika benda itu jatuh ke tempat ini?"
"Kau kan bisa berpura-pura tidak tahu,"
"Kau ini sangat menyebalkan," Chu Kai berkata. "Biar bagaimanapun itu adalah benda peninggalan calon ibu mertuaku, aku akan mendapatkannya kembali."
"Entahlah, aku rasa dengan kemampuanmu yang sekarang... Kau sama sekali tidak cocok untuk bisa disandingkan dengan gadis yang berbakat itu."
"Kau harus menarik kata-katamu. Aku akan melampaui batasanku sekarang juga," Chu Kai kembali menyelam tanpa tahu bahwa Wei Shezi sengaja memancingnya.
Pemuda bermata hijau alami itu berlatih sepanjang hari dan memang setiap kali dia menyelam---durasinya untuk naik ke darat semakin lama.
Dada Chu Kai terasa sakit dan setiap kali menyelam lebih dalam, kesulitannya bergerak kian bertambah. Namun meski demikian, Wei Shezi memuji tenaga pemuda ini yang besar.
*
*
Liu Han Ying, Pendekar Suci Tingkat 3 dan sosok yang sudah memberikan kesulitan khusus pada Chu Kai nampak berada di antara para murid pemula Sekte Gunung Wushi. Dia rupanya tidak hanya mengganggu Chu Kai, tapi juga hobi mengganggu murid lainnya. Walau demikian, apa yang dilakukan Liu Han Ying termasuk pelajaran berharga bagi mereka yang memahaminya.
"Mm... Kau ini sangat lemah," Liu Han Ying berujar pelan. Dia berhadapan dengan seorang anak kecil berpakaian serba putih dan bicara dengan ekspresi wajah yang tersenyum.
Liu Han Ying berkata, "Kau pendek dan gendut seperti b*bi. Wajahmu juga tidak terlihat bagus dan kudengar kau tidak punya ayah, kan? Kau ini... Menyedihkan sekali,"
Liu Han Ying tersenyum, "Aku tidak suka berbagi udara dengan b*bi gendut sepertimu. Kau bodoh dan miskin, lantas bagaimana kau bisa hidup? Kau berbeda dengan kami, jadi kusarankan sebaiknya kau mati saja. Tapi jangan merepotkan orang lain, oke?"
__ADS_1
"Senior Liu tidak seharusnya berkata seperti itu," seorang anak laki-laki berusia 13 Tahun nampak berseru. Dia berjalan dan memegang tangan anak berusia 10 Tahun yang tertunduk dengan mata berkaca-kaca.
Liu Han Ying memperhatikan anak yang berani angkat suara dan menentangnya bicara. Ekspresi wajahnya tidak berubah, dia masih memperlihatkan senyuman yang manis.
"Apa ada yang salah dari ucapanku?" Liu Han Ying berkata, "Aku hanya menyadarkan temanmu ini untuk tidak bermimpi terlalu tinggi. Dia tidak punya ayah. Bukankah itu karena wajahnya terlalu jelek hingga dia dibuang?"
Liu Han Ying melanjutkan, "Ibunya juga tidak mau mengurusnya dan karena itulah dia dibawa kemari. Anak dari tempat kumuh... Tetap akan kotor meski seputih apa pun pakaiannya,"
"Xiao Bai mempunyai wajah yang indah. Kurasa kau harus memeriksakan matamu ke tabib, Senior." anak laki-laki berusia 13 Tahun itu adalah Fu Wutian. Dia merupakan murid yang belajar di Aula Dan Yang, sama seperti Chu Kai.
Liu Han Ying mendengus. Dia tersenyum dan berkata, "Aku tidak yakin kau akan menikahinya saat dewasa nanti. Jelas, bahwa kau hanya bermaksud menghibur temanmu. Dia sama sekali tidak disukai oleh siapa pun. Hidupnya akan sangat menyedihkan,"
"Itu tidak akan terjadi," Fu Wutian berkata. "Aku akan menjamin kebahagiaannya. Xiao Bai akan kunikahi,"
Liu Han Ying tertawa, dia pun menghela napas dan berkata. "Terserah kau saja. Kalian bisa menikah itu pun bila dapat hidup lebih lama,"
?!
Fu Wutian tersentak saat Liu Han Ying mengusap-usap kepalanya dan gadis itu pun berjalan pergi. Dia menatap punggung subjek tersebut dan sangat kesal. Pendekar Suci Liu Han Ying itu sama sekali tidak membantu mereka berlatih, tetapi justru mematahkan semangat dan mental mereka.
