
"Pendekar Naga Chu Kai, jika memungkinkan.. Xian Shu ingin meminta sesuatu." Ling Xian Shu buka suara, dia mengambil satu langkah dan menatap lurus ke arah Chu Kai. Tindakan yang dilakukannya membuat pemuda ini menatapnya.
Tanpa nada, Ling Xian Shu berkata. "Naga dari klan kuno mempunyai Demonic Core dan jantungnya juga termasuk benda berharga. Xian Shu menginginkan keduanya, apakah Pendekar Naga Chu Kai mengizinkan?"
Wei Zhang Zihan tersentak. Dia tahu bahwa gadis ini akan menggunakan dua benda itu untuk menembus praktik Tingkat Kultivasi Abadi. Dirinya pun hendak buka suara saat tangannya tiba-tiba diraih oleh seseorang dan membuatnya menoleh.
Chu Kai-lah yang memegang tangan Wei Zhang Zihan seolah menghentikan pemuda ini. Dia pun tersenyum pada Ling Xian Shu dan lantas berkata, "Nona Ling Xian Shu tentu bisa mengambilnya. Kami juga tidak bisa mengalahkan monster itu, jika Nona Ling Xian Shu tidak membantu."
"Terima kasih, Pendekar Naga Chu Kai." Ling Xian Shu menyatukan tangan dan memberi hormat, dia menatap sejenak ke arah Wei Zhang Zihan sebelum berjalan mendekati bangkai naga tersebut.
Wei Zhang Zihan menatap Chu Kai. Suaranya pelan, namun dengan nada penekanan. Dia berkata, "Kenapa kau memberikannya begitu mudah padanya? Demonic Core dan jantung naga itu bisa membuatmu menembus hingga Kultivasi Tingkat Abadi. Ini bukan masalah yang ringan,"
"Pendekar Wei, meskipun aku menolak untuk memberikannya... Gadis itu akan tetap memaksa. Dia akan menjadi lawan yang sulit dihadapi walau kau dan aku menyatukan kekuatan. Tidak apa-apa, aku sendiri tidak berniat mencapai praktik kultivasi yang tinggi secara singkat. Kekuatanku harus meningkat dengan pengalaman, tidak dengan bantuan benda semacam itu."
Chu Kai menepuk bahu Wei Zhang Zihan dan kemudian berjalan pergi. Dia menuju ke tempat di mana banyak gunungan emas berada dan melihat-lihat harta berharga di tempat ini. Wei Zhang Zihan mengikutinya sambil bersilang tangan.
Chu Kai masih memperhatikan beberapa benda seperti gelas dan periuk dari emas saat Ling Xian Shu datang. Ekspresi wajah Wei Zhang Zihan sulit dijelaskan, tetapi sepertinya Pendekar Sekte Gunung Wushi itu tidak suka dengan kehadiran Ling Xian Shu.
"Nona Ling sudah mengambilnya?" Chu Kai buka suara dan dijawab anggukan lembut gadis berambut putih itu.
"Ini semua karena Pendekar Naga Chu Kai, Xian Shu akan selalu mengingat kebaikan Anda."
__ADS_1
"Tidak masalah," Chu Kai tersenyum dan ia pun berkata, "Di sini memiliki banyak harta. Nona Ling juga mempunyai hak atasnya, silahkan ambil yang bisa Nona bawa."
"Kai," Wei Zhang Zihan buka suara, "Ini bukan harta milikmu."
"Pendekar Wei, kita di sini untuk menjarah makam dan apa kita hanya pergi begitu saja dengan tangan kosong?" Chu Kai berkata. "Setelah mengalahkan naga dari klan kuno, bukankah harus ada bayarannya? Kita ambil saja yang sanggup dibawa, bukankah begitu Nona Ling?"
Wei Zhang Zihan memperhatikan Chu Kai dan kemudian mendengus. Ling Xian Shu tidak mengatakan apa pun dan ini membuat Chu Kai tersenyum.
Pemuda bermata hijau alami itu pun berkata, "Baiklah. Aku akan menganggap kita punya pemikiran yang sama. Nona Ling, silahkan kau duluan."
"............. Baiklah, permisi." Ling Xian Shu melambaikan tangannya, sebuah kantong brokat kecil tercipta dan energi spiritual keluar dari dalam benda tersebut.
