LAHIRNYA PENDEKAR NAGA

LAHIRNYA PENDEKAR NAGA
39 - Jebakan


__ADS_3

Ada enam orang pendekar berpakaian serba hitam yang tiba-tiba muncul ketika Wei Zhang Zihan mulai buka suara. Tiga di antara mereka berada di atap bangunan.


Tangan Wei Zhang Zihan berada di gagang pedangnya. Dia baru akan menarik senjatanya keluar ketika tiga orang di antara musuhnya itu langsung menyerang. Tidak butuh waktu lama sampai pertarungan menjadi sengit, bahkan tidak ada yang berniat untuk buka suara.


Di sisi lain, Chu Kai masuk ke dalam bangunan dan pandangannya langsung tertuju pada seorang pegawai wanita. Dia pun kemudian menghampiri subjek itu dan kemudian buka suara. Chu Kai sama sekali tidak tahu tentang kondisi yang dialami oleh Wei Zhang Zihan sekarang.


"Permisi Nona...?" Chu Kai bersuara sopan, "Aku ingin mendaftarkan diri dalam konferensi, bagaimana caranya?"


Wanita berpakaian kuning pucat itu terlihat memperhatikan pemuda di hadapannya. Dia mengerutkan kening, "Konferensi?"


Chu Kai tersenyum, "Benar. Konferensi pendekar muda. Bukankah ini tempat pendaftarannya? Kenapa orang ini terlihat kebingungan? Apa aku salah masuk bangunan?"


"............. Ah, benar. Anda bisa mendaftar di sini,"


Chu Kai mengerutkan kening. Dia menatap subjek di hadapannya dan merasa ada yang aneh. Wanita ini sebelumnya nampak tidak tahu tentang Konferensi Pendekar Muda, tetapi dalam sekejap tiba-tiba menjadi antusias dan bahkan tersenyum padanya. Dia menjadi tidak nyaman.


"Tuan Muda hanya harus menyebutkan nama dan juga perguruan Anda. Saya akan mencatatnya," wanita itu kembali buka suara.


Chu Kai bernapas pelan, "Nona bisa menulis namaku sebagai Chu Kai. Aku perwakilan Sekte Gunung Wushi,"


"Baiklah, Tuan Muda bisa menunggu di dalam. Pembukaan konferensi akan segera dimulai,"


"Ah... Terima kasih," Chu Kai berjalan beberapa langkah sebelum berbalik dan melihat kembali wanita berpakaian kuning pucat tersebut. Sosok itu seolah sadar dan tersenyum ke arahnya.


Chu Kai berkedip dan lanjut berjalan. Dia merasa sangat tidak nyaman entah kenapa.


"Apa orang-orang Kota Chang'An memang seperti itu?" Chu Kai membatin, "Mungkin karena hari hampir gelap. Nona tadi bisa saja kelelahan terus berjaga sendirian di sini. Ah.. Pasti begitu."


Chu Kai terus berjalan sambil mengedarkan pandangannya. Dinding kayu di tempat ini memiliki ukiran bunga yang cukup menarik perhatian. Ada hiasan berupa lentera di sepanjang jalan dan kain-kain berwarna putih.


Chu Kai memegang kuat bungkusan dan pedang di tangannya. Dia belum menemukan siapa pun di sepanjang jalan, tetapi sebuah pintu ruangan mulai terlihat tidak jauh di depannya.


Pintu ruangan itu terbuka lebar. Saat berjalan masuk, Chu Kai melihat sebuah panggung arena dan aroma dupa yang menenangkan. Dia baru akan mengedarkan pandangan ketika suara keras terdengar dan mengejutkannya.


Pintu ruangan yang sebelumnya terbuka lebar kini tertutup. Degup jantung Chu Kai menderu, dia spontan menarik pedangnya dan kemudian mengambil posisi bersiap. Firasatnya memang tidak berbohong, tempat ini mencurigakan.


"Jadi kau Pendekar Naga yang terpilih itu?"


!!