"Xiao Bai, kau tidak perlu khawatir." Fu Wutian menepuk bahu saudaranya dan berkata, "Aku yakin dia hanya iri pada betapa lembut dan halusnya wajahmu. Senior Liu juga berasal dari daerah kumuh dan bahkan ia lebih buruk lagi karena tidak punya ayah dan ibu. Jadi kau jangan pernah mengingat ucapannya yang menyakitkan itu,"
"Tentu saja, aku berjanji. Aku akan menunggu sampai usiamu 17 Tahun, bahkan aku bisa menunggu lebih lama lagi. Jadi kau jangan khawatir tidak akan menikah di masa depan."
"Anu... Tapi Saudara Fu," Xiao Bai tersenyum pahit dan berkata, "Aku ini laki-laki."
!!!
*
*
Chu Kai akhirnya keluar dari dalam danau. Dia terlihat sangat terengah-engah dan wajahnya pun begitu pucat. Bahkan kedua telapak tangannya pucat dan berkeriput sebab terkena air sangat lama.
Chu Kai terbatuk, dia benar-benar sangat kelelahan. Tetapi beruntung sebab di tangan kanannya sekarang, dia telah berhasil mengambil tusuk rambut emas yang dilempar oleh Liu Han Ying ke dalam danau.
"Akan kuberi kau waktu istirahat sebentar sebelum kita melanjutkan latihan lagi," suara Wei Shezi terdengar dan membuat Chu Kai syok.
"Latihan lagi?!"
__ADS_1
"Bukankah sudah kubilang bahwa kita akan berlatih Tingkat Kultivasi Duniawi hingga ditahap lima dalam 3 hari. Sekarang bahkan belum malam dan kau sudah menyerah? Hah, ke mana semangatmu sebelumnya?"
"Aku tidak menyerah tahu!" Chu Kai berbaring, napasnya masih tidak beraturan namun dia tetap mencoba bicara.
Chu Kai berkata, "Biarkan aku mengumpulkan nyawaku terlebih dahulu. Dan juga... Haah... Haah... Bisakah aku mengisi perut dulu? Aku lapar... Haah... Astaga..."
"Tsk, baiklah. Sekalian kau juga ganti pakaianmu dengan yang kering."
Chu Kai mengangguk pelan, namun masih berbaring. Dia cukup lama berada di pinggir danau tersebut sebelum mulai berjalan pergi. Dia kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaian dan pergi ke Paviliun Xiūxí untuk mendapatkan makanan.
"Kai...!"
?!
Chu Kai berkedip saat baru saja melangkah masuk dan ada seseorang yang berseru memanggilnya. Dia berkedip karena sosok yang melambaikan tangan ke arahnya itu tidak lain adalah Fu Wutian.
Chu Kai pun menghampiri meja panjang yang diisi oleh murid-murid Sekte Gunung Wushi dari Aula Dan Yang. Para murid ini adalah anak-anak kecil yang berpakaian putih, sama dengan pakaian yang dikenakannya sekarang.
"Kau dari mana saja? Seharian ini kami tidak melihatmu," Fu Wutian buka suara. Dia saat ini duduk bersama dengan lima orang temannya dan Chu Kai juga mengenali mereka.
"Kai, kau tidak tahu saja sebelumnya..." Lin Mo, laki-laki berusia 9 Tahun yang duduk di samping Fu Wutian berkata. "Sebelumnya Saudara Fu dengan berani membela Xiao Bai dari Pendekar Suci Liu Han Ying."
"Apa?" Chu Kai berkedip. Dia menatap anak laki-laki berusia 10 Tahun di sampingnya yang terlihat menunduk dan sama sekali tidak mengatakan apa pun.
Chu Kai pun berkata, "Pendekar Suci Liu Han Ying memangnya melakukan apa pada Xiao Bai?"
"Dia menghinanya karena Xiao Bai tidak punya ayah," Lin Mo berkata, "Bukankah itu itu sangat keterlaluan. Benar, tidak?"
Chu Kai mengangguk, dia pun mengulurkan tangan dan mengusap kepala Xiao Bai hingga anak tersebut tersentak dan langsung menatap ke arahnya. Chu Kai berujar, "Kau tidak perlu merasa takut. Kau hidup dengan baik sekarang sudah sangat mengagumkan. Lebih baik kau makan-"
"Nona Xia..!"
Sebuah seruan membuat Chu Kai tersentak. Pemuda bermata hijau alami itu pun spontan berbalik dan melihat Xia Ling Qing berjalan masuk, bahkan nampak seperti sedang mencari seseorang.
!!
Tidak butuh waktu lama sampai pandangan gadis cantik berpakaian biru muda itu terarah pada Chu Kai. Xia Ling Qing pun berjalan mendekat dan membuat pemuda berusia 18 Tahun tersebut menelan ludah. Chu Kai menjadi tegang.
******
__ADS_1