Gunung emas tidak berubah banyak dan ini menunjukkan bahwa kapasitas dari kantong brokat milik Ling Xian Shu tidak terlalu luas, bahkan untuk menyimpan sebuah gunungan keping emas. Bisa saja, gadis ini sengaja menyisakan ruang untuk kantong miliknya sebab masih perlu menjelajah di tempat lain. Walau demikian kapasitas kantong brokatnya lebih baik daripada milik pendekar biasa pada umumnya.
"Tidak perlu. Aku tidak membutuhkan apa pun,"
"Ya ampun," Chu Kai menghela napas. "Saat ini sekte dalam masa perbaikan dan Kota Lianyi juga begitu. Jika tidak untuk diri sendiri, paling tidak lakukanlah demi orang lain. Bantu mereka dengan emas ini, bisa kan?"
"Kau..." Wei Zhang Zihan menatap Chu Kai dan kemudian mengembuskan napas. Dia pun lalu mengeluarkan kantong brokat miliknya dan energi spiritual keluar.
Tidak banyak yang berubah dan gunungan emas ini masih berdiri kokoh, Chu Kai pun menarik napas dan kemudian berkacak pinggang. Dia berkata, "Baiklah. Sekarang ayo pergi,"
__ADS_1
"Pendekar Naga Chu Kai belum mengambil apa pun," Ling Xian Shu berkata. "Bukankah ini giliran Anda?"
"Aku tidak punya kantong brokat yang ajaib seperti kalian. Sudahlah, ayo pergi sekarang." Chu Kai tersenyum dan kemudian melangkah pergi. Dia pun disenggol oleh Wei Zhang Zihan seolah pemuda itu sedang kesal padanya.
Ling Xian Shu berjalan di depan, sementara Wei Zhang Zihan dan Chu Kai berjalan di belakangnya. Mereka bertiga meninggalkan ruangan tersebut dan sejenak Chu Kai menoleh ke belakang sebelum akhirnya mendengus.
Ling Xian Shu dan Wei Zhang Zihan sama sekali tidak mengetahui bahwa ketika Chu Kai sedang memegang sebuah periuk emas, pemuda bermata hijau itu sedang mengalirkan energi spiritual miliknya.
Energi spiritual yang Chu Kai alirkan sangat sedikit hingga sulit dideteksi. Dan saat Ling Xian Shu serta Wei Zhang Zihan menggunakan kantong brokat mereka masing-masing... Ada sedikit energi spiritual keduanya yang ditarik masuk ke dalam periuk.
Saat ini periuk itu mulai mengeluarkan cahaya yang aneh dan energi spiritual keluar dengan cara menyembur. Di udara, energi itu nampak membentuk benda yang mirip gulungan dan kemudian dengan cepat terbuka.
Gunungan emas mulai terserap masuk ke dalam gulungan tersebut, bahkan termasuk bangkai dari naga klan kuno itu. Tidak butuh waktu lama sampai emas-emas di dalam ruangan itu hilang, semuanya benar-benar kosong tanpa satu pun benda berharga.
Gulung di udara itu kembali tertutup sebelum mulai menyebar menjadi energi spiritual dan menyatu dengan udara. Chu Kai yang berada sekitar 10 meter dari ruangan tadi pun nampak mengembuskan napas. Jarak ini merupakan batas maksimal baginya untuk mengendalikan gulungan penyimpanan yang diajarkan Wei Shezi.
Chu Kai tidak bisa sembarangan mengeluarkan teknik ini, apalagi di depan orang seperti Ling Xian Shu. Jika di depan Wei Zhang Zihan, tentu saja tidak masalah sebab Chu Kai tinggal bersama dengan pemuda itu di Sekte Gunung Wushi dan Wei Zhang Zihan sendiri sudah banyak membantunya.
Meskipun dia menjadi penggemar dari Ling Xian Shu, namun Chu Kai tahu dia harus waspada. Gelarnya sebagai Pendekar Naga saja sudah membuat Sekte Gunung Wushi dan Kota Lianyi diserang, apalagi jika musuhnya tahu bahwa ia mempunyai teknik gulungan yang bisa menyimpan banyak harta secara tidak terbatas. Ini jelas akan menjadi sumber dari masalah untuknya.
Ling Xian Shu memang tidak pernah bersikap sekasar Xia Ling Qing dan jujur saja gadis ini mudah diajak bicara. Namun tetap saja ada rahasia yang tidak boleh dikatakan, walau ia sangat menggemari kedua orang ini.
__ADS_1
******