Chu Kai mendengar suara yang asing. Dia pun memperhatikan sekelilingnya dan sama sekali tidak menemukan siapa pun. Hanya saja tidak berlangsung lama sampai lentera yang menjadi penerang ruangan ini meledak satu per satu dan berubah menjadi bola api merah membara.


Chu Kai menelan ludah, apalagi saat melihat ada beberapa orang yang berdiri di antara bola api tersebut. Mereka mempunyai pakaian dengan warna berbeda dan memiliki aura yang tidak biasa.


Ada sembilan orang dan tiga di antara mereka bernama Lin Thao dari Sekte Wulin, Zhui Ying dari Sekte Long Yu, dan Ying Wan dari Sekte Baiqi. Mereka adalah pendekar Aliran Hitam, begitu pula dengan enam orang lainnya.


Dari yang Chu Kai lihat, orang-orang ini jelas tidak mempunyai niatan baik padanya. Dia memegang kuat pedangnya walau tangannya nampak gemetar.


"Siapa kalian?" Chu Kai buka suara. Di kondisi yang menegangkan seperti sekarang ini---entah di mana Wei Zhang Zihan berada.


Lin Thao dari Sekte Wulin berkata, "Kami sudah lama menunggumu dan aku terkesan karena Pendekar Naga yang dipilih Master Zhuang yang terkenal itu... Ternyata adalah pemuda lemah dan penakut sepertimu."


"Dia benar-benar seperti anak ayam yang baru menetas,"


"Bukankah ini menjadi bukti bahwa Sekte Gunung Wushi hanya diisi orang-orang bodoh? Kudengar dia adalah pelayan kedai sebelum menjadi pendekar naga."


"Memalukan sekali,"

__ADS_1


Chu Kai mendengar ledekan itu dengan jelas dan sepertinya orang-orang ini pun sengaja melakukannya. Dia bahkan mendengar suara tawa dan melihat tatapan merendahkan dari para pendekar yang nampak seumuran dengannya.


Zhu Ying, pendekar wanita dari Sekte Long Yu berkata. "Sekte Gunung Wushi terlalu percaya pada setiap ucapan Master Zhuang. Karena kebodohan mereka menerima pendekar naga sepertimu... Kota Lianyi dan Sekte Gunung Wushi tidak bisa menahan serangan tiga orang pendekar dari Sekte Bulan Mati."


"Yaah, itu sebuah terobosan. Fakta bahwa Sekte Gunung Wushi telah gagal dan mengalami kemunduran. Hmph, bagus juga. Orang-orang di sana memang sangat naif dan suka mencampuri urusan orang lain,"


"Satu-satunya yang terlihat bagus di sekte itu hanyalah Xia Ling Qing. Sayang sekali gadis yang memiliki kemampuan hebat itu... Justru memilih mengubur bakatnya di tempat yang tidak berguna. Sekarang kondisinya begitu sangat menyedihkan,"


"Be-berhenti bicara..!" Chu Kai buka suara. Dia begitu pucat, bahkan keringat mengucur di pipi dan lehernya. Dia sudah memikirkan banyak simulasi pertarungan dalam benaknya dan semua hasilnya adalah kekalahan berujung kematian baginya.


Walau demikian, mendengar nama Xia Ling Qing diucapkan dengan nada tidak sopan seperti itu membuatnya sangat terganggu. Chu Kai berkata, "Ka-kalian bisa mengatakan apa pun tentangku, ta-tapi jangan pernah menghina Nona Xia Ling Qing. A-apalagi merendahkan Master Zhuang dan juga para guru di Sekte Gunung Wushi. Kalian tidak boleh seperti itu."


"Hah," Ying Wang dari Sekte Baiqi mendengus. "Daripada memikirkan orang lain, bukankah sebaiknya kau pikirkan tentang keselamatan nyawamu sendiri?"


Chu Kai tersentak. Mendengar ucapan dari pemuda di hadapannya membuat Chu Kai menyadari bahwa ini hanyalah siasat dan ada kemungkinan kabar tentang Konferensi Pendekar Muda itu hanyalah tipuan belaka agar dirinya datang kemari.


"Aku harus keluar dari tempat ini sekarang juga!" Chu Kai memegang kuat pedangnya. Dia menelan ludah dan suaranya gemetar saat berkata, "Se-sebaiknya kalian jangan macam-macam. A-aku tidak sendirian datang kemari. Pe-pendekar Wei tidak akan melepaskan kalian,"


"Pendekar Wei? Pfft... Ha ha ha, kenapa kau bersembunyi dibalik bokong Wei Zhang Zihan?" Lin Thao berkata, "Bukankah harusnya kau menyebutkan dirimu sendiri? Hm?"


"Sudah kubilang dia pendekar naga yang tidak berguna. Ramalan bahwa dia akan menghabisi iblis dan menyelamatkan dunia itu hanyalah omong kosong,"


"Bukan ramalannya, tetapi Sekte Gunung Wushi yang bodoh karena mempercayai Master Zhuang itu. Mereka memilih pemuda yang sama sekali tidak berguna ini,"


"Hei, kau." Lin Thao menatap Chu Kai dan berkata, "Pendekar Wei-mu itu tidak akan bisa menyelamatkanmu. Dia sendiri bahkan harus mengkhawatirkan keselamatannya daripada mencemaskanmu,"


"Pendekar Wei..." Chu Kai terkejut. Itu berarti Wei Zhang Zihan saat ini terlibat masalah.


"Aku..." Chu Kai menarik napas dan berkata, "Aku tidak pernah mengganggu kalian dan aku yakin Pendekar Wei juga bukanlah orang yang suka mencampuri urusan orang lain. I-ini adalah peringatan terakhirku,"


"Hm? Peringatan? Darimu?" Lin Thao tertawa, begitu pula dengan pendekar yang lain. Dia menggeleng karena tidak percaya dengan ucapan pemuda ini dan kemudian berkata, "Peringatan darimu? Jenis ancaman apa ini, huh?"


"A-aku memang penakut..." Chu Kai bersuara pelan. Dia menatap Lin Thao dan juga para pendekar yang lain sebelum berkata. "Aku takut... Bukan karena nyawaku, tetapi karena... Keselamatan nyawa kalian."


Chu Kai menjatuhkan bungkusannya dan memegang pedangnya dengan kedua tangan. Dia menarik napas dan berkata, "Kalian memiliki keluarga dan aku tidak ingin karena tindakanku... Pendekar, Sekte Gunung Wushi, dan warga Kota Lianyi kembali mengalami masalah. Jadi hentikan apa pun yang ingin kalian lakukan. Ini... Peringatan terakhir."


"Hmph, memuakkan." seorang pendekar mengibaskan tangan dan tiga belati melesat ke arah Chu Kai. Suara belati itu memecah angin dan kecepatan ini jelas tidak mungkin bisa ditangkis oleh seorang yang penakut.


Jika secara penglihatan, Chu Kai tentu saja tidak bisa mengikuti kecepatan dari lintasan belati tersebut. Tetapi kepekaannya dalam indera pendengaran saat dirinya fokus bukan sesuatu yang dapat dianggap pemula.


Chu Kai tidak menghindar, dia menarik napas dan melakukan gerakan seperti menusuk sesuai yang diajarkan oleh Wei Zhang Zihan. Hanya saja kali ini dirinya tidak memakai Teknik Pernapasan sesuai bimbingan Pendekar Wei tersebut, tetapi menggunakan Teknik Pernapasan Naga.


Ketiga belati itu hancur terkena hempasan tenaga yang kuat dan bukan hanya itu, tetapi serangan Chu Kai mengenai pendekar yang sebelumnya menyerangnya dan sosok itu berakhir terlempar dan menghantam dinding dengan keras. Bahkan saking kerasnya, semua orang terkejut kala menyadari bahwa sosok tersebut telah tewas dengan kepala yang pecah.


!!!


Lin Thao, Zhui Ying, dan Ying Wang serta para pendekar yang lain terkejut bukan main. Mereka langsung mengarahkan pandangan pada Chu Kai dan melihat bahwa pemuda itu berdiri dengan posisi seperti sebelumnya, bahkan dengan tangan yang gemetar.


"Kau..."


"Aku datang kemari untuk mengikuti Konferensi Pendekar Muda sebagai perwakilan Sekte Gunung Wushi. Na-namaku Chu Kai dan seperti yang kalian tahu, Ma-Master Zhuang memilihku sebagai Pendekar Naga." Chu Kai mengatur napasnya sebelum kembali buka suara.


Chu Kai berkata, "Benar bahwa aku pemuda yang bodoh dan penakut. Sama sekali tidak tahu caranya bertarung dan memang faktanya aku hanyalah pelayan di sebuah kedai. Ta-tapi yang satu ini bisa kubuktikan..."


Suara Chu Kai mulai teratur saat dia menarik napas. Tatapan matanya tajam saat berkata, "Kalian akan mati jika mengincar nyawaku."


"Bedebah sialan! Bunuh dia..!!"

__ADS_1


!!!


*


*


Suara ledakan keras terdengar dan dua orang pendekar berpakaian serba hitam menghantam tanah serta bangunan. Wei Zhang Zihan masih bertarung sengit walau berulang kali lawan mencoba untuk memecahkan konsentrasinya dengan membahas mengenai Chu Kai.


Sebenarnya, bohong jika Wei Zhang Zihan mengatakan tidak mencemaskan pemuda itu. Apalagi mengingat Chu Kai masih termasuk pemula dalam hal berlatih pedang. Tetapi ada sesuatu yang mengganjal dan membuat Wei Zhang Zihan ingin mencari tahu kebenaran ini.


Chu Kai mempunyai bekas luka seperti cakaran hewan buas di pelipisnya dan Wei Zhang Zihan pernah melihat tubuh bagian atas pemuda itu yang juga mempunyai bekas cakaran serupa, bahkan lebih dalam.


Wei Zhang Zihan tidak tahu tentang masa lalu Chu Kai, tetapi dari yang dia amati selama ini---subjek itu seakan pernah mengalami apa yang orang lain sebut dengan 'pengalaman hampir mati'. Kejadian yang bahkan tidak bisa dibayangkan siapa pun pada umumnya.


Di samping itu, Wei Zhang Zihan masih curiga tentang kematian anggota Sekte Bulan Mati, baik yang ada di hutan waktu itu sampai dari kematian rekan Xue Xiaowen ketika membuat kekacauan di Kota Lianyi.


Pendekar Sekte Gunung Wushi jarang sekali mengambil nyawa manusia ketika sedang bertarung, meskipun lawan mereka adalah musuh bebuyutan. Satu-satunya hal di mana mereka tanpa ragu membunuh adalah ketika menghadapi para binatang iblis.


Dan meski harus membunuh manusia sekali pun, Wei Zhang Zihan dan para para murid Sekte Gunung Wushi akan melakukan cara yang paling cepat---itu adalah dengan memenggal kepala lawan. Tetapi musuh yang menyerang kota tewas dalam kondisi tubuh yang luar biasa menakutkan dan kejadian seperti ini baru ada setelah Chu Kai terpilih menjadi pendekar naga.


Wei Zhang Zihan tahu bahwa Chu Kai sudah menyembunyikan tentang jati dirinya. Dan saat ini dia hendak mengungkap hal itu, kabar tentang konferensi pendekar muda pun terdengar. Wei Zhang Zihan memanfaatkan kesempatan ini dengan mengatakan bahwa Chu Kai-lah yang diminta menjadi perwakilan Sekte Gunung Wushi.


Dia hanya mengirim pemuda itu, padahal Wei Zhang Zihan sendiri juga bisa mengikutinya. Di sisi lain, pesan yang diterimanya pun mengandung makna bahwa mereka harus berhati-hati dan waspada karena bisa saja ini jebakan. Wei Zhang Zihan tahu sejak awal, tetapi dia tidak mengatakan itu pada Chu Kai.


Pilihan dan tindakannya memang sangat berisiko, tetapi apa yang dia lakukan bukan tanpa alasan. Wei Zhang Zihan tahu bahwa sosok yang ditubuhnya banyak terdapat bekas luka hewan buas seperti itu bukanlah pemuda yang biasa-biasa saja.


Pemikiran Wei Zhang Zihan benar dan saat ini dibandingkan dengan mengkhawatirkan nyawa Chu Kai---Wei Zhang Zihan seharusnya lebih khawatir pada para pendekar yang sedang dihadapi oleh pemuda itu.


"Sialan," salah seorang pendekar yang menjadi lawan Wei Zhang Zihan memuntahkan darah. Dadanya sakit karena terkena tendangan dan bahkan lengannya sempat tersayat pedang hingga mengeluarkan darah.


Wei Zhang Zihan menghadapi pendekar yang lain. Kemampuannya sebagai salah satu dari Pendekar Suci tidak bisa disamakan oleh orang-orang ini meski lawan mempunyai jumlah yang lumayan.


Dia tidak membutuhkan waktu lama untuk menumbangkan lawannya. Mereka yang kalah tidak sanggup lagi bergerak, bahkan tidak mampu menghalangi Wei Zhang Zihan pergi.


Para pendekar yang dihadapi oleh Wei Zhang Zihan tidak ada yang mati. Sejujurnya itu adalah hal yang luar biasa mengingat dia bisa menghadapi lawan yang menyerangnya dengan penuh niatan membunuh.


Pedang pada dasarnya merupakan senjata yang dipakai untuk menebas dan menghabisi lawan, tetapi seorang pendekar pedang yang sebenarnya---ia mampu mengendalikan pedangnya untuk tidak sembarangan mengambil nyawa orang lain. Meski jika dalam kondisi melawan penjahat sekali pun.


Wei Zhang Zihan mempunyai kendali atas kekuatannya. Dia berbeda jauh dari Chu Kai yang hanya tahu caranya membunuh.


!!!


"Bagaimana bisa dia sekuat ini?!" Lin Thao terlihat pucat. Para pendekar yang menyerang pemuda bermata hijau alami itu tidak ada yang selamat, mereka semua tewas mengenaskan. Belum lagi, dinding di ruangan ini sampai berlubang.


Zhui Ying mengeluarkan serangan terkuat milik sektenya. Dia tidak terima dengan situasi saat ini. Harusnya Chu Kai yang terdesak, tetapi yang terlihat justru sebaliknya.


"Dia hanya tahu teknik menusuk, tetapi kekuatannya tidak main-main. Pemuda ini..." Ying Wang menggeram dan melesatkan jarum beracun. Serangannya bergabung dengan serangan yang dilesatkan oleh Zhu Ying.


Chu Kai kembali memakai Teknik Pernapasan Naga. Dia tidak menghindari setiap serangan yang datang. Dia menghadapi semuanya hanya dengan teknik yang diajarkan Wei Zhang Zihan.


"Menjauh!!" Lin Thao berseru. Serangan gabungan dari Zhui Ying dan Ying Wang sama sekali tidak bisa menahan terjangan dari serangan milik Chu Kai. Mereka hampir saja tiada andai Lin Thao tidak segera membantu.


Lin Thao tidak bisa menahan serangan itu, karenanya dia mengalihkannya dan serangan Chu Kai mengenai langit-langit di atasnya.


!!!


Serangan tersebut sebesar yang tadi dan hal tidak terduga adalah langit-langit bangunan mulai runtuh dan mengejutkan semuanya. Chu Kai, Lin Thao, dan pendekar lainnya tidak sempat menghindari reruntuhan itu. Suara yang keras membuat Wei Zhang Zihan yang masih dalam perjalanan kemari tersentak kaget karena mendengarnya.

__ADS_1


******


__ADS_2